KARMA : Sang Pemburu Wanita Di MEDSOS

KARMA : Sang Pemburu Wanita Di MEDSOS
Bab 56 TERTANGKAP BASAH


__ADS_3

Reisya meminta video call, dan Tomi jelas menolak. Bakal ketahuan aksinya.Tomi beralasan hapenya suka mati sendiri kalau buat video call.


Reisya yang gampang sekali tergoda, apalagi oleh berondong, menurut saja apa kata Tomi.


Tomi meminta Reisya self service sambil direkam. Tomi juga meminta pose-pose seronok lainnya hingga membuat suara ******* Reisya terdengar sampai ke ruang tamu.


Setengah mati Tomi menahan tawanya. Bukan cuma karena mendengar suara erangan Reisya yang membahana, tapi juga menyaksikan video yang dikirimkan Reisya.


Di kamar Rasyid, Reisya semakin tak bisa menahan gairahnya. Dia terus melakukan self servise hingga tak sadar suara motor Rasyid yang datang.


Tomi memberi kode pada Rasyid dan Laras untuk tak bersuara. Lalu Tomi menunjuk ke arah kamar Rasyid.


Rasyid dan Laras mendengar suara wanita mendesah dan mengerang dari dalam kamar.


"Ada apa?" tanya Rasyid perlahan.


Tomi memperlihatkan chat inbox-nya dengan Reisya. Juga foto dan video yang barusan di kirimkan Reisya.


Mata Rasyid langsung terbelalak. Rasyid tak mengira wanita yang semalaman telah ditidurinya sekarang sedang kencan buta dengan calon menantunya.


Laras juga tak kalah terkejutnya. Dia yang semalam melihat dengan mata kepala sendiri ayahnya bergulat dengan Reisya, sekarang wanita itu sedang self servis karena dikerjai calon suaminya.


Darah Rasyid mendidih. Bukan karena cemburu, karena tak ada cinta sedikitpun untuk Reisya.Dia hanya malu pada Tomi dan juga Laras. Wanita yang dikencaninya ternyata hanya seorang jablay tua.


Rasyid melakukannya semalam karena diberi kesempatan. Ibaratnya kucing dikasih ikan, mana mungkin menolak.


Rasyid berjalan dengan penuh amarah ke arah kamarnya. Lalu dengan sekali gebrakan, pintu kamarnya jebol.


Dan terpampanglah pemandangan yang tak senonoh. Reisya sedang terlentang di atas tempat tidur tanpa sehelai benangpun.


Tomi dan Laras yang berada di belakang Rasyid pun terbelalak. Reisya sudah seperti gajah yang sedang terkapar.


"Reisya! Apa yang kamu lakukan, hah?" teriak Rasyid.


Reisya segera bangkit dengan susah payah. Lalu mencari apa saja untuk menutupi tubuh polosnya.


"Bang Kahlil..." Reisya menutupi tubuhnya dengan bantal. Dia sangat malu karena di belakang Rasyid berdiri ada Laras juga Tomi.


"Bagus kamu ya! Dasar wanita gatel! Keluar kau dari kamarku!" usir Rasyid.


"Maafkan aku, Bang. Aku....aku sedang kepingin, ta...tapi Abang lama banget pulangnya," sahut Reisya berbohong.


"Terus kamu kencan sama berondong? Dan melakukannya, hah?" bentak Rasyid.


"Eng...enggak, Bang. Aku melakukannya sendiri," jawab Reisya.

__ADS_1


"Enggak usah bohong! Kamu pikir aku enggak tau?" Rasyid mendekat lalu mengambil hape Reisya yang masih pada mode merekam video.


"Jangan, Bang!" Reisya berusaha merebut hapenya. Rasyid menjauhkannya.


"Ini apa, hah!" Rasyid membuka aplikasi chat inbox milik akun Reisya.


Reisya menundukan kepalanya. Dia tak bisa lagi mengelak.


"Sekarang, pakai bajumu dan segera pergi dari rumahku. Menjijikan!" seru Rasyid. Dia tak sadar, kalau perbuatannya semalam dengan Reisya juga lebih menjijikan lagi.


Reisya berusaha turun dari tempat tidur. Lalu mencari pakaiannya yang bertebaran. Dia tak peduli lagi pada Tomi dan Laras yang memperhatikannya.


Bahkan dia tak sadar kalau diam-diam, Tomi merekam semua kejadian itu. Dari mulai saat Rasyid mendobrak pintu kamar.


Setelah selesai berpakaian, Rasyid melemparkan hape Reisya ke tempat tidur. Lalu pergi meninggalkan kamarnya. Dia masuk ke kamar Laras dan menguncinya dari dalam.


Tomi menatap Reisya dengan pandangan melecehkan. Reisya membalas tatapan Tomi dengan penuh kebencian.


