
yang buruk." ucap Putri.
"Ada apa dengan Putri? kenapa dia sangat berubah menjadi sangat baik seperti ini?" ucap Arya dalam hati.
"Jangan diam saja Arya, kamu maafin aku gak?" tanya Putri. "Sebaik nya aku jangan memaafkan dia dulu, aku ingin melihat bagaimana dia berubah kepada ku." batin Arya.
"Kamu gak mau maafin aku yah? Aku akan melakukan apapun yang kamu mau kalau kamu maafin aku." ucap Putri.
"Aku juga janji tidak Akan seperti itu lagi, aku minta maaf." ucap Putri. Arya tersenyum tipis saat Putri menundukkan kepalanya.
Putri mengangkat kepalanya, dia memasang wajah serius lagi walaupun dalam hati nya dia sangat gemes melihat wajah bersalah Putri.
Sudah cukup lama Putri di sana, dia juga ketiduran di sofa menunggu Arya tidur siang. Arya bangun dan melihat Putri Masih ada.
Dia memandangi wajah Putri cukup lama sambil tersenyum.
"Aku tidak tau kapan bisa mengutarakan perasaan ku kepada kamu, tapi aku ingin selalu bersama kamu seperti ini walaupun tidak ada hubungan apa-apa." ucap Arya dalam hati.
"Huff seperti nya Putri benar-benar ke rumah Arya.. Mereka berdua tidak membalas pesan ku." ucap Anisa yang duduk sendirian di Kantin.
"Eh hari ini kak Dika akan menemui orang tua nya, apa benar dia pergi ke sana? Kenapa tidak ada kabar kepada ku?" ucap nya.
Dia menghubungi Dika.
"Halo kak, kakak di mana?" tanya Anisa. "Ada di depan sekolah kamu." ucap Dika.
"Loh kenapa bisa di sini? Bukan nya kakak bilang mau menemui orang tua kakak setelah dari kantor?" tanya Anisa.
"Maaf saya berbohong, saya mengatakan itu agar kamu mengijinkan saya tidur di kamar kamu." ucap Dika.
Anisa menghela nafas.
"Benar-benar menjengkelkan, aku sudah tidak tenang memikirkan apa yang akan terjadi. Aku juga kaget karena kakak mendadak." ucap Anisa.
"Saya akan menemui mamah sama papah bersama kamu." ucap Dika. Anisa melihat Rida datang seperti nya mengarah ke dia.
"Kita lanjut bicara nanti kak.". Telpon langsung mati.
"Anisa sangat tidak sopan memutuskan sambungan telepon tanpa persetujuan dari saya!" ucap Dika dengan jengkel.
"Anisa kamu tumben sendiri? Mau di temenin gak? Seperti nya setelah Pak Dika tidak ada, kamu ketahuan pacaran sama guru diam-diam semua orang menjauh dari kamu termasuk kedua teman kamu Arya dan juga Putri." ucap Rida.
__ADS_1
Anisa menatap wajah Rida.
"Lalu apa urusannya sama kamu? Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kamu. Kalau aku tidak memiliki teman dan memiliki teman itu tidak merugikan kamu bukan?" ucap Anisa.
"Jadi kalau begitu kamu jangan mengikut campuri hidup ku. Urus saja kehidupan kamu yang selalu sirik, selalu iri selalu Sombong dan juga merasa hebat itu." ucap Anisa.
Rida kesal dia menggebrak meja.
"Kamu jangan keterlaluan yah! Aku akan ngasih tau sama orang tua kamu kalau kamu dengan Pak Dika satu rumah." ucap Rida
Anisa tertawa..
"Kasih tau saja. Aku tidak takut sama sekali." ucap Anisa.
Anisa berdiri. "Aku rasa kamu sebaik nya mengurus kehidupan kamu, memperbaiki diri dan jangan pernah gangguin aku." ucap Anisa langsung pergi meninggalkan Rida.
