
Rangga dan Ngarsinah melanjutkan perjalanan mereka, kali ini Ngarsinah akan mempersiapkan kue pengantinnya sendiri. setelah mereka akan pulang karena semua urusan sudah selesai.
David dan Novi juga sudah sampai di rumah, pria bule itu sangat kesal dengan perilaku istrinya yang menurutnya sangat memalukan itu. David keluar dari mobil sendirian tanpa menunggu sang istri dia langsung melangkah menuju kamarnya. Moodnya hancur untuk bekerja.
Novi yang melihat amarah sedang bersarang di wajah suaminya, dengan hati -hati menaiki anak tangga menuju kamar mereka. Pelan Novi membuka pintu, dia melihat David yang sedang menutup wajahnya dan terduduk di sofa yang ada di kamar mereka.
“Sayang, kamu marah kenapa?” tanya Novi dengan hati-hati, tangannya menyentuh pundak kekar milik David. Rasa kesal begitu saja dak menghentak dadanya, dia sangat tidak menyangka kalau Novi akan bertindak seperti tadi. David sepertinya melupakan sesuatu, Rangga yang dulu pernah bertemu saat Rumah Ngarsinah yang di kampung dijual.
“Kamu itu tidak pernah ya belajar sopan santun? kenapa kamu bicara seperti itu tadi kepada Arsi?!” teriak David yang membuat Novi terjingkat takut. Mata biru milik David sudah memerah, jantungnya berdebar capat.
“”Ka-kan maksud aku tadi hanya menyapa dan memuji dia sayang,” jawab Novi tergagap dan beralasan, tapi sebenarnya memang dia ingin menjatuhkan Ngarsinah di hadapan teman pria wanita itu.
“Kamu pikir aku tidak tau apa maksud kamu tadi, hah! aku bukan orang yang bodoh Novi, dan asal kamu tau Ngarsinah bukan tipe perempuan gatal seperti yang kamu pikirkan. Aku sangat kecewa dengan sikpamu tadi,” berang David yang menilai Novi sudah sangat keterlaluan, pria itu tidak terima Ngarsinah di hinakan oleh istrinya, dan hal ini malah membuat Novi jadi berani.
“Sayang kamu kok malah belain dia sih? ooo aku tau sekarang, karena melihat Arsi yang sekarang jadi cantik begini, terus kamu masih ada hati untuk dia, iya kan?!” raung Novi, wanita itu meradang, hatinya cemburu mendapati sang suami yang lebih memilih untuk melindungi mantan istrinya daripada dirinya yang sekarang sudah berstatus istri.
“Apa urusanmu? aku tidak suka caramu menjatuhkan orang seperti itu, dan tadi kamu lihat laki-laki yang bersamanya, apa kamu sebenarnya ingin juga menggantikan posisi Arsi?!” Teriakan David semakin menggetarkan jantung Novi. Tapi bukan Novi namanya jika dia tidak melakukan perlawanan, apalagi saat david sedikit menyindirnya dengan kalimat terakhir.
“Kamu sudah keterlaluan sayang, apa maksud kamu dengan kalimat aku ingin menggantikan posisi Arsi? aku bukan wanita rendahan yang mau jadi simpanan bos-bos ya!” teriakan Novi membuat David semakin panas, entah apa yang merasuki jiwa pria bule itu, hatinya sangat perih saat istrinya menghina dan merendahkan sang mantan istri yang dulu pun dia melakukan hal yang sama dengan Novi.
__ADS_1
Seperti itulah Tuhan membolak balikkan hati manusia, oleh karena itu janganlah membenci ciptaan Allah, karena dengan sangat mudah bagi Allah untuk memutar balikkan hati manusia. yang benci menjadi cinta, dan yang cinta menjadi benci.
Pertengkaran mereka terus saja terjadi dan akhirnya berhenti saat sebuah kepala kecil menyembul dari balik pintu yang ternyata lupa Novi tutup.
