
“Bukannya kau yang menerima uang tadi?” Tanya David dengan mata yang menyipit. Jinny yang sempat bertatap muka saat bersama Samira tadi di buat bingung, Tapi dia tidak punya waktu untuk meladeni pria itu. Dengan langkah cepat dia menuju toilet dan membiarkan David yang sempat menatap punggungnya.
“Permisi, maaf saya tadi tidak sengaja,” ucap Jinny. David tidak sempat membalas ucapannya dan pria itu pun hanya menatap punggung sang wanita yang kini sudah masuk ke dalam salah satu bilik yang ada di barisan toilet restoran. Sesampainya di parkiran, David buru-buru masuk kedalam mobilnya dan menghubungi Samira agar menyusul.
Di dalam Restoran Samira masih setia menunggu David, wanita itu sudah mulai gelisah, kenapa David lama sekali. Di saat yang sama Fatim pun melihat keberadaan Samira yang sedang celingukan, Dengan langkah anggun wanita itu menghampiri orang yang sudah di pilih oleh suaminya untuk menempati singgasananya.
“Samira ….” Panggil Fatim dengan hati-hati. Samira yang dipanggil namanya menoleh dan betapa kagetnya dia kalau wanita yang hampir menjadi mantan istri kakak sepupunya, berada di tempat yang sama dengan dirinya.
“Kak Fatim, eemm ….” Samira tergagap melihat sosok wanita berwajah ayu dengan senyum manis itu.
“Kamu sedang apa disini?” Tanya Fatim sambil matanya mengedar, melihat meja yang kosong. Fatim jelas bingung harus menjawab apa, sementara dia tidak melihat keberadaan David sama sekali.
“Anu kak, itu sedang menunggu kak David. Tapi dari tadi dia belum datang juga,” jawab Samira dengan senyum kecut. Jujur saja perutnya sudah sangat lapar saat ini, dia tidak melihat ponselnya sama sekali.
“Begini saja ayo bergabung dengan kami, kamu pasti lapar. Ayo,” Ajak Fatim dengan senyum tulusnya. Wanita itu sama sekali tidak berubah, baginya masalah pribadinya dengan David bukan dengan wanita yang sedang menggendong bayi itu.
Samira sebenarnya bingung, menuruti atau menolak ajakan wanita yang nampak tulus itu. Dia berpikir saat ini sudah sangat lapar, sebaiknya dia menuruti ajakan Fatim dan menitip pesan pada pelayan yang bertugas.
__ADS_1
“Baiklah kak, tapi sebentar kak. Aku akan menitip pesan dengan mas nya, jika kak Dave mencari ku, dia akan mudah menemukan kami.”
Fatim mengangguk setuju, dengan cepat Samira berdiri dan menghampiri pelayan yang sedang bertugas. Fatim berinisiatif membawakan tas perlengkapan bayi, yang tadi di bawa oleh Samira dan wanita itu nampak sedikit kerepotan.
Setelah beres urusan menitip pesan kini Fatim dan Samira pun menuju meja yang tadi dia berada. Samira yang memang tidak tau apa-apa dan tidak mengenal siapapun di antara mereka hanya bisa tersenyum ramah. Fatim mengambilkan kursi untuk Fatim duduk, setelah membantu wanita itu duduk dengan nyaman Fatim pun mengenalkan Samira kepada semua orang yang ada disana.
“Fatim, apa maksudnya ini?” Tanya Jack yang bisa mencium aroma keretakan di antara Fatim dan Jack. Fatim tersenyum lembut ke arah Jack, dia sangat mengenal pria berparas bule itu. Walaupun dia hanya saudara angkat, tapi kepedulian Jack mengalahkan saudara kandung.
“Tenang abang, tidak ada apa-apa. Samira ini saudara sepupu David, oya bang besok aku akan ke kantor abang, tenang saja bos … adik mu ini tidak akan ingkar janji, hehehe.”
“Abang, ayo dimakan lagi. Semua baik-baik saja bang,” senyum menawan Sarah lah yang bisa menaklukkan kebuasan Jack. Benar saja, pria itu langsung tunduk dengan ucapan sang istri dan diapun segera menyantap makanannya. Sesekali dia melirik ke arah Fatim dan Samira, Wanita yang masih setia menggendong sang bayi itu pun segera menikmati makanan yang sudah tersedia.
“Ups … maaf tuan saya tidak sengaja,” Ucap Samira yang tidak sengaja menyenggol gelas Raziq dan membuat celana pria itu basah. Senyum manis Samira menghiasi wajahnya dan dengan cepat dia mengambil tisyu untuk membersihkan celana Raziq.
“Tidak apa-apa nyonya, hanya air saja. silahkan lanjutkan makan anda,” jawab Raziq formal. Pria itu segera berdiri dan pamit untuk ke toilet, Samira yang sudah siap untuk membersihkan celana Raziq pun, menggantung tangannya di udara.
Entah kenapa Fatim melihat gelagat aneh yang tunjukkan Samira barusan, apakah itu hanya perasaan Fatim saja atau memang Samira sedang berusaha menggoda Raziq. Samira tersenyum ke arah Fatim dan kembali menikmati makanannya.
__ADS_1
“Huuuff … dingin sekali kamu tuan,” gumam Samira dalam hatinya. Ternyata tidak hanya Fatim yang memperhatikan itu, Jack dan Sarah juga melihat gelagat centil yang dilakukan Samira kepada Raziq.
Di parkiran, David sudah merasa kesal karena ponsel Samira tidak bisa di hubungi, dengan langkah terpaksa David kembali masuk kedalam restoran dan pandangannya pun mengedar. Tidak ada sosok wanita dengan seorang bayi yang dia cari dengan langkah lebar dia menghampiri pelayan. Dengan cepat pelayan itu memberitahukan kalau wanita yang dicari David sudah masuk ke ruang VIP bersama seorang wanita.
David menuju ke ruang VIP yang tadi disampaikan oleh mas pelayan restoran, hatinya terus saja berdoa kalau Samira tidak bertemu dengan Fatim, tapi di sisi lain hatinya yakin kalau saat ini Samira sedang bersama dengan Fatim.
Ceklek!
“Samira ….”
“David … kau?”
♥️♥️♥️
Aiisss … siap-siap ya David … 😆
Dear pemirsa yang othor sayangi, maafkan sekian lama absen, semoga para pemirsa semua masih setia untuk mengikuti kisah JANDA MANDUL ini. Author baru aja selesai pindahan dan WIFI pun baru aja terpasang. Alhamdulillah hari ini sudah bisa berkarya lagi. Yuk like, komen dan subscribe juga hadiahnya ya. vote jangan lupa. tengkyuuuhh pemirsaaah.
__ADS_1