
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, kami hanya membahas beberapa pelajaran." ucap Anisa. "Oohh begitu, tapi kenapa kelihatan nya kamu malu-malu?" tanya Putri lagi.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok." ucap Anisa. "Dan ini nasi goreng dari mana? Kelihatan nya enak bagi dong." ucap Putri.. Namun Anisa tidak mau membagi nya.
"Tidak boleh, kamu pasti sudah sarapan dari rumah." ucap Anisa. "Yahh kamu pelit banget sih.. Kelihatan nya enak banget." ucap Putri.
"Aku sangat lapar." ucap Anisa dengan cepat menghabiskan nya.
"Ya ampun Anisa kamu pelit banget sih, tidak biasa kamu seperti ini." ucap Putri. Anisa fokus makan. Anisa hendak minum air yang di berikan oleh Dika.
Namun tiba-tiba dia teringat botol minum itu. "Ah sudahlah." Ucap Anisa dan langsung minum.
"Mana buku bahasa Inggris yang aku minta?" tanya Putri.
Anisa membuka tas nya.
"Loh kok gak ada sih? Perasaan tadi aku masuk kan ke dalam tas ku deh." ucap Anisa mencoba mengingat lagi.
Dan ternyata tinggal di mobil Dika waktu memasuk kan bekal ke dalam tas nya.
"Ya ampun tinggal di mobil Pak Dika." ucap Anisa.
"Mobil pak Dika?" ucap Putri. Anisa Menganguk.
"Kamu tunggu di sini." ucap Anisa.
Putri kebingungan namun dia harus menyiapkan tugas nya dengan cepat.
Tidak beberapa lama pelajaran pun di mulai, Anisa tidak mau menatap Dika ketika Dika juga menatap nya. Dia memilih untuk membuang pandangan nya dan fokus kepada pelajaran.
Jam pelajaran pertama sudah selesai.
"Ayo jajan ke kantin." ajak Putri dan Arya mengajak Anisa yang sedang merapikan alat tulis nya.
"Enggak ah, kalian saja." ucap Anisa.
"Loh kenapa?" tanya Putri.
"Kamu ngapain sih sendirian di sini? Ayo ikut kita saja." ucap Putri menarik tangan Anisa.
Anisa tidak bisa menolak akhirnya dia pergi dengan teman nya itu. "Pak Dika..." Sapa Rida yang menyusul Dika ke kantor.
Dika yang sedang sibuk di kantor melihat ke arah Rida.
"Iyah ada apa?" tanya Dika.
"Hari ini mamah saya ulang tahun. Saya ingin mengundang Bapak datang di acara yang di buat oleh Mamah saya nanti malam." ucap Rida.
__ADS_1
"Tapi saya seperti nya tidak bisa." ucap Dika.
"Saya mohon Pak, ini permintaan mamah. Dia sangat ingin bertemu dengan Bapak." ucap Rida.
"Bagaimana yah.." ucap Dika bingung karena dia harus bekerja.
"Saya akan mengabari kamu nanti." ucap Dika. "Bapak seriusan?" ucap Rida, Dika menganguk.
"Kalau begitu saya minta nomor bapak, agar nanti bisa menghubungi bapak." ucap Rida sambil memberikan ponsel nya.
Dika sedikit ragu, namun dia harus cepat membuat Rida pergi agar dia bisa lanjut bekerja.
Setelah di berikan Rida tersenyum. "Terimakasih yah Pak." ucap Rida setelah itu dia pun keluar dari sana. Dika melihat keluar pintu mencari Anisa.
"Kenapa dia tidak datang menemui saya?" batin Dika.
Tidak terasa Sudah waktu nya pulang sekolah. Anisa masuk ke dalam mobil Dika terlebih dahulu.
"Ini seperti sebuah mimpi bisa memiliki pacar seorang guru dan pengusaha kaya raya." ucap Anisa memerhatikan mobil mewah milik Dika.
Dia mencubit lengan nya.
"Auhhh!!!!" Dia menjerit kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan? Kamu menyakiti diri sendiri." ucap Dika yang baru saja masuk ke dalam mobil tampa di sadari oleh Anisa.
