
"Dari mana kamu tau? Kamu belum tau kan kalau saya memiliki banyak perempuan di luar Sana." ucap Marsel sambil menunjuk kan foto nya bersama perempuan-perempuan cantik.
"Mereka sangat cantik." ucap Marsel.
"Kalau begitu kenapa bapak tidak membayar mereka saja menjadi pacar bapak?" ucap Tri.
"Saya menyukai kamu, saya jatuh cinta kepada kamu, saya tidak menganggap kamu pacar bayaran saya, tapi pacar sungguhan saya." ucap Marsel.
Tri menggeleng kan kepala nya. "Hanya satu bulan. Setelah itu tidak ada lagi. Bapak juga harus segera keluar dari sini." ucap Tri.
"Kenapa kamu mengusir saya? Ini apartemen saya." ucap Marsel.
"Kalau begitu aku yang akan pindah dari sini, mungkin aku akan kembali ke kota ku lagi." ucap Tri.
Marsel menggeleng kan kepala nya. "Tidak semudah itu!" ucap Marsel.
Tidak beberapa lama akhirnya Anisa dan juga Dika sampai di alamat yang di berikan oleh ketua yayasan itu.
"Ini adalah alamat nya kak." ucap Anisa. Dika melihat rumah besar putih seperti desain rumah nya dulu bersama mantan istri nya.
"Kenapa kakak diam saja? ayo turun." ajak Anisa. Dika mengangguk dia turun bersama Anisa dari dalam mobil.
"Permisi Pak." ucap security yang melihat mereka melewati gerbang masuk ke rumah.
"Mau mencari siapa yah pak?" tanya Security itu.
"Mau bertemu dengan Lita. Apa benar ini rumah nya Lita?" tanya Dika.
"Oohh Bu Lita. Iyah benar ini rumah nya Bu Lita. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Security.
"Kamu mau bertemu dengan Pemilik rumah ini." ucap Dika.
"Tunggu sebentar yah Pak, saya tanya dulu apa Bu Lita menerima tamu." ucap security. Dika dan Anisa menginyakan.
Security berbicara sebentar melalui telpon nya dengan bos nya.
"Mari saya antar pak. Mbak." ucap Security kepada Dika karena sudah di ijinkan masuk.
Dika dan Anisa mengikuti security. "Silahkan duduk pak, mungkin Bu Lita akan turun sebentar lagi." ucap Security.
"Rumah mantan istri kak Dika ternyata besar dan mewah." batin Anisa.
"Huff sebenarnya aku sangat deg-degan, tapi karena penasaran aku harus berpura-pura kuat." ucap Anisa dalam hati.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Lita mantan istri Dika turun bersama Boni.
"Om Dika..." ucap Boni berlari memeluk Dika. Dika berbalik melihat Boni dan langsung memeluk nya. Anisa juga langsung memeluk Boni.
"Kami sangat merindukan kamu sayang." ucap Dika.
"Aku juga sangat merindukan Om dan Juga Tante. Kenapa Om sama Tante sangat lama datang?" tanya Boni.
"Maafin Om yah." ucap Dika.
"Ternyata kamu dengan Boni sudah berhubungan?" ucap Lita. Dika menoleh ke arah Perempuan cantik yang sama sekali tidak asing di mata Dika.
Setelah beberapa tahun akhirnya mereka bertemu lagi.
"Ini semua karena kamu! Kamu membawa kabur Boni dan meninggalkan nya di Panti asuhan." ucap Dika.
"Aku melakukan itu semua karena kamu! Kamu tidak perduli kepada ku. Aku tidak sanggup mengurus Boni sendirian kala itu." ucap Lita.
"Kamu meninggalkan Boni karena laki-laki bukan karena tidak sanggup, kamu pergi meninggalkan aku karena laki-laki juga." ucap Dika.
Lita menggeleng kan kepala nya.
"Kamu jangan salah paham, itu tidak lah benar." ucap Lita.
"Orang yang kamu panggil Om ini adalah Papah kandung kamu nak, dia tidak pernah memperdulikan kita dari dulu." ucap Lita.
