Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 101


__ADS_3

Anisa menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu, aku siap-siap Dulu." ucap Anisa. Dika menganguk.


Setelah Anisa masuk ke kamar. Dika bersandar di sofa.


"Huff ini benar-benar sangat sakit sekali. seperti nya kak


Marsel tidak menyukai aku dekat dengan Anisa." batin Dika dalam hati.


Dia mengobati luka nya sendiri. Tidak beberapa lama Anisa Turun ke bawah dia melihat Dika berbaring di sofa.


"Kak aku pergi dulu yah." ucap Anisa.


Dika menganguk setelah Anisa pergi akhirnya dia bisa berbaring dengan nyaman di sofa.


Anisa masuk ke dalam mobil nya.


"Kenapa aku tidak tega meninggalkan kak Dika yah? Apa aku tidak perlu pergi saja?" batin Anisa.


"Huff tapi teman-teman ku menunggu, mereka pasti marah kalau aku tidak datang." batin Anisa.


Anisa tetap saja pergi walaupun Sebenarnya dia Sangat ragu meninggalkan Dika.


Setelah sampai di tempat perjanjian mereka sebelum nya ternyata semua teman-teman nya sudah berkumpul.


"Maaf yah teman-teman. Aku telat datang karena ada masalah mendadak tadi." ucap Anisa langsung duduk di kursinya.


"Iyah gak apa-apa, seorang Anisa kalau tidak telat datang bukan Anisa namanya." ucap teman nya lagi.


"Bukan seperti itu." ucap Anisa. Mereka semua tertawa.


"Huff sialan! kalian mengajak ku bertemu dan berkumpul di sini hanya untuk meledek ku dan menertawakan aku!" ucap Anisa.


"Bukan.. Kami hanya bercanda kok, kamu baperan banget." ucap teman Anisa.


Anisa menghela nafas panjang melihat teman nya itu.


"Kamu mengundang kamu ke sini ingin memberikan kejutan pada kamu." ucap teman nya.


"Kejutan? Kejutan apa?" tanya Anisa.


"Kamu tutup mata dulu." ucap teman nya. Anisa menggeleng kan kepala nya karena takut dan isengin.


"Sudah lah ikut saja, kami tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh kok." ucap teman nya.

__ADS_1


Akhirnya Anisa mau di tutup mata nya. "Buruan dong, apa sih kejutan nya?" tanya Anisa. ", Ikut jalan saja." ucap teman nya. Anisa Terus berjalan ke tempat yang sudah arah kan oleh teman nya.


Tiba-tiba berhenti.


"Sudah sampai kan?" tanya Anisa.


"Sudah. Tapi kamu tunggu sebentar, bukan kami yang membuka nya tapi harus kamu sendiri." ucap teman nya.


"Huff aku belum ulang'tahun namun sudah di berikan kejutan saja." ucap Anisa.


"Satu... Dua.. Tiga..." Anisa langsung membuka ikatan mata nya. Perlahan dia membuka matanya satu persatu agar tidak terlalu terkejut.


Dan baru saja membuka mata dia sangat terkejut melihat seseorang yang di depan nya.


Semua orang bertepuk tangan dan tersenyum.


"Candra.." ucap Anisa. Candra datang membawakan bunga untuk Anisa.


Semua orang tertawa bahagia, sementara Anisa memasang wajah kaget, tidak bahagia sama sekali justru dia takut dan juga bingung.


"Aku sangat merindukan kamu Anisa, Maaf aku sudah hilang Tampa kabar beberapa bulan." ucap Candra.


"Kamu sangat jahat! kamu jahat! Kamu tidak memikirkan perasaan ku sama sekali, aku sangat membenci kamu." ucap Anisa.


"Kenapa kamu kembali lagi? Bukan nya aku tidak penting lagi untuk kamu?" ucap Anisa.


Candra menggeleng kan kepala nya. "Bukan seperti itu sayang, karena kamu sangat berharga dan sangat aku cintai itu sebab nya aku pulang dan bertemu kamu di sini." ucap Candra.