Dika meletakkan semua barang-barang di belakang.
"Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." ucap Dika. "Oohhh..." ucap Anisa. Dika melihat Anisa.
"Apa kita langsung pulang?" tanya Dika.
"Hum langsung pulang saja, aku harus menyetir pakaian yang ada di rumah." ucap Anisa.
"Biasanya kamu memberikan kepada jas pencuci pakaian. Kenapa kamu jadi rajin seperti ini?" tanya Dika.
"Karena aku tau, bapak selalu mencuci baju Bapak sendiri, tidak ingin baju Bapak di sentuh oleh orang lain." ucap Anisa.
"Pasti Bibik yang memberi tau kepada kamu." ucap Dika. Anisa Menganguk.
"Saya tidak ingin Bibik mencuci karena dia sudah tua." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang.
"Kalau begitu kenapa bapak tidak memberikan kepada jasa pencuci pakaian?" ucap Anisa.
Dika terdiam sejenak. "Aku tau kalau barang pribadi Bapak tidak boleh di sentuh oleh orang sembarangan." ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Kenapa bapak tersenyum? apa aku salah?" ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Saya senang kamu tau itu, karena saya benar-benar tidak ingin orang lain menyentuh barang milik saya." ucap Dika.
"Apa aku juga tidak boleh menyentuh nya?" tanya Anisa.
"Hanya barang-barang tertentu yang tidak boleh kamu sentuh." ucap Dika.
"Sejenis nya?" tanya Anisa. "Seperti alat-alat kerja saya." ucap Dika. "Oohh, baiklah." ucap Anisa.
"Satu lagi.." ucap Dika. "Apa?" tanya Anisa.
"Adik saya." ucap Dika.
"Bapak memiliki Adik?" tanya Anisa langsung. Dika memegang kepala nya.
"Maksud saya itu." ucap Dika menoleh ke bawah.. Anisa mengikuti pandangan Dika.
"Huff aku juga tau kalau itu tidak boleh di sentuh." ucap Anisa dalam hati. Dia langsung diam dan kembali duduk dengan baik. Dia merinding dan takut.
Dika tersenyum dan menghidupkan mobil. Sesampainya di rumah Anisa dan Dika berjalan sama-sama ke depan pintu rumah.
"Saya akan datang malam nanti. Sekarang saya harus pulang." ucap Dika.
"Pulang?" ucap Anisa. Dika menganguk.
"Baiklah." ucap Anisa dengan sedikit lesu. Dika langsung masuk ke dalam mobil nya.. Anisa melambaikan tangan nya.
Setelah Dika pergi dia memasang wajah cemberut.
"Padahal aku sudah menyiapkan mental agar tidak malu, bahkan aku sudah memikirkan topik pembicaraan agar tidak hanya diam saja." ucap Anisa dengan sangat kesal.
"Hufff sangat menyebalkan sekali." ucap Anisa.
Dia masuk ke kamar menukar pakaian nya dengan pakaian yang enak.
Dia mau Merapikan kamar terlebih dahulu baru menyetrika pakaian yang sudah sangat menumpuk.
Dengan senang hati dia mengerjakan semua nya. Tidak terasa hanya membutuhkan waktu satu jam dia sudah selesai. Namun tangan nya terasa sangat pegal sekali.
"Huff seandainya aja tidak ada baju pak Dika, aku tidak akan mau menyetrika baju ini semua nya." ucap Anisa sementara semua nya baju nya dengan Dika saja.
Dia melihat baju Dika yang sudah tersusun rapi di atas kursi.
"Humm aku memiliki ide." ucap Anisa. Dia mengambil parfum nya dan menyemprotkan kesetiaan baju Dika.
"Biar wanita-wanita lain yang mencoba mendekati Pak Dika tidak bisa, karena pak Dika hanya milik ku." ucap Anisa.
Setelah selesai dia istirahat sejenak sambil membuka aplikasi tiktok di handphone nya.
__ADS_1
Sementara Dika di kantor nya sibuk dengan laptop nya. Dia bahkan tidak melihat jam. Karena sudah sangat pusing dia memutuskan untuk istirahat sejenak.