
"I-iya ibu Novi, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Arsi yang berusaha menenangkan detak jantungnya. Yuni yang ingin protes langsung mendapatkan kedipan mata dari sahabatnya, Ayu yang mendengar itu sontak membulatkan matanya, namun langsung diberi isyarat oleh Yuni. Ayu berlalu menjauhi meja tamu yang sombong itu, Arsi kembali bergerak mendekat ke meja Novi dan tetap ramah dengan istri mantannya itu.
"Arsi dua hari lagi aku akan berulang tahun, dan aku ingin mengadakannya disini. Undangan hanya sedikit sekitar 250 orang, apakah kedai ini bisa menampung sejumlah itu?" Tanya Novi dengan aura kesombongan yang menguar dari wajahnya.
"Tempat ini memiliki kapasitas 400 orang bu Novi, saya rasa dengan jumlah tamu anda segitu tidak akan ada masalah. Silahkan pilih menu nya," jawab Ngarsinah sopan, sesekali pandangannya mengarah ke teman Novi yang duduk berhadapan dengannya. Seorang wanita cantik dengan penampilan yang sungguh menggoda terutama kaum pria.
"Jean, kamu bantu aku pilih menu dong, biar temen-temen kita terkesan dengan acaraku. Aku rasa paket A bagus ya Je?" Tanya Novi kepada Jean yang sedari tadi masih membolak balik buku menu. Novi memilih paket A, dengan hidangan lengkap makanan pembuka, makanan utama dan hidangan penutupnya.
"Not bad, kita pilih paket A aja, ini lebih berkelas Nov. Inget ya kamu ngundang para pengusaha rekanan suami mu loh, jangan sampe mereka menilai kamu nggak selevel sama mereka," jawab jean dan mengingatkan Novi siapa saja tamu yang mereka undang.
Ngarsinah menjadi pendengar setia kedua wanita sosialita itu. Senyum tetap terukir di bibirnya dan kini pemilik kedai Why A itu sedang menikmati perannya sebagai karyawan di mata Novi.
"Arsi, aku sudah putuskan paket A, untuk menjamu tamu-tamu terhormatku, tolong pastikan semuanya berjalan baik. Aku nggak mau ada kesalahan sedikitpun," ucap Novi mengintimidasi.
"Baik bu, kami akan lakukan yang terbaik untuk acara anda, untuk dekorasi kami bisa memberikan pilihan di buku katalog ini, silahkan ibu pilih. Dan jika ibu menginginkan cake ultah juga ada di buku katalog cake, silahkan ibu pilih," jawab Ngarsinah dan melanjutkan penawarannya.
Beberapa saat mereka menyelesaikan pemesanan, dan Novi ingin memesan makanan kesukaannya saat nongkrong di kedai Why A.
"Arsi, kenapa kamu kerja disini? Kan suami kamu bos besar dan orang yang berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Eemm atau jangan-jangan kamu sudah di buang oleh pak Rangga? Uuppss," tanya Novi julid, sungguh mulut wanita yang satu ini membuat Ngarsinah memerah telinganya, wanita cantik itu menarik nafas dalam untuk menenangkan hatinya.
__ADS_1
"Bu Novi, apakah masih ada yang ingin di pesan lagi? Jika tidak, saya akan urus pesanan anda, permisi."
Dengan cepat wanita cantik itu berbalik badan tanpa ingin menjawab pertanyaan tidak penting dari wanita yang sudah merebut suaminya dulu.
"Eehh kok gitu sih, kalo ada pelanggan yang bertanya itu harus dilayani dengan baik dong! Kamu bisa dipecat kalo saya adukan dengan pemilik kedai ini," balas Novi dengan menarik tangan Arsi yang sudah berbalik badan. Ngarsinah benar-benar diuji kesabarannya.
"Ibu Novi, urusan rumah tangga dan pekerjaan saya itu hal yang berbeda, saya bekerja untuk kebahagiaan saya sendiri dan suami saya mengijinkan. Apakah itu masalah bagi anda?" Tanya Ngarsinah yang masih berusaha tersenyum walau hatinya kesal bukan main. Yuni yang sudah lebih dulu masuk membawa catatan pesanan Novi nampak sudah kembali dengan nampan yang berisi milkshake dan pancake.