"bolehkan aku memeluk kamu? Aku sudah sangat merindukan kamu." ucap Candra. Anisa tersenyum dan mengangguk mereka langsung berpelukan.


Tadi teman-teman nya sudah sangat tegang sekarang Mereka sudah ikut bahagia dan bertepuk tangan.


Candra memeluk Anisa begitu erat sekali. setelah itu melepaskan nya. "Jangan menangis." ucap Candra menghapus air mata Anisa.


Mereka duduk di kursi yang berbeda, Candra menatap wajah Anisa yang tidak berani menatap nya dari tadi.


"Kamu sedang memikirkan apa? Kenapa dari tadi kamu kebanyakan diam, kamu juga tidak mau menatap ku." ucap Candra.


Anisa menatap Candra.


"Tidak apa-apa kok." ucap Anisa. Candra menghela nafas panjang.


"Aku tau kalau sebenernya kamu masih marah sama aku, tapi kamu harus tau kalau aku tidak bermaksud membuat kamu khawatir." ucap Candra. Anisa menatap Candra lagi.


"Jadi selama ini maksud kamu apa? Apa maksud kamu lost kontak dari aku? atau kamu sudah memiliki perempuan lain? Atau bisa jadi aku tidak penting lagi untuk kamu?" tanya Anisa.

__ADS_1


"Anisa... Aku mohon jangan salah paham, jangan berfikir yang aneh-aneh seperti itu." ucap Candra.


"Bagaimana aku tidak berfikir yang aneh-aneh? Kamu menghilang beberapa Bulan, tidak mengabari aku sama sekali. Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku?" tanya Anisa.


Candra mau memeluk Anisa namun Anisa menepis nya.


"Jawab Dulu pertanyaan ku, kamu dari mana? Kenapa kamu tidak pernah mengabari aku?" tanya Anisa.


"Aku tidak bisa memberi tau kamu sekarang Anisa.," ucap Candra.


Anisa menghela nafas panjang. "Baik lah kalau kamu tidak mau ngasih tau ke aku." ucap Anisa berdiri mau pergi namun di tahan oleh Candra.


"Anisa..." ucap Candra. Anisa menoleh ke arah Candra.


"Aku mohon jangan pergi dulu, aku sangat merindukan kamu." ucap Candra.


Anisa tidak tega meninggalkan Candra, namun dia juga masih sangat marah kepada Candra.


Candra menarik tangan Anisa agar kembali duduk di kursi nya.


Candra memegang kedua tangan Anisa.


"Aku hanya tiga hari di sini, aku ingin membuat waktu ku ini khusus bersama kamu." ucap Candra.


"Kamu jangan marah sama aku lagi yah." ucap Candra.


"Bagaimana aku tidak marah? Kamu sama sekali belum memberikan jawaban apa-apa kenapa kamu tidak memberikan kabar kepada ku." ucap Anisa.


"Orang tua ku melarang aku memiliki kekasih Selain dari pilihan mereka sendiri. aku tidak bisa membantah kata-kata mereka." ucap Candra.


"Apa itu arti nya kamu di jodohkan dengan pilihan mereka?" tanya Anisa.


"belum.. karena aku tidak mau, mereka belum tau kamu seperti apa, mereka berfikir aku berpacaran dengan perempuan liar, perempuan yang tidak naik latar belakang nya." ucap Candra.


"Aku tidak ingin Membantah orang tua ku, Tapi aku juga tidak ingin kehilangan kamu, aku akan terus menyakinkan kedua orang tua ku tentang hubungan kita." ucap Candra.


Anisa terdiam sejenak.


"Malam ini kamu ikut dengan ku yah, aku sangat merindukan kamu, aku tidak ingin jauh-jauh dari kamu." ucap Candra.


"Tapi..."


"Aku tidak menerima alasan." ucap Candra. Anisa tidak sempat menolak.


Setelah selesai makan dari sana Candra dan Anisa pulang ke penginapan Candra. Sebenarnya Candra ingin kembali ke rumah nya namun takut dia di laporkan kepada orang tua nya membawa Anisa.

__ADS_1


__ADS_2