Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 136


__ADS_3

"Oohh." ucap Tri. "seperti nya kamu sangat mencintai dia yah? Padahal di mana-mana laki-laki yang mengejar-ngejar perempuan, bukan Perempuan." ucap Tri.


"Iyah, aku sangat mencintai nya. Banyak hal yang membuat aku mencintai nya." ucap Anisa.


Tri tersenyum. "Ya sudah kalau begitu kamu perjuangan cinta kamu." ucap Tri.


"Kamu sendiri apa sudah menikah?" tanya Anisa karena melihat paras Tri Yang di bisa di bilang cantik, hanya saja penampilan nya membuat nya terlihat buruk.


"Aku tidak ada berniat untuk menikah, aku tidak suka kepada laki-laki, semua laki-laki itu berengsek!" ucap Tri.


Anisa terdiam. "Mantan kekasih saya pergi meninggalkan saya di saat saya lagi hamil dua bulan, dia tidak mau bertanggung jawab. Karena saya kepikiran terus menerus akhirnya saya keguguran. Setelah dari situ saya tidak berniat sama sekali untuk memiliki hubungan dengan pria mana pun!" ucap Tri.


"Sangat Malang sekali." ucap Anisa.


"Saran ku kepada kamu adalah. Jangan pernah memberikan mahkota mu kepada pria yang tidak bertanggung jawab. Sebelum dia belum menjadi suami mu kamu tidak boleh memberikan itu." ucap Tri.


Anisa mengangguk. "Aku paham kok. Kamu yang sabar yah, tapi kamu tidak boleh menutup hati seperti itu. Pasti banyak kok laki-laki yang baik di luar sana." ucap Anisa.


"Aku sudah memilih hidup sendiri. Aku bahagia dengan keadaan ku yang seperti ini." ucap Tri.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai..


"Anisa!! Anisa!! Kita sudah sampai." ucap Tri membangun kan Anisa yang malah ketiduran.


Anisa membuka mata nya dia melihat ke arah Tri.


"Kita sudah sampai. Ayo bangun." ucap Tri. Anisa mengangguk dia mengusap wajah nya dan melihat ke sekitar.


"Loh kok kita di tepi pantai seperti ini?" tanya Anisa.


"Ini sudah sampai di alamat yang kamu kasih, mungkin tempat yang kamu tuju tidak lah jauh dari sini." ucap Tri.


"Apa aku harus mencari nya sendiri?" tanya Anisa.


"Tidak.. Aku akan membantu kamu kok." ucap Tri.


Tri keluar dari mobil. "Kita ke rumah ku dulu." ucap Tri. Mereka singgah ke rumah Tri terlebih dahulu untuk mengambil Motor.


Tidak beberapa lama perjalanan naik motor mereka sampai di rumah yang ada di alamat itu.


"Aku hanya bisa mengantarkan kamu sampai di sini, aku pulang dulu yah." ucap Tri.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yah." ucap Anisa turun dari motor. Tri tersenyum. "Oh iya aku minta nomor rekening kamu, aku akan memberikan kamu sesuai janji ku." ucap Anisa.


"Tidak perlu." ucap Tri.


"Berikan lah, aku akan merasa bersalah dan berutang kepada kamu." ucap Anisa. karena di paksa akhirnya dia memberikan nomor rekening nya kepada Anisa.


"Kamu hati-hati lah." ucap Anisa.


"semoga ini memang rumah yang kamu cari. Dan aku juga berharap hubungan kamu dengan kekasih mu baik-baik aja." ucap Tri.


"Aminn terimakasih banyak yah." ucap Anisa. Tri pergi Anisa pun menyebrang ke halaman rumah itu.


"Rumah nya kata Candra warna biru, kenapa ini warna putih?" batin Anisa.


"Tapi aku harus bertanya dulu ke dalam." Ucap Anisa walaupun sedikit takut. Melihat Bapak-bapak keluar dari rumah itu membuat nya jadi ragu.


"Loh kok bapak-bapak?" ucap Anisa.


"Permisi Pak.. Apa boleh saya bertanya?" tanya Anisa.


"Boleh non, masih nanya apa?" tanya Mamang.


