
“Mom! Oh God, kenapa Mommy menanyakan itu?, sa-sayang tolong jangan salah paham ya. Aku mohon jangan diambil hati,” Ucap Jack kepada sang istri setelah pria itu sedikit bicara kesal kepada sang ibu negara.
Martha yang melihat sikap putranya begitu takut dengan wanita mungil dengan kepala ditutup kerudung itu sesaat memicingkan matanya. Jangan ditanya bagaimana bingungnya wanita itu, baru saja Martha ingin bicara, tiba-tiba dari arah pintu Rangga masuk dengan tiba-tiba dengan wajah yang sangat panik. Tidak butuh waktu lama, kini kamar super luas itu sudah dipenuhi orang, Jack yang melihat kekacauan itu pun hanya bisa mengusap wajahnya kasar.
“Siapa mereka semua Jack?” Tanya Martha tanpa merasa berdosa sedikitpun. Wanita yang sudah membuat kegaduhan dengan suara tembakannya itu malah berkacak pinggang, dengan satu tangan masih memegang tongkat indah itu.
“Mom mereka ini saudara angkatku, mereka semua yang selama ini mendukungku untuk bisa bersanding dengan istriku.” Jawab Jack dengan wajah sudah menahan kesal. Martha menatap mereka satu persatu dengan tatapan menyelidik dari atas sampai kebawah. Tidak satupun yang berani angkat bicara, melihat wanita yang dengan santainya memegang pistol.
Jack mengenalkan satu persatu saudara angkatnya, mereka semua sekilas menganggukkan kepala dan tersenyum ramah. Untungnya tadi Rangga sempat menghubungi mamanya untuk tidak keluar kamar dan menjaga anak-anak bersama suster. Suara tembakan untuk membuka pintu kamar Jack tadi, sudah membuat penghuni kamar satu lantai itu panik.
Setelah selesai beramah tamah, Martha maju beberapa langkah mendekati menantu barunya yang menurutnya tidak sesuai dengan harapannya. Tubuh Martha yang tinggi besar, bola mata kebiruan dan rambut yang coklat. Membuat Sarah seperti sedang berada di antara dua orang raksasa. Tubuh suaminya yang tinggi dan bertubuh kekar, kini mertuanya pun kurang lebih tingginya dengan sang suami.
“Sarah, apa kau masih perawan?” Tanya Martha lagi. Wanita itu tidak puas jika pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya tidak mendapatkan jawaban. Entah apa tujuan wanita itu, tapi sejauh ini pertanyaannya membuat semua orang menjatuhkan rahangnya.
Sarah yang merasa malu sekaligus heran, merasa bingung harus menjawab apa. Sementara tadi dia baru saja merasa dirinya dibelah oleh pedang naga geni milik suaminya dan rasa itu masih terasa dari sekarang.
“Ehem … Mom, bisakah hal itu kita bicarakan berdua saja?” Tanya Sarah menawar. Sungguh dirinya sangat malu, wajahnya memanas dan Jack bisa melihat wajah istrinya merona.
“Ohh girl, come … apa susahnya kau menjawab pertanyaanku. Jawab sekarang atau aku buat suami mu ini berada di perut bumi!” Ucap Martha dingin.
__ADS_1
Ceklakkk!
Dengan santainya wanita itu menodongkan senjatanya ke arah kepala Jack. Sontak semua orang yang ada di kamar itu berteriak panik termasuk Sarah. Jack bagaimana? jelas saja pria itu pasrah di tangan cinta pertamanya itu. Martha adalah orang yang paling dicintai jack, walau bagaimanapun tingkah wanita tua itu.
“Mom!” Pekik Sarah.
“Nyonya” teriak semua orang yang sangat terkejut dengan ulah Martha yang menurut mereka sangat mengerikan itu. Jack memejamkan matanya, jika saja yang ada di hadapannya wanita lain, akan sangat mudah bagi jack untuk menghilangkan nyawa wanita itu. Tapi sekarang yang ada di hadapannya adalah ibu tercintanya.
“Ba-baik mom. Saya masih perawan mom,” Ucap Sarah gugup bercampur malu. Mendengar jawaban itu, Sarah langsung menunduk malu. Sementara Sarah melempar pistolnya ke sembarang arah, bersyukur pistol itu jatuh ke kasur. Dengan cepat Rangga mengambil dan menyimpannya dengan baik. Tidak lupa pria itu mengunci pistol tersebut, semua orang masih tegang dengan apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Martha.
Sesaat wanita itu melirik ke arah kasur, mata tua nya yang masih tajam, melihat noda darah yang sedikit tertutup selimut dengan dominasi warna putih.
Wanita paruh baya itu pun memeluk Sarah dengan erat, rasa bahagia nampak sekali mewarnai wajah tua-nya, dengan keriput tipis itu. Sarah yang merasakan sakit di punggungnya, hanya bisa menahan rasa itu dengan mata terpejam.
“Hhhsssshh ….” Desis Sarah. Jack mendengarkannya dan memperhatikan wajah sang istri dengan khawatir.
“Mom, Sarah kesakitan,” Ucap Jack penuh penekanan. Martha mengurai pelukannya dan merasakan sesuatu di telapak tangannya. Sesaat dia melihat telapak tangannya yang basah karena darah, wanita itu terkejut dan langsung memutar tubuh Sarah dengan cepat.
“Sarah, kau terluka?!” Tanya Martha cemas. Jangan ditanya khawatirnya Martha.
__ADS_1
Sreeekk!
Tidak ada yang menyangka dengan apa yang dilakukan wanita itu terhadap Sarah, gerakan cepat dan tidak satupun orang yang menyadari. Tangan wanita itu sudah memegang belati dan menyobek baju Sarah di bagian yang ada noda darahnya.
“Nyonya Jangan!” Teriak para pria yang ada di ruangan itu serentak. Seperti sebuah kelompok paduan suara mereka menyuarakan keterkejutannya.
Sarah benar-benar merasa kewalahan dengan sikap mertuanya, gadis itu hanya bisa menarik nafasnya dalam demi memperluas rasa sabar. Apakah Sarah hanya diam saja dengan apa yang dilakukan mertuanya? tentu saja tidak.
“Itu luka tembak mom,” Ucap Sarah lembut tapi tegas. Mendengar penjelasan dari sang menantu, wanita paruh baya namun masih cantik itu pun langsung menoleh ke arah Jack.
Plak!
❤️ ❤️ ❤️
Waduuuuhh mertua garis keras ini mah …. 😱
Like, Komen, vote dan hadiah ya pemirsaaah. Subscribe dan pleaseeee kasih bintang 5 ya pemirsaaah. Tengkyuuuh.
❤️ ❤️ ❤️ 😱😱😱 ❤️ ❤️ ❤️
__ADS_1