
John menepati ucapannya dan kini dia sudah berada di hadapan seorang wanita yang bermuka masam karena menahan kesal. Novi melihat wajah John yang memar dan beberapa benjolan di keningnya.
“Kabar apa yang kau bawa?” Tanya Novi dingin.
“Saya kembalikan uang yang sudah nyonya berikan dan saya mundur dari tugas yang nyonya kasih.” Jawab John to the point.
“Apa! kenapa kamu mundur?” Tanya Novi tidak percaya. Selama ini John bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan, tapi apa yang terjadi kali ini?.
“Aku akan pergi dari kota ini nyonya, saya berharap nyonya berpikir seribu kali untuk menyakiti orang lain. Maaf nyonya , saya tidak punya waktu lama, permisi.” Jawab John dengan langkah cepat, sampai air minum yang dipesannya pun tidak dia habiskan.
Novi mengambil amplop coklat berisi uang yang dia berikan kemaren dan menghitungnya dengan cepat. Semua masih utuh dan hal ini membuat Novi marah.
“Brengsek! kenapa dia tidak mau mengatakan apa alasan mundur dari pekerjaanku. Kenapa wajahnya penuh luka? apakah dia sudah di hajar oleh Fatim seperti Kaisar yang dihajar oleh Ngarsinah?” Novi bertanya-tanya dalam hati. Wanita itu masih teringat dengan peristiwa kaisar yang mendapatkan perlawanan dari Ngarsinah siang tadi.
“Aku harus menyusun strategi lain. Mau tidak mau aku harus menerima janda sialan itu kedalam rumahku, sepertinya aku tidak bisa mengandalkan orang lain. Semuanya bo*doh!” Geram Novi dengan sesekali memukul meja yang tidak berdosa.
Novi sudah berada di jalan menuju rumahnya, dia sangat sadar kalau hari ini sudah melakukan kesalahan yaitu pulang sampai larut malam. Sepanjang jalan wanita itu berpikir keras bagaimana menjalankan rencananya dan malam ini dia harus bisa meredam amarah suaminya.
Sesaat wanita itu terpikir dengan Kaisar, bagaimana keadaan pria bayarannya itu? Harapan Novi, Ngarsinah tidak membawa Kaisar ke kantor polisi. Karena jika ituterjadi dan Kaisar buka mulut, habis lah dia.
David sudah menunggu kedatangan Novi di ruang tamu, pria itu berusaha menahan emosinya seolah tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh istrinya di luar sana.
Ceklek!
“Kau Baru pulang?” Tanya David.
“I-Iya tadi ada arisan, sekalian aku mengundang mereka di acaramu besok sayang.” Jawab Novi yang melangkah pelan ke dalam rumah.
__ADS_1
“Apakah kamu sudah menyiapkan semuanya? Besok acara hanya sederhana saja, tapi aku ingin kamu yang berperan untuk semuanya Nov.” Ucap David datar. Pria tampan itu menyempatkan diri untuk bertanya tentang persiapan.
Novi merasakan ada goresan luka dihatinya, wanita itu berusaha untuk mengendalikan sisi mellow nya dan mengingat bahwa masih ada Kaisar yang bisa menghangatkan dirinya.
Beberapa saat sepasang suami istri itu berbincang tanpa ada kemesraan. Novi merasa lelah seharian dengan rencana dan kenyataan gagal membuat hatinya tidak baik-baik saja.
Di sudut kota yang lain, Rangga dan Ngarsinah sedang bersantai di kamar, sebelumnya Ngarsinah menidurkan kedua bocah kecil yang tidak berhenti berceloteh tentang hari mereka.
“Sayang, bagaimana keadaan anak-anak di dalam sini?” Tanya Rangga sambil mengelus pelan perut buncit istrinya. Ngarsinah yang sedang selonjor, tersenyum manis menerima perlakuan mesra dari suaminya.
“Kami baik-baik saja papa, tadi sempat olahraga dulu melawan penjahat ….” Sahut Ngarsinah yang menirukan suara anak-anak. Hal itu membuat Rangga terkekeh. Perlahan pria itu mengusap wajah cantik Ngarsinah yang sekarang tampak berisi.
"Dua bulan lagi mereka akan bertemu dengan kita, aku tidak sabar rasanya sayang." Ucap David yang masih terus saja mengusap perut buncit Ngarsinah, Sesekali pria itu menciumnya.
"Iya mas, aku juga sudah tidak sabar. Mas sudah menyiapkan nama untuk mereka?" Tanya Arsi.
