Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 105


__ADS_3

Setelah mendengar suara Anisa Dika langsung Percaya. Karena awalnya dia tidak percaya.


Dika langsung pergi dari sana, tidak ada yang menyadari kepergian nya. Dika duduk sendirian di dalam mobil nya. Dia mengirim kan pesan kepada Anisa namun tidak ada balasan, menelpon nya namun tidak ada yang menjawab.


"Kenapa aku baru mengingat kalau Candra dengan Anisa belum putus sekarang? sekarang aku takut, aku sangat takut.. Tapi kenapa aku kecewa kepada Anisa tidak jujur sama sekali kepada ku?" ucap Dika.


"Aaargggh!!! Apa yang harus aku lakukan? Aku harus bersikap seperti apa? Aku sangat takut Anisa meninggalkan aku." ucap Dika.


Anisa di tempat lain sedang asik makan dengan Candra.


"Oh iya ngomong-ngomong teman kamu sudah semua nya tau kamu kalau pulang ke Indonesia?" tanya Anisa.


"Udah kok." ucap Candra. "Oohh." ucap Anisa.


"Emang nya kenapa?" tanya Candra.


"Gak apa-apa kok, aku hanya ingin tau saja. Biasanya kamu selalu kumpul dengan mereka semua." ucap Anisa.


"Nanti malam kami mau kumpul, kalau kamu mau ikut gak apa-apa kok, aku jemput.. Lagian besok kamu tidak sekolah, kita juga sudah lama tidak minum." ucap Candra.


"Enggak ah, aku di rumah saja." ucap Anisa


"Kok gitu sih? biasanya kamu tidak pernah menolak, kamu ikut lah. Teman-teman ku juga sudah lama tidak melihat kamu." ucap Candra.


Candra terus membujuk akhirnya Anisa mau.


Tidak terasa sudah sore, Candra mengantarkan Anisa kembali ke rumah.


"Aku langsung pulang yah, nanti aku jemput kamu." ucap Candra..Anisa menganguk.


Baru aja Candra pergi, mobil Dika masuk ke halaman rumah nya.


Anisa melihat Dika.


"Kakak sudah pulang?" ucap Anisa mau memeluk Dika namun di tahan oleh Dika.


"Kamu habis dari mana? kenapa kamu tidak membalas pesan Saya? Bahkan tidak melihat nya." ucap Dika.


"Maafin aku, aku baru saja bertemu dengan teman ku, maafin aku yah, kan sekarang aku sudah bersama kamu." ucap Anisa. Anisa memeluk Dika.


"Aku merindukan Kakak." ucap Anisa memeluk nya dengan sangat erat.


"Ya udah kalau begitu kita masuk yok, aku juga harus mengangkat jemuran." ucap Anisa. Mereka masuk ke rumah.


Anisa menyetrika pakaian Dika di kamar nya. Dika masuk ke kamar dia Duduk di depan Anisa memerhatikan nya yang sedang menyetrika.

__ADS_1


"Kenapa kakak menatap ku seperti itu?" tanya Anisa.


"Pakaian saya cukup banyak, kamu memiliki aktifitas yang lain membuat ngantuk, sebaiknya kamu mengantar kan pakaian ini ke laundry." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Huff aku ingin melakukan ini untuk kakak, ini sebagai tanda sayang ku kepada kakak." ucap Anisa.


Dika tersenyum.


"Baiklah-baiklah kalau begitu saya akan membantu." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu kak, kakak sudah bekerja seharian pasti sangat lelah sekali." ucap Anisa.


Dika tersenyum namun dia terus melanjutkan mengancing kemeja agar mudah di setrika.


Tiba-tiba dia Salfok melihat Cincin di jari manis Anisa.


"Sejak kapan kamu memakainya cincin? saya baru melihat nya." ucap Dika. Anisa langsung menurunkan tangannya.


"Oohh ini, aku membeli nya dari toko perhiasan, ini sangat cantik jadi aku membeli nya." ucap Anisa.


"Oohh begitu yah." ucap Dika, Anisa menganguk sambil tersenyum.