"Lita jaga mulut mu! Boni tidak akan mengerti." ucap Dika.
"Itu lah kenyataan nya, aku tau aku hanya di jodohkan dengan kamu, tapi aku mencintai kamu dengan tulus. Namun kamu sama sekali tidak pernah memperdulikan aku. Aku hamil Sampai melahirkan kamu tidak ada." ucap Lita.
Dika diam, dia tidak bisa mengatakan apapun karena yang di katakan oleh Lita benar.
"Aku senang akhirnya kita bertemu, aku senang kalau kamu perduli dengan anak kita." ucap Lita.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Aku ingin kamu memberikan Boni kepada ku, aku tidak yakin dia bersama kamu. Aku takut kamu akan membuang nya lagi." ucap Dika.
Lita menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah berjanji kepada diri ku sendiri kalau aku sudah sukses bisa berdiri di kaki sendiri aku akan mengambil Boni dan mengurus nya sampai dewasa." ucap Lita.
"Kau tidak percaya, kamu pasti berniatan lain kan?" ucap Dika.
"Terserah apa kata kamu, namun aku dengan Boni sudah hidup bahagia di sini." ucap Lita.
Dika menoleh ke arah Boni. "Kamu mau kan ikut dengan papah?" tanya Dika. Boni diam.
__ADS_1
"Boni papah sangat mencintai kamu nak, papah minta maaf karena tidak jujur dari awal. Papah takut kamu tidak menerima nya." ucap Dika.
Boni menggeleng kan kepala nya.
"Aku sudah janji sama mamah untuk menjaga dan menemani Mamah di sini. Kalau papah ingin bersama ku dan sangat mencintai aku kenapa Papah tidak tinggal di sini bersama aku dengan mamah?" tanya Boni.
Dika menoleh ke arah Anisa hanya hanya diam saja.
"Tidak bisa nak, mamah sama papah sudah berpisah sangat lama, tidak mungkin itu terjadi." ucap Dika.
"Aku sangat sayang sama Mamah dan papah, aku tidak ingin kehilangan kalian. aku juga tidak mau di tinggal kan, aku ingin mamah dan papah bersama kalau sayang sama aku." ucap Boni.
"Boni... jangan berbicara seperti itu nak." ucap Mamah nya.
"Mamah sudah sakit, dia tidak sehat. Kasihan Mamah di sini sendirian tidak ada yang menemani." ucap Boni.
"Sakit?" tanya Dika.
"Kata dokter Mamah sakit kanker dan sudah sangat parah. Mamah tidak mau di rawat di rumah sakit. kasian mamah." ucap Boni.
"Tidak perlu menghiraukan kata-kata Boni. Dia tidak tau. Aku tidak apa-apa kok." ucap Lita. Dika terdiam sejenak.
Dia mengingat dari dulu memang Lita sudah memiliki penyakit kanker. Namun dia rasa itu tidak mungkin selama ini.
"Tidak mungkin nak, papah sudah ada Tante Anisa, papah mau menikah dengan Tante Anisa." ucap Dika. Boni menoleh ke arah Anisa.
Anisa tersenyum. "Kamu pacar nya Dika?" tanya Lita kepada Anisa. Anisa mengangguk.
"Kamu sangat cantik, aku tidak menyangka kalau Dika akan berpacaran dengan perempuan semuda kamu." ucap Lita.
Anisa hanya diam.
"Semoga hubungan kalian langgeng yah." ucap Lita. Anisa tersenyum.
"Aku ingin membawa Boni bersama ku." ucap Dika.
"Aku tidak mau Pah, aku ingin menemani mamah di sini." ucap Boni langsung memeluk mamah nya.
"Gak apa-apa nak, kamu pergi lah dengan papah kamu. Besok kamu pulang lagi ke sini." ucap mamah nya.
"Tapi mah."
"Gak apa-apa kok, Mamah sudah terbiasa sendiri di rumah." ucap Lita.
__ADS_1