
Arya menghela nafas panjang. "Kamu, Anisa adalah teman ku, wajar lah jika aku seperti itu.' ucap Arya.
Putri tersenyum. Tidak beberapa lama Anisa kembali.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa sangat serius sekali?" tanya Anisa duduk di depan Arya.
"Enggak ada kok, aku hanya membahas soal tugas dengan Arya." ucap Putri.
"Oohh begitu ya udah nih untuk kamu, nih untuk Arya." ucap Anisa.
Mereka makan jajanan yang di bawa oleh Anisa sambil bercerita tentang Anisa.
Jam sudah menunjukkan waktu nya pulang sekolah..Anisa di panggil ke ruangan guru sebentar. Putri dan Arya penasaran kenapa Anisa di panggil.
Mereka berdua menunggu di depan dengan sangat penasaran sekali.
Tidak beberapa lama Anisa keluar. "Ada apa Anisa kamu di panggil ke dalam?" tanya Putri.
"Oohh itu, aku di suruh ngasih ini ke kak Dika." ucap Anisa.
"Ini apa?" tanya Putri.
"Data-data kak Dika. Dia sudah resmi keluar dari sini." ucap Anisa. "Hanya ini saja kan? Kamu gak di apa-apa in kan sama mereka?" tanya Putri.
"Enggak ada kok, ibu guru dan semua yang ada di dalam mendukung hubungan ku dengan Kak Dika, karena mereka tau aku bisa seperti sekarang ini karena Kak Dika." ucap Anisa.
"Huff bagus deh kalau begitu." ucap Putri.
"Ya udah kalau begitu kami pulang dulu yah." ucap Arya. "Iyah, sampai jumpa besok yah." ucap Anisa sambil melambaikan tangan nya.
"Ngapain kamu ngajak aku? pergi aja sendiri." ucap Putri. Arya menghela nafas panjang. "Ayo buruan. Nanti ayah kamu bisa marah.'' ucap Arya.
Putri tidak mau. Namun Arya memaksa nya. Anisa hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua selalu berdebat.
Di dalam mobil Putri memasang wajah kesalnya kepada Arya.
"Kamu jangan cemberut gitu dong." ucap Arya. "Suka-suka aku lah." ucap Putri. Arya menghela nafas panjang.
Sementara Anisa berjalan keluar dia melihat mobil nya ada di parkiran. Dia mendekati nya dan masuk ke dalam.
Ternyata Dika ada di dalam dan ketiduran. "Ya ampun kenapa dia tidak pulang saja kalau mengantuk, malah ketiduran di dalam mobil." ucap Anisa sambil tersenyum.
Dia mendekati Dika menatap nya lebih dekat. "Sayang..." panggil Anisa. Dika perlahan membuka mata nya.
"Hummm?" dia melihat Anisa sudah di depan mata nya.
__ADS_1
"Kenapa kakak tidur di dalam mobil? sudah berapa lama kakak menunggu ku di sini?" tanya Anisa.
Dika melingkar kan tangan nya di pinggang Anisa sambil memasang wajah manja.
"Humm tidak begitu lama sayang... Kamu sudah lama di sini?" tanya Dika..Anisa menggeleng kan kepala nya.
Anisa mencium pipi Dika. "Kakak bangun lah, ini waktu nya untuk pulang, kasihan Tri di rumah sendirian." ucap Anisa.
Dika mengangguk dia menegakkan Kursi. "Kakak sudah makan siang belum?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Kita makan di rumah saja." ucap Dika.
"Oohh ya udah kalau begitu." ucap Anisa.
"Bagaimana hari ini di sekolah?" tanya Dika. Anisa tersenyum dia menggeleng kan kepala nya.
"Cukup melelahkan, namun sekarang aku tidak lelah karena sudah bertemu dengan kakak." ucap Anisa. Dika tersenyum.
Dia menggandeng tangan Anisa dan mencium punggung tangan Anisa.
"Loh-loh kok kamu melewati rumah ku sih? Ini sudah lewat." ucap Putri kepada Arya.
"ngapain? Aku tidak mau, tinggal kan aku di sini!" ucap Putri.
