Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 128: Penyelidikan


__ADS_3

“Sepertinya saya mengenal anda ….” Ucap Rangga yang sesaat melihat wajah wanita yang tadi menabraknya. Novi langsung panik dan dengan cepat berlalu untuk memutus pandang dengan Rangga.


“Maaf pak, saya terburu-buru.” Jawab Novi dan wanita itu pun segera melesat dan hilang di tikungan koridor rumah sakit. Novi mencari toilet dan menenangkan hatinya di dalam ruangan itu. Sesaat wanita itu memandang pantulan dirinya di cermin. 


topeng karet yang menutup wajahnya membuat dirinya terlihat berbeda tapi Rangga tadi sempat mengenalnya. Apa yang membuatnya bisa dikenali? Berbagai pemikiran kini bersarang di kepala Novi. 


“Sial, selama ini aku di rumah Rangga merasa risih dengan topeng karet ini, tapi keren juga sih wajahku bener-bener jelek dan tidak ada yang mengenali. Huufff semoga saja bocah sialan itu meninggal karena racun yang aku berikan dan hal ini akan membuat Rangga dan Arsi gila. Hahahaha ….” Novi bermonolog sendiri dan tertawa puas dengan rencananya. 


Rangga yang tidak tenang merasa ada yang aneh dengan cepat dia menghubungi orang yang biasa dia sewa untuk menyelidiki ada apa dengan anaknya. Mulai dari melihat CCTV rumah yang letaknya tersembunyi sampai pada acara. 


Setelah beberapa jam berlalu tim dokter yang menangani Alina pun memberikan kabar kalau Alina bisa di selamatkan dari racun yang hampir merenggut nyawanya. Rangga dan Arsi sangat bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, saat ini Boby dan Ningsih pun sudah berada di rumah sakit. Alina sudah di pindah ke ruang rawat, hal ini membuat semuanya merasa lega. 


“Mas, siapa yang sudah meracun Alina?” Tanya Arsi dengan mata yang sudah sembab, Rangga pun mendekati istrinya yang tidak mau menjauh dari putrinya, kini Alina sedang tertidur pulas. Bayi cantik itu baru saja lolos dari maut dan kini sedang berjuang untuk pulih kembali. 


“Aku belum tau sayang, tapi Santi tidak ada dan pergi entah kemana. Aku mencurigai nya sayang, karena aneh aja kan dia menghilang saat ini semua terjadi. Tapi aku tidak ingin sembarangan menuduh orang tanpa bukti,” ucap Rangga setelah menjawab pertanyaan istrinya. 


Kiing … Kriiing!


Ponsel Rangga berbunyi, setelah melihat siapa yang memanggilnya pria itu pun menjauh dari sang istri. 


“Katakan apa yang kamu temukan.” Ucap Rangga. 


“Di rumah anda tidak ada yang mencurigakan pak, sepertinya pelaku memang sudah merencanakan dengan rapi. Disaat acara seorang wanita dengan penampilan cantik mendekati putri anda yang ada box bayi di saat pengasuhnya pergi dan posisi nya tidak tertangkap kamera. Wanita berbaju merah dan rambut berwarna merah. Wajahnya hanya sekilas saja karena sepertinya wanita itu sangat tau di mana letak kamera.” Tutur detektif yang disewa Rangga.

__ADS_1


“Sungguh cerdas orang ini, sepertinya dia sangat mengenal semua tempat yang akan kami kunjungi. Baby sitter anakku tidak ditemukan, sepertinya dia orang melakukannya. Aku akan mengirimkan foto Santi dan alamat agency tempat aku mengambilnya. selidiki dia karena aku yakin dia lah pelakunya.” Sahut Rangga dengan rasa kesal. 


“Kirimkan video yang kau analisa kepada ku,” ucap rangga lagi. Pria itu ingin melihat apa yang terjadi. Setelah itu mereka pun mengakhiri panggilan telepon dan Rangga segera mengirimkan apa yang dia katakan tadi kepada sang detektif. 


Video kiriman dari detektif sudah di terima oleh Rangga, kening pria itu berkerut dan berkali-kali mengulang saat seorang wanita berbaju merah itu mendekati box bayi nya sesaat setelah Santi pergi. 


