
Sementara menunggu Sarah yang masih terbuai dengan obat biusnya, Jack dengan segudang rencana untuk bisa memiliki Sarah. Di sebuah rumah sederhana yang ada di pinggiran kota dan jauh dari para tetangga, disitulah kini Betty berada.
Wanita itu sedang meluruskan kakinya dan berusaha membuat dirinya nyaman di atas kasur kapuk yang sekarang sedang dia tempati. Berbekal uang dari Jack yang sesuai janjinya, kini Betty melancarkan aksi gilanya.
Wanita itu merasa geram dengan niat Jack yang ingin menikahi Sarah dan memiliki anak dari gadis kampung yang tidak berguna itu. Kini Betty bergabung dengan salah satu geng mafia rival kelompok Jack, entah setan mana yang merasuki pikiran Betty. Keserakahan benar-benar merasukinya, Entah sampai kapan wanita itu bertahan dengan dendam dan keserakahan.
“Sudah ada kabar dari anak buahmu Ven?” Tanya Betty yang sedari tadi gelisah. Veno yang duduk di kursi kayu di kamar itu sibuk dengan gawainya. Pria itu tidak mau asal memberikan informasi pada wanita yang kini menjadi kliennya.
“Siaaal! mereka semua tertangkap!” pekik Veno. Betty yang mendengar kabar buruk itu sontak bangun dari duduknya. Wanita itu menghampiri Veno, dia tidak terima dengan kekalahan ini.
“Hanya segitu kemampuanmu hah! Jack selalu menjadi nomor satu karena cara kerjamu yang tidak becus seperti ini. Melumpuhkan anak buah Jack dan gadis udik itu saja kalian gak mampu! cih …” teriak Betty yang terbakar api amarah. Veno sudah menerima bayarannya separuh dan kali ini Betty kembali meminta Veno lebih maksimal lagi.
“Jaga mulutmu Betty, aku tidak ingin berurusan dengan orang seperti Jack. Sekarang aku menyesal melakukan ini untukmu, maaf Betty aku tidak bisa meneruskan pekerjaan ini. Aku tidak ingin Jack semakin marah dan akhirnya aku pun akan segera menyusul anak buahku ke neraka, sekarang uruslah dirimu sendiri!” Ucap Veno dengan tatapan nanar menatap wanita ambisius itu.
Betty tidak menyangka dengan apa yang Veno lakukan, pekerjaan mereka belum selesai dan kini partnernya mundur. Bagaimana Betty bisa menyelesaikan urusan yang sudah dia mulai itu, wanita cantik berhati iblis itu dengan kesal keluar dari rumah itu dengan hati kecewa.
“Siaal! kemana lagi aku harus mencari bantuan. Kurang ajar kau wanita kampung! mati saja kau!” Teriak Betty yang kini sudah berada di dalam mobilnya. Veno sudah angkat tangan dan dia pantang merengek kepada orang lain yang tidak mau membantunya.
Betty berniat untuk kembali kerumahnya, tapi sesaat dia takut kalau-kalau Jack sudah tahu tentang dirinya. Harus kemana dia sekarang bersembunyi, satu hal yang membuat dirinya senang adalah Saras yang terkena tembakan dan sekarang sedang terkapar di rumah sakit dan meregang nyawa.
Betty berpikir sejenak, apa sebaiknya dia kabur dulu keluar negeri dan bersembunyi. Anggap saja ulahnya kali ini cukup dulu, suatu hari nanti dia akan kembali dan mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya. Menghadapi Jack bukan hal yang mudah memang, nama besar pria berhati serigala itu tidak bisa Betty sepelekan begitu saja.
__ADS_1
“Baiklah, kita cari aman saja dulu. Aku akan membuatnya meratapi wanita kampung itu dan aku akan pergi dari sini. Hufff sesak rasanya udara di kota ini.” Wanita itu segera melajukan kendaraannya untuk menuju tujuannya.
*****
Anak buah Jack terus saja menyiksa sandra yang mereka dapatkan, tapi tidak satupun yang berani membuka mulutnya. Entah sudah berapa kali kedua orang itu pingsan dan kembali di sadarkan. Sementara Jack masih belum bisa meninggal gadis yang kini masih saja belum sadarkan diri.
Rangga dan Arsi sudah berpamitan untuk pulang dan akan kembali lagi besok. Mereka berdua sudah sepakat untuk membantu Jack mendapatkan Sarah dengan cara baik-baik dan tanpa imbalan apapun seperti kesepakatan awal.