“Uncle … aku sudah pulang!” teriak Theo dan langsung masuk ke kamar David. Theo menang sering bermain bahkan meniginap di rumah David, kalau Peter dan Sean sedang sibuk. Peter kakak dari David yang baru saja pindah ke Indonesia, untuk mengembangkan bisnisnya yang berkantor pusat di Belanda. Sean istrinya sedang hamil anak kedua mereka, David merasa senang dengan hadirnya sang keponakan yang mampu membuat kerinduannya untuk memiliki anak sedikit terobati.
"Haayy jagoan uncle, gimana sekolahmu hari ini?" Tanya David yang langsung berubah mood nya saat melihat sang keponakan. Novi langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan pikiran dan hatinya, dia tidak ingin wajah kusutnya dilihat oleh Theo.
"Di sekolah tadi aku belajar menggambar, dan oya uncle hari minggu kita diundang oleh Arista menghadiri pernikahan papanya. Uncle mau kan temani aku, karena Daddy dan Mommy tidak ada disini, mereka ada pekerjaan ke luar kota," ucap Theo dengan sedih setelah mengatakan bahwa orang tuanya tidak bisa menemani dirinya ke undangan yang sahabatnya itu berikan.
David tidak ingin membuat keponakannya itu sedih, tanpa bertanya lebih detail pria itu langsung menyanggupinya.
"Aku lapar paman, ayo kita makan sekarang, heemm aunty mana uncle?" Tanya Theo yang baru saja menyadari kalau sang tante tidak kunjung muncul dari tadi dia masuk kedalam kamar mandi.
"Nanti dia akan menyusul, boy kamu makan apa? Karena tadi uncle nggak tau kalau kamu mau kesini, jadiii … tidak sempat pesan dengan bibik untuk memasakkan mu. Mau ini saja?" Tanya David sambil membuka tudung saji yang langsung mengeluarkan aroma menggoda.
Theo bukan tipe anak yang pilih-pilih makanan, dia termasuk anak yang suka makan apa saja, namun beruntung badannya tidak sampai gemuk berlebihan.
"Yup, i want it, ayo uncle sekarang kita makan. Uncle hari ini tidak bekerja?" Tanya Theo sambil menunggu piringnya penuh dengan makanan. David sudah siap untuk menyuaplan Nasi, dari arah tangga nampak Novi yang sedang menuju ke arah meja makan.
__ADS_1
"Tidak, uncle tidak bekerja hari ini, kita akan bermain hari ini! Yeeeyyy," jawab David sambil menyuap nasi ke dalam mulutnya.
"Heey boy, kamu sudah pulang, ayo ambil sayurnya sayang. Jangan sampai kamu nggak makan sayur ya boy? Ucap Novi ramah. Theo mengangkat kepalanya dan tersenyum manis ke arah sang tante.
The memberikan piringnya, Novi memberikan sayur kedalam piring Theo. Mereka bertiga menikmati makan siang itu dengan mendengarkan cerita sang keponakan tentang sekolahnya yang sedang seru.
"Uncle sebentar lagi adikku akan lahir, aku akan ajak dia main bola. Aunty kapan dedek bayi nya ada di dalam sana?" Tanya Theo dengan santai tanpa beban, dia selama ini tidak pernah bertanya tentang bayi kepada Novi, dan entah kenapa hari ini bocah laki-laki itu menanyakannya.
"Ehem, sabar ya sayang, nanti juga akan ada disini dedek bayi nya," jawab Novi berusaha tegar dan menahan suaranya agar tidak terdengar bergetar.
"Kenapa lama banget aunty?" Tanya Theo sambil mengerjapkan kedua matanya dengan lucu.
Uhuk … uhuk.
"Uncle jangan buru-buru makannya, ini minum,"
❤️❤️❤️
Hayooo Novi kena batu nyaa 🤪
__ADS_1
Hayuuukk pemirsa like nya yang banyak yaa, jangan lupa komen, vote dan hadiahnyaaa, tengkyuuh pemirsa ❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