“Bukannya itu wanita yang tadi menabrakku? Sial dia pelakunya,” Dengan cepat Rangga mengerahkan anak buahnya, amarah yang sedari tadi tidak ada tujuan kini sudah memiliki tujuannya. Rangga tidak akan melepaskan wanita yang sudah tega membuat anaknya dalam keadaan kritis. 


“Lakukan semuanya dengan besih dan aku ingin wanita itu tertangkap hidup-hidup. Korek semua keterangan darinya dan jika ada yang menyuruhnya jangan beri ampun segera kalian bawa di ke hadapanku. Tomi lakukan seperti biasa, bawa mereka ke gudang kita.” Ucap Rangga yang melakukan sambungan telepon secara conference. 


“Siap Bos!” Jawab mereka serentak tanda semuanya mengerti apa yang diinginkan oleh Rangga. Setelah melakukan koordinasi dengan timnya, Rangga kembali ke dalam ruangan dimana semua keluarganya berada di dalam ruangan itu. 


Tampak Alino sedang menyusu dan sedikit rewel, mungkin bayi kembar itu merasakan apa yang kembarannya rasakan. Rangga mendekati putrinya yang kini tertidur pulas efek dari obat yang sedang bekerja untuk menyembuhkannya. 


“Pa, Alina di racun oleh seorang wanita yang ada di ponsel ini.” Ucap Rangga tidak ingin membuang waktu dan memberikan ponselnya kepada sang ayah. 


Boby memperhatikan rekaman CCTV yang ada dan pria itu merasa ada yang aneh. Pria tampan walau sudah berumur itu menatap sang putra sambil mengingat sesuatu. 


“Kamu punya foto Santi?” Tanya Boby. 


“Ini pa,” Jawab Rangga. 


Beberapa kali Boby zoom foto itu dan mata tuanya yang masih tajam itu melihat ada sebuah kejanggalan dengan wajah wanita berkerudung yang ada di foto itu.

__ADS_1


“Rangga, ini bukan kulit asli,” Ucap Boby sambil melihat Rangga dengan tatapan tak terbaca. Pria itu kembali memandang ponselnya, dan memberikan kepada Rangga. 


“Maksud papa? Tanya Rangga. 


“Kamu lihat foto ini, pada lingkar mata, kulitnya seperti ada jarak dengan kulit kantung matanya. perhatikanlah. Wanita yang selama ini mengasuh anakmu menggunakan topeng karet untuk menyamar. Segera beritahu detektif dan orang-orangmu. Wanita ini sangat berbahaya, karena dia sangat pandai menyamar. Siapa dia ….”Ucap Boby dengan yakin, dan kembali kalimatnya bertanya-tanya berusaha berpikir siapa wanita yang ada di balik topeng itu. 


Rangga kembali memperhatikan foto Santi, dan barulah dia menyadari apa yang dikatakan sang papa itu benar adanya. Segera Rangga menghubungi detektif bayarannya dan memberikan informasi yang dia temukan. Sang detektif yang menerima foto itu langsung memasukkan foto itu ke dalam sebuah aplikasi komputer untuk melihat wajah asli dari wanita yang menggunakan topeng karet dengan rapi itu.


“Aku tidak akan mengampuninya pa, selama ini aku tidak pernah berbuat kasar kepada perempuan, tapi kali ini peraturannya akan beda.” Ucap Rangga geram. Pria tampan itu kini mendadak kehilangan kelembutan ke romantisannya saat bersama dengan sang istri dan anak-anaknya. Amarah yang kini sudah sampai di ubun-ubunnya, sementara Boby pun tidak tinggal diam, pria itu melakukan pencarian dengan mengutus orang-orang kepercayaannya untuk membantu sang putra. 


“Rangga, apakah Arsi ada musuh? Atau lawan bisnisnya?”


❤️❤️❤️


Semoga segera bisa tau siapa yang bikin ulah ya 🥺🤲.


Yuuukk like, komen, vote dan hadiah. jangan lupa subscribe ya pemirsa.


dear pemirsaaah.


maaf kemaren author libur, karena kesibukan menjelang hari raya ini. semoga author ttp bisa up untuk hari2 berikutnya ya pemirsaah. salam sayang untuk semuanya.


tengkyuuh pemisaahh

__ADS_1


❤️❤️❤️🥺🥺🌹🌹🌹


__ADS_2