Rida kesal.
Anisa masuk ke kelas nya. "Ancaman Rida benar-benar tidak ada artinya. Dia sama sekali tidak tau cara nya menjadi orang jahat yang sebenarnya.' ucap Anisa dalam hati.
"Memberi tau kepada orang tua ku hanya membuat dia capek saja, orang tua ku juga tidak akan perduli dengan tentang itu." ucap Anisa.
Di Toko kue...
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka semua baru bekerja setelah pak Marsel datang? Dan semua nya sudah selesai aku kerjakan." batin Tri.
"Apa-apaan Ini?" ucap Marsel melihat Tri duduk di lantai sambil minum.
Tri langsung berdiri melihat Marsel.
"Semua orang bekerja kamu kenapa duduk santai seperti itu di sini? Kamu adalah karyawan baru seharusnya kamu bekerja sama dengan semua staf yang ada." ucap Marsel.
"Tapi aku baru saja istirahat pak." ucap Tri.
"Tri karyawan baru pak, wajar lah dia seperti itu." ucap ketua anggota.
"Semua karyawan di sini sama! Semua nya bekerja lah termasuk kamu!" ucap Marsel menunjuk Tri.
"Tapi pak."
"Kamu mau saya pecat?" tanya Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Kamu mau potong gaji?" tanya Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya.
"Kalau begitu bekerja! Masih banyak meja di luar yang kotor." ucap Marsel. Tri melihat ke semua karyawan yang berpura-pura Bekerja termasuk ketua anggota nya.
Wajah marah, kesal dia langsung keluar dari dapur dan membawa lap ke depan.
"Mbak kalau capek istirahat dulu, dari tadi kami melihat mbak Bekerja terus, ini sudah jam istirahat bahkan sudah lewat." ucap laki-laki yang memerhatikan Tri dari tadi.
Marsel mendengar itu. "Gak apa-apa kok. Ini harus segera dibersihkan siapa tau ada pelanggan yang datang." ucap Tri.
"Kan masih banyak karyawan yang lain mbak, nih minum dulu saya traktir." ucap pria itu.
Marsel langsung ke dapur.
"Sini kalian semua!" ucap Marsel dengan wajah serius dan juga marah.
"Ada apa pak?" tanya karyawan.
"Apa benar Tri yang membersihkan semua ini?" tanya Marsel. Semua nya langsung diam.
"Kenapa kalian semua diam? Jawab!" ucap Marsel dengan nada tinggi sehingga semua nya terkejut.
"Be-benar pak, dia juga yang melayani pelanggan." ucap ketua anggota.
"Jadi selama satu Minggu ini kalian memperlakukan Tri seperti ini?" tanya Marsel. Semua nya diam.
"Saya sudah mengingatkan pada kalian semua kalau Tri di sini hanya bekerja biasa saja, Dia bukan karyawan tetap. Saya juga meminta kalian memperlakukan nya dengan baik, namun kenapa seperti ini?" tanya Marsel.
"Maafkan kami Pak, kami hanya cemburu melihat Tri yang di fasilitasi sangat lengkap dan gaji nya juga sangat tinggi." ucap karyawan.
"Yang menggaji dia adalah Saya, bukan kalian. Saya kecewa kepada kalian semua saya akan memotong gaji kalian." ucap Marsel.
"Pak jangan pak, jangan pak kami mau makan apa kalau seperti ini." ucap anggota lain nya.
"Ini adalah resiko karena sudah memperlakukan orang yang sangat penting bagi saya seperti ini." ucap Marsel.
Tiba-tiba Tri masuk, dia Heran melihat semua orang terdiam menunduk kan kepala nya.
"Pak, pak Marsel ada apa ini?" tanya Tri.
"Tidak ada apa-apa." ucap Marsel mengambil lap, mengambil ember dan juga membuka celemek Tri.
__ADS_1
Tri kebingungan. Setelah itu Marsel menarik tangan nya keluar.