Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 10


__ADS_3

"Kalau bukan karena Candra aku pasti tidak seperti ini mah, aku pasti akan jauh lebih liar." ucap Anisa.


"Baiklah-baiklah, tapi mamah lihat-lihat Candra itu bukan pria yang baik." ucap mamah Anisa.


"Mamah tidak tau akan tentang Candra. Sedangkan anak Mamah sendiri saja Mamah tidak tau." ucap Anisa.


Keesokan harinya...


"Pagi semua nya.. Pelajaran belum di mulai kan?" ucap Anisa dengan santai masuk ke kelas sementara dia sudah telat Tiga puluh menit.


Semua mata tertuju kepada nya. "Kenapa kalian semua menatap ku seperti itu? Apa ada yang salah pada ku?" ucap Anisa.


Mereka semua tidak bisa mengatakan apapun. "Pagi Putri.. Aku gak telat kan? pak Guru yang ngeselin itu belum datang kan?" ucap Anisa.


"Kamu lihat ini sudah jam berapa?" ucap Putri dengan kesal. "Iyah-iyah aku tau. Tapi pak Dika belum masuk ke kelas kan?" ucap Anisa lagi.


"Pak Dika tidak masuk karena dia sakit. Guru lain datang ke sini dan memberikan tugas yang begitu banyak sehingga semua orang merasa kesal." ucap Putri.


"Bagus dong kalau begitu, kita semua tidak perlu mendengar kan Omelan bapak itu " ucap Anisa. Putri hanya bisa menghela nafas panjang.


"Aku bisa pulang sekarang kalau begitu, aku serahkan tugas ku pada mu." ucap Anisa.


Dia mau keluar dari kelas namun di panggil oleh guru.


"Anisa kamu mau kemana?" tanya Bu guru. Anisa diam.


"Ikut dengan saya." Anisa mengikuti guru itu ke kantor.


"Pak Dika demam di rumah nya sekarang itu sebabnya dia tidak bisa hadir hari ini. Kami mendapatkan laporan kalau pak Dika demam sebab kembali dari rumah kamu hujan-hujanan." ucap guru.


"Lalu?" tanya Anisa. "Pak Dika hanya sendiri. Kamu harus mengurus nya sampai sembuh sebagai murid yang bertanggung jawab." ucap guru.


"Loh kok gitu Bu? Yang meminta pak Dika ke rumah saya bukan saya. Salah dia sendiri dong." ucap Anisa.


"Tidak ada penolakan kamu harus meminta maaf juga pada pak Dika." ucap guru itu lagi.


"Ini alamat nya." ucap guru .


"Gak bisa gini dong Bu, aku masih banyak urusan." ucap Anisa namun guru sudah terlanjur pergi.


"Aarhhhh..." ucap Anisa dengan kesal. Terpaksa dia harus pergi menemui Guru nya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah bangunan yang begitu mewah.


"Apartemen? Apa Pak Dika tinggal di sini? Masa sih hanya guru biasa bisa tinggal di sini?" ucap Anisa.


Dia masuk dan Menuju ke lantai yang tertulis di alamat.


"Tunggu dulu deh, aku menjenguk orang sakit seharusnya aku membawa buah atau makanan. Setidaknya tidak menunjukkan aku tidak suka pada nya." batin Anisa.


Dia turun mencari buah-buahan dan juga Minum yang khusus untuk orang sakit.


Sampai di lantai tersebut dia berdiri di depan pintu.


"Semoga saja tidak salah, mungkin dia menumpang bersama teman nya di sini." batin Anisa.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Bunyi ketukan pintu. Beberapa kali mengetuk namun tidak ada yang membuka.


"Dia sakit pasti dia tidak bisa bergerak. Mungkin dia sakit seperti orang mati." batin Anisa. Dia mencoba membuka pintu dan ternyata Benar saja tidak di kunci.


"Permisi..." ucap nya sambil masuk ke dalam. Anisa melihat apartemen yang sangat besar dan mewah itu tidak ada orang satu pun di dalam.