"Orang tua ku meminta kamu datang, apa salah nya hanya datang berkunjung sebentar saja." ucap Arya.
"Gak mau, aku gak mau! Turun kan aku." ucap Putri berontak.
Karena dia meminta Arya berhenti dia pun langsung berhenti dari pada celaka. "kamu tidak ngomong dari awal kalau kamu mau bawa aku ke rumah kamu." ucap Putri.
"Kalau aku ngomong kamu tidak akan mau, aku memaksa kamu agar aku bisa membawa kamu ke rumah." ucap Arya. Putri menggeleng kan kepala nya.
"Sebaik nya aku turun di sini saja, lagian tidak jauh. Kamu pergi lah pulang." ucap Putri langsung pergi dari mobil.
Arya menghela nafas panjang. "Putri... kenapa sangat sulit membuat kamu tertarik kepada ku? Kenapa sangat sulit juga ngomong kalau aku suka sama kamu?" ucap Arya sambil mengacak-acak rambut nya.
"Dia hanya bisa membuat ku kesal, aku tidak akan mau berteman dengan dia lagi." ucap Putri.
"Aku rasa mendapatkan Putri adalah mimpi yang tidak mungkin pernah terjadi, sebaiknya aku memikirkan untuk mundur saja, aku harus membuang rasa ini jauh-jauh." ucap Arya.
Anisa Dan Dika baru saja sampai di rumah. Dan ternyata Marsel juga baru sampai.
"Loh kak Marsel datang lagi?" tanya Anisa kaget.
__ADS_1
"Kakak tidak jadi pulang tadi malan, kakak menginap di hotel." ucap Marsel.
"Lalu kenapa kakak kembali lagi?" tanya Anisa.
"Sebelum kakak pulang, kakak akan mengantar kan Tri terlebih dahulu ke toko Kue." ucap Marsel.
"Loh bukannya aku saja kak? Aku tidak ingin merepotkan kakak." ucap Anisa.
"Tidak apa-apa, kalau kamu mau ikut ayo." ucap Marsel.
"Tidak lah kak, aku sudah sangat lelah, lagian Kak Dika belum Makan, kasian dia dari tadi menunggu ku Sampai kelaparan." ucap Anisa.
Tidak beberapa lama Tri keluar.
Marsel melihat penampilan Tri.
"Akhirnya bapak datang juga, aku sudah sangat lama menunggu bapak." ucap Tri.
"Apa-apaan dengan penampilan kamu ini? Tidak mungkin saya membawa kamu dengan penampilan seperti ini." ucap Marsel.
"Ini sudah paling baik baju saya pak." ucap Tri. "Anisa tolong bantu dia menukar baju nya." ucap Marsel.
"Tri dari Dulu sudah seperti ini kak, kalau tidak di terima dia bisa bekerja dengan saya." ucap Dika.
"Bekerja dengan kamu tidak lah mungkin, biar dia lebih mengenal dunia di sini." ucap Marsel.
Dika sebenernya bingung dengan Marsel yang terlihat menginginkan Tri tapi tidak suka dengan Tri.
Namun Dika tidak bisa menentang demi Anisa, karena dia harus memperjuangkan restu Marsel.
tidak beberapa lama selesai juga, Tri keluar.
"Bagaimana kak? sudah bagus kan?" tanya Anisa. Tri datang berjalan di samping nya.
Dika dan Marsel kaget dengan penampilan Tri yang sangat feminim.
"Kenapa semakin mirip dengan almarhum ibu waktu muda." batin Marsel.
"Sudah bagus belum kak?" tanya Anisa lagi. "Lumayan. Ini harus di perbaiki lagi." ucap Marsel.
"Kamu sangat cantik seperti ini Tri, saya yakin kamu pasti menemukan Laki-laki pendamping hidup dengan cepat kalau seperti ini." ucap Dika.
"Sstt kakak ngomong apa sih? Gak enak di dengar sama kak Marsel." ucap Anisa.
"Ah tuan Dika bisa saja, mana mungkin ada yang mau sama aku." ucap Tri.
__ADS_1