Aku akan menguras uangmu dengan caraku, Reisya! Tomi tersenyum penuh kemenangan. Lalu menarik tangan Laras agar memberi jalan pada Reisya yang akan keluar kamar.


Dengan langkah lunglai, Reisya pergi meninggalkan rumah Rasyid. Dia benar-benar merasa kesal sekaligus malu.


Dia juga merasa sangat bodoh karena begitu mudahnya dirayu sebuah akun yang menamakan dirinya David.


"Makasih, Sayang." Laras mencium pipi Tomi.


"Iya, Cinta," balas Tomi. Lalu mengecup bibir Laras sekilas.


"Kamu kok iseng banget sih sama tante Reisya? Jangan-jangan kamu naksir dia ya?" tanya Laras.


"Naksir? Kayak enggak ada wanita lain aja!" Tomi mencubit pipi Laras dengan gemas.


"Lha itu, dia sampai mau mengirimkan foto dan video jorok?" tanya Laras lagi.


"Dianya aja yang gatel. Aku tuh tadi sempat kesal sama dia. Dia menghina aku dan menuduhku hanya main-main sama kamu," sahut Tomi ditambah-tambahi.


"Menghina bagaimana?" Laras mengerutkan dahinya.


"Dia bilang motorku butut. Apalagi saat dia juga bilang motor ayahmu lebih butut lagi, aku merasa sangat kesal. Terus saat dia masuk ke kamar, aku kerjain aja," sahut Tomi lagi.


"Memangnya kalian berteman?" Setahu Laras, Tomi tak berteman dengan Reisya.


"Enggak. Baru aja aku add karena aku memang berniat mengerjainya. Dan ternyata berhasil kan? Ayah kamu jadi tahu, wanita seperti apa yang bakal jadi istrinya," jawab Tomi.


"Jadi istri ayah?" tanya Laras tak mengerti.

__ADS_1


"Iya. Dia bilang begitu. Calon ibu kamu."


"Iih, enggak mau aku punya ibu kayak dia. Makannya banyak! Mana murahan banget, lagi. Hiih!" Laras mengedikan bahunya.


"Ya udah. Yang penting, dia udah kebuka kedoknya. Kamu enggak bakalan punya ibu tiri macam dia," ucap Tomi.


"Iya. Lagi pula, entar dia menggodain kamu terus," sahut Laras.


Tomi tertawa terbahak-bahak.


"Kamu pikir aku nafsu melihatnya? Lihat badannya yang segede gajah aja aku udah ngeri!"


Tapi ayahku menyukainya. Semalam aku melihat mereka saling memuaskan. Batin Laras.


"Kamu beli apa, tadi?" tanya Tomi mengalihkan pembicaraan. Dia tak mau Laras terus membicarakan tentang Reisya dan bakal mengetahui kalau dia pakai akun lain untuk mengerjai Reisya.


"Beli lontong sayur. Kita makan, yuk," ajak Reisya.


"Kamu aja. Aku udah sarapan tadi di rumah," sahut Tomi.


"Mm. Sarapan apa?" tanya Laras.


"Cuma nasi goreng sea food kesukaanku. Ibuku selalu memasakan makanan kesukaanku," jawab Tomi berbohong. Padahal nasi goreng yang dibuat ibunya hanya dari nasi sisa kemarin yang di goreng dengan bumbu seadanya.


"Enak ya, kamu masih punya ibu. Bisa dimasakin tiap hari," ucap Laras dengan sedih. Dia sudah kehilangan sosok ibu sejak Rasyid mengusir ibunya pergi dari rumah kontrakannya yang lalu.


"Nanti juga ibuku bakal jadi ibu kamu juga. Dan kamu, akan jadi ibu buat anak-anak kita." Tomi berusaha menghibur Laras. Laras tersenyum senang, karena bakal punya ibu lagi.


"Ras, aku numpang ke kamar mandi ya?"


"Iya. Udah tau tempatnya kan?" tanya Laras.


Tomi mengangguk, lalu berjalan ke kamar mandi.


Tring.


Hape Tomi berbunyi. Laras melihat ada pesan masuk lewat inbox dari akun Reisya. Laras tak bisa membukanya karena hape Tomi dikunci.


Laras tidak berfikir macam-macam, sampai kemudian dia yang penasaran dengan akun Reisya membuka daftar pertemanan Tomi.


Di akun Tomi, Laras tak menemukan nama Reisya. Tapi jelas-jelas tadi Reisya mengirimkan inbox. Dan Tomi juga mengakui barusan berteman dengan Reisya. Kenapa tak ada nama Reisya?


"Kamu punya akun lain, Tom?" tanya Laras setelah Tomi kembali dari kamar mandi.


Tomi hanya diam tanpa bisa menjawab. Ah, ketauan deh, gumam Tomi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2