"Humm apa benar ini rumah yang ada di alamat ini?" tanya Anisa. Mamang memeriksa nya.


"Apa benar ini rumah nya Pak Dika?" tanya Anisa.


"Iyah benar." ucap Mamang. Anisa langsung merasa senang.


"Apa pak Dika nya ada?" tanya Anisa.


"Oohh pak Dika kebetulan lagi keluar hari ini, mungkin nanti malam dia baru pulang, kalau boleh tau non siapa?" tanya Mamang.


"Saya Anisa pak, saya teman nya Kak Dika. Saya dari Jakarta mencari dia." ucap Anisa.


"Kalau begitu ayo masuk dulu non." ucap Mamang. Anisa masuk ke dalam di antar kan Oleh mamang untuk istirahat karena melihat penampilan Anisa yang sudah sangat berantakan sekali.


Namun Tiba-tiba mobil Dika masuk ke halaman rumah itu, Mamang Langsung menyambut nya.


Dika keluar dari dalam mobil.


"Mang tolong keluar kan barang-barang dari mobil saya yah." ucap Dika.

__ADS_1


"Tuan ada yang sedang mencari Tuan." ucap Mamang.


"Siapa?" tanya Dika.


"Seorang perempuan Tuan, kata nya teman Tuan, sekarang dia lagi di dalam menunggu Tuan.. Keadaan nya terlihat sangat buruk sekali." ucap Mamang.


"Apakah dia masih muda?" tanya Dika. "Masih muda Tuan. Sebaiknya tuan langsung memeriksa nya ke dalam langsung." ucap Mamang.


"Biar ini saya yang mengurus nya." ucap Mamang. Dika mengangguk. Dia penasaran siapa yang datang mencari nya akhirnya dia masuk ke dalam.


Tidak beberapa lama akhirnya Dika sudah di dalam.


"Anisa..." Ucap Dika melihat Anisa, Anisa berbalik dia melihat Dika.


Anisa juga sama-sama terdiam. Mata nya langsung berkaca-kaca melihat Dika.


"Kak.. Akhirnya aku menemukan kakak. Aku sangat merindukan kakak, kenapa kakak meninggalkan ku?" tanya Anisa.


Dika mendekati Anisa, dia melihat penampilan Anisa dari atas sampai ke bawah.


"Apa yang terjadi kepada kamu? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Dika. Anisa menangis menatap Dika dari dekat.


Dika langsung memeluk Anisa yang sudah sangat sedih. Anisa juga langsung membalas pelukan nya. Tangisannya langsung pecah.


"Kakak sangat jahat! Kakak jahat! Kenapa kakak tega meninggalkan aku?" ucap Anisa. Dika mengelus kepala Anisa, mengelus badan nya mencium kening nya.


"Maafkan saya, maafin saya." ucap Dika. Anisa menangis tidak henti. "Jangan menangis Anisa." ucap Dika menghapus air mata Anisa.


Anisa tidak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa menangis. Dia sangat merindukan Dika. Karena tidak kuat melihat Anisa menangis Dika memeluk nya begitu erat sekali.


Mamang melihat nya dengan kebingungan.


"Siapa perempuan itu? Apa itu yang membuat tuan Dika datang ke sini?" tanya Mamang.


Setelah berpelukan Dika membawa Anisa duduk. Dia meminta Mamang mengambil Kotak obat agar bisa mengobati luka Anisa yang sudah infeksi.


"Kenapa kamu bisa luka seperti ini? apa yang terjadi?" tanya Dika.


"Aku mengalami banyak masalah perjalanan ke sini, aku salah turun bus, aku juga di tipu, di rampok." ucap Anisa.


Dika menatap Anisa.

__ADS_1


"Maafkan saya, saya minta maaf. Kamu kenapa melakukan ini? Kamu tidak perlu datang jauh-jauh ke sini." ucap Dika.


"Bagaimana bisa kakak mengatakan itu setelah aku di sini? aku datang ke sini karena aku merindukan kakak, aku mencari di mana kakak, sementara kakak sama sekali tidak memikirkan aku di sana seperti apa." ucap Anisa.


__ADS_2