
Dia kaget melihat Tri di sofa. "Kenapa dia tidur di sini?" ucap Marsel. Marsel mendekati nya dia menatap wajah Tri.
"Huff melihat wajah nya seperti melepaskan rindu kepada almarhum Ibu." batin Marsel.
"Keluarga ku pasti sangat senang kalau tau aku memiliki kekasih. Aku harus berusaha membuat Tri mau menjadi pacar ku." ucap Marsel.
Tri merasa ada seseorang yang mengamati nya dia membuka mata nya dia sangat kaget melihat Marsel duduk di sofa sambil menyeruput Kopi nya.
"Pak Marsel! Kenapa Bapak tidak membangun kan ku?" tanya Tri.
"Kamu tidur seperti mayat, tidak mungkin kamu bisa bangun." ucap Marsel.
Tri langsung duduk dia melihat ke sekeliling masih sangat sepi.
"Anisa sama Tuan Dika belum bangun yah?" tanya Tri.
"Seperti nya belum." ucap Marsel.
"Huff bagus deh, kalau Tuan Dika melihat ku tidur di sini aku pasti sangat malu sekali." ucap Tri.
"Kamu malu hanya kepada Dika? Lalu bagaimana dengan saya? Saya juga adalah bos kamu!" ucap Marsel.
Tri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau kenapa." ucap Tri. Marsel menghela nafas panjang.
"Jam berapa kita kembali ke apartemen kamu?" tanya Marsel.
"Kita? Sebaiknya aku kembali sendiri saja." ucap Tri.
"Kamu harus kembali dengan saya!" ucap Marsel.
Tri menghela nafas panjang. "Terserah saja deh, yang penting aku bisa pulang dan bekerja besok karena semua kata-kata bapak tidak bisa di tolak!" ucap Tri.
"Kamu sangat keras kepala!" ucap Marsel.
"Humm aku mengakui nya." ucap Tri.
Di kamar Anisa bergeliat dia membuka mata nya dan melihat jam.
"Hoammm!!! Sudah jam delapan lewat saja." ucap nya dia menyentuh perut Dika. Dia kaget karena Dika tidak memakai pakaian.
"Kak Dika! Kenapa kakak tidak menggunakan pakaian?" tanya Anisa. Dika membuka mata nya. "Humm kamu sudah bangun? kenapa kamu berisik?" tanya Dika.
"Kenapa kakak tidak bertelanjang Dada?" tanya Anisa.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ini?" tanya Dika.
"Kapan Kakak membuka baju? Semalaman kakak masih pakai baju." ucap Anisa. "Terasa tidak nyaman jadi saya membuka nya." ucap Dika.
Anisa memukul dada Dika dan duduk. "Aku tidak suka kakak seperti itu ketika lagi tidur sama aku." ucap Anisa.
__ADS_1
"Ya udah saya minta maaf. Jangan ngambek gitu dong, ini masih sangat pagi." ucap Dika sambil mengelus pipi Anisa.
"Aku tidak suka kak, aku kesal." Ucap Anisa.
"Saya janji tidak seperti itu lagi." ucap Dika.
"Awas saja kalau mengulangi nya lagi." ucap Anisa. Dika tersenyum sambil berjanji dengan keliling nya.
"Aku harus kembali ke kamar ku sebelum kak Marsel naik ke atas." ucap Anisa..
Dika menganguk. Anisa turun dari kasur. "Kakak mandi lah." ucap Anisa. Dika menganguk. Anisa keluar dari kamar nya Dika. Dika langsung ke kamar mandi.
"Huff kenapa harus pakai bangun segala sih? Kebiasaan deh!" ucap nya dengan kesal kepada adik nya.
Pagi-pagi mereka semua sarapan sama-sama di meja makan.
"Kakak jangan pulang dulu yah, aku mau ngajakin kakak sama Tri makan siang sama-sama di restoran kesukaan ku." udah Anisa.
"Tapi Siang ini kami sudah harus pulang." ucap Marsel.
"Yahh setelah selesai makan siang bersama baru kakak sama Tri pulang yah. Kapan lagi kita bisa makan siang bersama." ucap Anisa.