Jack yang hanya mengiyakan saja keinginan suami istri itu, semua dia lakukan karena masih dirundung duka atas kejadian yang menimpa Sarah. Dalam hatinya pria itu tetap akan memberikan sebuah hadiah untuk sepasang suami istri yang tulus itu. Ruangan besar itu kini hanya tinggal mereka berdua, Jack tidak bergeser sedikitpun dari ranjang Sarah.
Hatinya terus teriris melihat gadis tidak berdosa itu harus menerima timah panas dari musuhnya, bagaimana dia bisa membalas kebaikan sang gadis. Jack kembali teringat saat Sarah menyebut namanya sebelum kesadarannya benar-benar hilang. Hal itu membuat hatinya menghangat, dan jantungnya kini tiba-tiba saja berdebar hebat.
Tidak lama tangan Sarah bergerak-gerak, gadis itu sepertinya sudah mulai tersadar dari pingsannya. Jack langsung berdiri dan mendekat, dia tidak ingin melewatkan momen ini, dimana saat Sarah membuka mata, dia ingin menjadi orang pertama yang dilihat olehnya.
“Uuhhh …” Suara Sarah membuat Jack langsung menekan tombol darurat yang ada di samping tempat tidur gadis itu. Jack dengan ringan langsung mengulurkan tangannya ke kepala Sarah dan mengusapnya pelan. Perlahan mata gadis itu terbuka dan beberapa kali mengerjap untuk menyesuaikan dengan cahaya yang begitu terang.
“Tuan Jack ….” Ucap Sarah lirih. Jack tersenyum lebar, untuk pertama kali pria itu tersenyum semanis itu. Biasanya hanya senyum serigala yang dia berikan untuk semua orang, hal ini sebuah pemandangan langka bagi Sarah.
“Sarah, terima kasih kamu sudah mau berjuang untuk bertahan. Terima kasih Sarah,” Ucap Jack senang. Tidak lama dokter dan dua orang perawat masuk kedalam ruangan dimana Sarah dirawat. jack sedikit memberikan ruang kepada dokter untuk memeriksa keadaan Sarah, Pria itu merasa tidak sabar untuk mendapatkan keterangan.
“Keadaan nona Sarah sudah lebih baik tuan, tapi masih harus dirawat sampai lukanya benar-benar sudah aman.” Ucap sang dokter. Jack merasa lega dan pria itu mengangguk kecil.
__ADS_1
“Lakukan yang terbaik untuknya Dokter, pastikan dia sembuh total baru saya akan membawanya pulang.” Ucap Jack antusias. Pria itu berbincang sejenak dengan dokter yang merawat Sarah sampai dokter itu pamit undur diri.
Setelah memastikan pintu kembali tertutup rapat, Jack menghampiri Sarah. Pria itu menatap wajah cantik milik sang dokter muda itu. Seulas senyum kembali menghiasi wajah tampannya.
“Mau minum Sarah?” Tanya Jack lembut. Sarah yang merasa kikuk dengan perlakuan istimewa sang bos sedikit bingung harus menjawab apa. Sesaat gadis itu menata debaran jantungnya dan menarik nafas beberapa kali.
“Maaf Tuan jadi merepotkan anda, kalau boleh minta tolong ambilkan air mineral.” Ucap Sarah lirih. Dengan sejuta rasa tidak enak, lebih tepatnya canggung.
Jack dengan cepat memberikan apa yang Sarah minta, dengan telaten dia memberikan minum dengan sedotan. Setelah dirasa cukup Sarah melepas sedotan dari bibirnya yang kini masih terlihat pucat. Jack kembali pada kursinya, tangannya sibuk memotong buah untuk diucapkan kepada Sarah.
“Sarah, makan buahnya.” Ucap Jack dengan lembut, hal ini sungguh diluar dari kebiasaannya. Sarah semakin kikuk, perutnya terasa lapar dan ingin sekali makan bubur.
“Tuan maaf bisakah saya minta bubur?”
❤️❤️❤️
Azeeekkk... Ayoo Jack semangaatt 🤭🥰
Hayuuukk jempolnya yang banyak pemirsaahh, vote, komen dan hadiahnya. subscribe jg ya. tengkyuuhh pemirsaaah.
❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹
__ADS_1