"Silahkan bu, dinikmati hidangannya, ayo Arsi nanti kamu dicariin bos loh. Permisi bu Novi," ajak Yuni yang sudah panas hatinya melihat ulah Novi seperti itu. Ngarsinah menahan diri untuk tidak melayani Novi, karena dia tidak ingin terjadi keributan dan mengganggu pelanggan lainnya.
"Ya sudah, pergilah kalian," jawab Novi yang masih berat hati melepaskan mangsanya.
"Jean, aku kasihan dengan mantan istri suamiku itu, dia baru aja nikah sama pengusaha ternama, eee sekarang malah jadi waitress di kedai kue, ck … ck … ck. Aku yakin dia dibuang karena kemandulannya itu," ucap Novi kepada temannya yang dengan serius menyimak ocehan wanita aneh itu.
Novi masih makan bersama temannya, dan setelah beberapa lama mereka nongkrong di kedai kue, Novi menuju kasir untuk membayar semua tagihannya. Ayu yang bertugas di meja kasir menyapa ramah tamu julid nya itu.
"Mbak, tolong sampaikan salam saya buat temen kamu Arsi ya," jawaban ramah Novi kepada kasir yang sudah beramah tamah duluan dengannya. Ayu yang sudah di wanti-wanti Yuni untuk mengikuti drama Novi, mengangguk ramah sbil.memberikan struk belanja dan uang kembalian.
"Baik ibu, nanti saya sampaikan, terimakasih sudah belanja di kedai kami, dan silahkan kembali lagi di lain waktu."
__ADS_1
Tangan Ayu menangkup di depan da*da nya, wanita itu tersenyum ramah dan di balas senyuman sombong oleh Novi. Ayu hanya menggeleng pelan melihat wanita cantik namun sombongnya sundul langit. Itulah yang ada dalam pikiran, gadis manis karyawati Ngarsinah.
Di tempat lain Ngarsinah tidak memperdulikan lagi apa yang tadi Novi katakan, wanita cantik itu sudah berjibaku menyelesaikan pekerjaannya. Karena besok dia akan berangkat berbulan madu dengan suami, walau tidak pergi jauh, namun itu sudah mampu membuatnya bahagia.
"Astaghfirullah, aku hampir lupa jemput si kembar," ucap Ngarsinah langsung menepuk jidatnya pelan, sekilas wanita karir itu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dan dengan langkah terburu-buru dia pun mengambil kunci mobil di atas meja kerjanya.
"Yuni, Ayu, saya jemput anak-anak dulu ya. Kalian ada pesan sesuatu?" Tanya Ngarsinah yang sudah siap berangkat, tidak lupa kacamata hitam berbingkai bulat membuat penampilannya semakin sempurna.
"Aku nitip sabun cuci piring dan deterjen ya Si, sales belum datang antar barang, jadi beli sedikit aja. Ya udah buruan sana kamu berangkat," jawab Yuni dengan senyum dan lambaian tangan. Arsi sudah siap untuk memasuki mobilnya namun langkahnya harus terhenti karena seseorang memanggil namanya.
"Arsi, tunggu!" Panggil David dengan suaranya yang khas. Ngarsinah merasa hari ini sungguh membuat kesabarannya di uji, tadi istrinya dan sekarang suaminya.
'Apa mereka berdua ini tidak ada pekerjaan selain mengusik hidupku?' gerutu Ngarsinah dalam hati.
"Ya, ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Ngarsinah yang sudah membuka pintu bersiap untuk masuk ke dalam mobil mewahnya. David yang mendengar kalimat formal dari sang mantan istri membuat harapannya jadi sedikit mengendor.
"Arsi, bisakah kita bicara sebentar? Ada hal penting yang ingin aku sampaikan," tanya David dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Naahh kan... ngapain tu si David, hati-hati Arsi!
Yuukk jempolnya yang banyak yaaa, komen, vote dan hadiiaahh, tengkyuuhh pemirsaahh ❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