"Gak apa-apa lah pak, lagian setelah selesai makan kita bisa langsung pulang." ucap Tri.
Marsel berfikir sejenak.
"Ya udah kalau begitu." ucap Marsel. Tiba-tiba ada notifikasi masuk dari Putri ke handphone Anisa.
"Oh iya gak apa-apa kan aku mengajak Putri teman ku." ucap Anisa.
"Gak apa-apa." ucap Marsel. Anisa langsung meminta Putri datang ke restoran yang sudah dia pesan sebelum nya.
Putri tersenyum membaca pesan dari Anisa.
"Akhirnya Anisa mengajak aku ke sana juga, aku sudah lama pengen ke restoran itu tapi tidak memiliki teman." ucap Putri dalam hati.
"Putri..." Panggil ibu nya.
"Iyah Bu kenapa?" tanya Putri.
"Bantu ibu menjemur pakaian di depan nak, bantu juga menyiram tanaman Ibu." ucap Orang tua nya.
Putri menginyakan dia keluar dari kamar nya dan berjalan keluar rumah.
Setelah selesai menjemur pakaian dia menyirami bunga yang ada di depan rumah nya.
Dia melihat mobil Arya masuk ke halaman rumah nya.
"Loh Arya ngapain ke sini?" batin Putri karena tidak biasa nya hari libur Arya datang ke rumah nya.
__ADS_1
"Arya kamu ngapain ke sini?" tanya Putri. Arya melihat Celana dan baju Putri terlalu pendek.
"Aku ke sini hanya ingin bermain dan bertemu dengan kamu, apa itu salah? lagian ini hari libur." ucap Arya.
"Aku sebentar lagi mau pergi." ucap Putri. "Kemana? Aku ikut yah." ucap Arya.
Putri menggeleng kan kepala nya. "Kamu pulang saja ke rumah kamu, kalau tidak main bersama teman-teman kamu." ucap Putri.
Arya menggeleng kan kepala nya. "Aku mau bersama kamu, kalau kamu tidak mau aku akan terus mengikuti kamu." ucap Arya.
"Tidak baik membeda-bedakan teman seperti itu Putri. Ajak lah Arya kalau kamu mau pergi berkumpul sama temen kamu yang lain." ucap ayah nya.
"Tapi ayah."
"Tuh Ayah kamu saja mengijinkan nya." ucap Arya.
Putri menghela nafas panjang.
"Ingat yah janji kamu apa sama aku! Tidak boleh galak-galak!" ucap Arya.
Putri memasang wajah kesal.
"Aku sangat membenci mu. Di saat sakit atau sehat tetap saja kamu menyebalkan." ucap Putri.
Arya tertawa kecil. "Malah ketawa. Nih bantu siramin." ucap Putri memberikan selang air kepada Arya.
Ayah nya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat putri nya.
"Nak Arya kata nya lagi sakit, kenapa kamu keluar?" tanya Ayah nya putri.
"Sudah sembuh kok pak, seharian Putri merawat ku." ucap Arya.
"Oohh begitu nak, bagus lah. Lain kali jaga kesehatan jangan sampai sakit lagi." ucap ayah nya Putri. Arya menganguk.
Arya melanjutkan menyirami tanaman setelah selesai dia duduk di ruang tamu bersama Ayah Putri.
Putri datang membawa teh dan roti untuk mereka.
"Kamu sudah makan? Kalau belum makan biar di antar oleh Putri sarapan di dapur." ucap ayah nya.
"Pasti sudah Ayah, lagian Arya tidak mau makan di rumah orang lain." ucap Putri.
"Aku belum makan. Sekarang aku sangat lapar." ucap Arya.
"Kamu sering sekali memburuk kan Arya tidak baik seperti itu!" ucap Mamah nya.
Putri menghela nafas panjang.
"Ya udah sana kamu anterin Arya makan." ucap ayah nya.
__ADS_1
Putri menghela nafas panjang, Arya mengikuti Putri ke dapur.
"Kamu bisa gak sih kalau ke sini sarapan dulu, tidak perlu menyusahkan aku!" ucap Putri.