"Huff kenapa aku lupa membuka cincin ini sih?" ucap Anisa kesal kepada diri nya sendiri.


"Sebaiknya saya kembali ke apartemen saya, tidak baik jika lama-lama di sini." ucap Dika.


"Loh kenapa? Kakak tau sendiri kalau aku di sini tinggal sendirian, aku sangat takut. Aku sudah terbiasa ada kakak, aku mohon jangan pergi." ucap Anisa.


"Saya bingung harus bagai Anisa.. Saya ingin marah namun saya tau kalau kamu sedang menjaga perasaan saya saat ini, namun cara kamu salah." batin Dika.


"Semakin saya bersama kamu, saya semakin takut kehilangan kamu, saya juga tidak ingin merebut kamu dari orang yang kamu sayangi, orang yang menyanyangi kamu." ucap Dika dalam hati.


Tiba-tiba dia menunduk kan kepala nya.


"Kakak lagi ada masalah?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Kalau tidak ada, kenapa kakak sedih seperti itu?" tanya Anisa.


Dika tersenyum. "Saya hanya lelah saja." ucap Dika.


"Ya udah kalau begitu aku rapikan tempat tidur dulu." ucap Anisa, setelah sudah bersih Dika langsung naik ke tempat tidur.


"Bangun kan saya setelah Magrib." ucap Dika.


"Kakak mau kemana lagi?" tanya Anisa. "Teman-teman ngajakin kumpul lagi, sebenarnya saya ingin di rumah saja, namun tidak enak kalau tidak datang." ucap Dika.

__ADS_1


"Kak Dika ikut juga? Apa itu arti nya kak Dika akan segera tau kalau aku dengan Candra berbaikan?" ucap Anisa dalam hati.


"Baiklah, aku akan membangun kan kakak." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Selamat tidur." ucap Anisa mencium pipi Dika. Setelah itu Dika langsung memejamkan mata nya.


Tiba-tiba handphone Anisa berdering.. Telpon dari Candra. Anisa melihat Dika terlebih dahulu dan setelah itu langsung keluar.


Dika membuka mata nya dia melihat Anisa yang keluar menjawab telepon.


Tidak terasa semakin malam..


"Anisa kamu tidak apa-apa tinggal sendiri di rumah?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Gak apa-apa kok..Aku juga sudah biasa." ucap Anisa.


"Ya udah kalau begitu, saya berangkat dulu." ucap Candra memeluk Anisa mencium kening nya dan berangkat.


Setelah beberapa lama Dika pergi.


Anisa langsung menelpon Candra.


"Sayang maafin aku yah, aku gak bisa datang, tiba-tiba kak Marsel mengajak ku ketemu." ucap Anisa.


"Oohh ya udah gak apa-apa kok." ucap Candra.


"Makasih yah sayang." ucap Anisa.


"Iyah sayang, I love You." ucap Candra tepat di depan teman-temannya dan kebetulan Dika sudah datang dia pasti mendengar itu.


"Dika... Apa kabar?" ucap Candra langsung memeluk Dika.


"Seperti yang kamu lihat, sangat baik sekali." ucap Dika.


"Kamu semakin berisi saja, seperti nya kamu hidup bahagia, perempuan mana yang berhasil membuktikan kamu nyaman dan bisa terlihat sehat seperti ini?" ucap Candra kepada Dika.


Dika tersenyum. "Maafin Aku Candra, aku minta maaf karena yang membuat aku sebahagia itu adalah kekasih mu." ucap Dika dalam hati.


"Aku yakin Dika pasti sudah mempunyai kekasih hati, dia tidak pernah mau ikut kumpul dengan kami lagi." ucap Teman nya.


"Jujur saja kamu Dika, siapa perempuan itu? Atau jangan-jangan anak paman kamu itu?" ucap Teman nya lagi. Dika hanya tersenyum-senyum.


"Apa kamu tidak ingin menanyakan hubungan ku dengan Anisa bagaimana?" tanya Candra.


"Bagaimana?" tanya Dika dengan nada yang sangat dingin.

__ADS_1


__ADS_2