"Sudah sayang, aku akan menjadikannya hadiah saat mereka lahir. Kamu setuju sayang?" Tanya Rangga dan di jawab dengan anggukan oleh Ngarsinah.
"Ya kami orang kampung ini rata-rata belajar ilmu beladiri di mushola mas dan aku kan waktu kecil itu lasak banget. Sering manjat pohon, mandiin kerbaunya bapak dan sering berantem sama temen-temen cowok. Naah jadinya almarhum bapak nyuruh aku belajar beladiri supaya bisa jaga diri, gitu mas." Ucap Ngarsinah terkekeh. Mereka berdua pun tertawa bersama mengenang masa lalu Ngarsinah.
Tiba-tiba Ngarsinah teringat dengan Kaisar, dan ingin menanyakannya kepada Rangga.
“Mas, apakah anak buahmu akan menghabisi penjahat itu?” Tanya Ngarsinah sambil menatap sepasang netra milik Rangga intens. Rangga sudah mengetahui siapa orang yang menyerang istrinya dan sekarang dalam keadaan babak belur karena bumbu panas yang membuat wajahnya bengkak.
"Ya tergantung, kalo dia melawan terus dan menyusahkan pasti langsung dilumpuhkan. Tapi kalo dia kooperatif setahuku mereka tidak segalak itu sayang," Jawab Rangga dengan tangan tidak lepas dari gawainya. Ngarsinah masih penasaran siapa orang yang ada di belakang pria bertubuh tegal dan tega untuk mencelakai wanita yang sedang hamil.
"Mas, apakah dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?" Tanya Arsi dengan tangan yang sudah mengambil ponsel milik Rangga. Dan melihat dengan siapa Rangga sedang berkirim pesan, sesaat kening Ngarsinah berkerut dan menatap nanar ke arah Rangga.
__ADS_1
"Novi yang menyuruhnya sayang, istrinya David." Jawab Rangga singkat.
"Apa yang membuat dia ingin mencelakaiku mas? Kan aku sudah nggak ada urusan sama dia. Bahkan dia sering merendahkan ku pun tidak sedikitpun aku balas," Ucap Ngarsinah lirih sambil berpikir keras.
"Aku sendiri juga bingung dengan Novi itu sayang, bukannya David sudah mencukupi hidupnya?" Tanya Rangga.
"Iya mas, Fatim juga mendapatkan serangan yang sama. Lama-lama aku sleding juga ni kepala si Novi," Geram Ngarsinah yang tanpa terasa tangannya kini sudah mengepal erat.
"Sabar sayang, jangan emosi nanti anak-anak kita ikutan marah-marah di dalam sana. Dek, bujuk mama kalian supaya jangan marah-marah ya." Ucap Rangga dengan lembut membelai perut Ngarsinah, hal itu sukses membuat wanita itu tersenyum dan bersyukur dalam hatinya dia memiliki Rangga yang selalu bisa berhati-hati dalam bersikap.
*****
"Bro! Tawanan kabur!" Teriak salah satu anak buah Rangga yang bertugas menjaga Kaisar kebingungan dengan apa yang dilihatnya. Anggota yang lain ikut berhamburan masuk ke ruangan interogasi.
"Sial … ayo kejar! Jack segera beritahu pak Rangga. Agar segera mengejar Kaisar, yang lainnya ayo berpencar dan kejar dia sampai dapat!"
Semua orang-orang kepercayaan Rangga sudah menyebar untuk mencari keberadaan Kaisar. Mereka tidak ingin mengecewakan Rangga, karena selama ini Rangga sudah sangat baik kepada mereka.
Salah seorang dari mereka menghubungi Rangga yang masih bersantai dengan istri tercintanya. Pembicaraan di sambungan telepon.
"Malam pak, maaf kami sudah lalai menjaga tawanan dan sekarang Kaisar kabur pak," Ucap Son yang ditugaskan mengubungi Rangga.
"Apa … kabur?! Cepat cari sampai dapat! Aku akan segera mencari bantuan," Sahut Rangga dengan rasa terkejut yang tidak bisa dia sembunyikan.
❤️❤️❤️
Waduh gawat niih, ayo bantuin nyari Kaisar pemirsaahh ...
__ADS_1
Yuukk like nya, komen, vote dan hadiahnya yaaa, tengkyuuuhh pemirsaaahh.
❤️❤️❤️😱😱🌹🌹🌹