"Pak Dika...." Anisa memanggil namun tidak ada sautan dari dalam. Anisa meletakkan barang-barang nya di atas meja.


"Aku tidak salah tempat kan? " ucap Anisa. Dia memastikan kalau itu adalah apartemen Dika. Setelah melihat satu foto Dika akhirnya dia percaya.


"Pak Dika.." Panggil Anisa. Dika membuka mata nya dia melihat ke arah Anisa.


"Ngapain kamu ke sini?" ucap Dika dengan suara yang begitu serak.


"Saya di suruh Bu Tina Ke sini melihat keadaan bapak." ucap Anisa dengan Judes. "Bapak yang datang sendiri ke rumah dan pulang hujan-hujanan, saya yang harus repot-repot seperti ini " ucap Anisa.


Pak Dika berusaha untuk duduk.


"Saya tidak meminta kamu datang ke sini, kalau kamu tidak mau di sini sebaik nya kamu pergi." ucap Dika sambil batuk-batuk.


"Bapak gak punya hati banget sih! Bisa-bisa saya sudah di sini bapak Malah mengusir saya!" ucap Anisa.


Dika mau minum namun air di dalam gelas tidak ada.


"Kamu bisa mengambil kan saya minum?" ucap Dika.


ambil saja sendiri! bukan nya bapak tidak menginginkan saya di sini?" ucap Anisa.

__ADS_1


Dika menghela nafas panjang, dia mau turun dari kasur saja tidak berdaya, namun dia harus minum agar tenggorokan nya tidak kering.


Baru berjalan beberapa langkah dia sudah hampir jatuh. Untung saja langsung berpegangan di kursi. Anisa juga panik dia langsung berdiri dan membantu Dika.


"Payah sekali!" ucap Anisa dengan kesal mengambil gelas dan keluar


Tidak beberapa lama kembali membawa minuman dan buah yang sudah di kupas.


"Saya membawa ini untuk bapak." ucap Anisa. Dika hanya diam.


"Saya akan merawat bapak sampai sembuh. kalau tidak saya akan terkena masalah." ucap Anisa dengan tidak ikhlas.


Dika lebih banyak diam. Anisa melihat kamar Dika yang terlihat sangat rapi, bersih dan Wangi.


"Bapak kenapa bisa tinggal di sini? Apakah ini milik salah satu teman bapak yang kaya?" ucap Anisa. Dika menatap Anisa.


"Kamu kenapa berbicara seperti itu?" tanya Dika.


"Ya iyalah mana mungkin guru biasa seperti bapak bisa menyewa apartemen atau membeli nya." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Buah yang kamu bawa manis juga." ucap Dika.


"Iyalah manis, saya membeli nya di toko Buah yang mahal-mahal." ucap Anisa dengan sombong.


Lagi-lagi Dika harus menghela nafas panjang menghadapi kesombongan Anisa.


"Kenapa kamu tidak sekolah?" ucap Dika lagi.


"sudah jelas-jelas saya di suruh ke sini, untuk mengurus bapak." ucap Anisa.


"Kamu pasti membuat ulah di sekolah itu sebabnya guru meminta kamu ke sini." ucap Dika.


"Seharusnya aku sekarang bisa menonton dan tidur di rumah bukan malah mengurus orang sakit seperti ini!" ucap Anisa.


"Hufff sudah lah tidak perlu membahas nya lagi." ucap Anisa. Mereka berdua diam. Tiba-tiba perut Anisa bunyi tanda lapar karena dia belum makan dari pagi tadi.


Dika menoleh ke arah Anisa.


"Kenapa kamu belum makan?"tanya Dika.


"Siapa yang gak Makan? aku sudah makan, perut ku memang suka bunyi seperti ini." ucap Anisa namun tiba-tiba bunyi lagi membuat Anisa kesal.

__ADS_1


"Hufff nih perut ngapain bunyi segala sih?"batin Anisa.


"sebaiknya kamu Makan dulu." Ucap Dika.


__ADS_2