Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 96


__ADS_3

Keesokan harinya... Anisa bangun lebih awal dia merasakan sesak di dada karena pelukan Dika yang sangat erat sekali.


"Aarrrr... Aku sulit bernafas." ucap Anisa melepaskan tangan Dika, namun Dika semakin mempererat nya.


"Apa yang kamu lakukan? Saya ingin tidur dulu, jangan menganggu saya." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang dia memukul tangan Dika.


"Aku hampir saja mati karena sesak nafas." ucap Anisa.


Dika mencium pipi Anisa namun tidak mau melepaskan Anisa.


Anisa Menghela nafas panjang dia menatap Dika.


"Aku mohon lepaskan aku." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Much.." Dika tidak berhenti mencium Anisa, mencium leher dan juga punggung Anisa.


"Hentikan! Itu sangat geli sekali." ucap Anisa.


Dika tersenyum. "Kamu sangat Wangi sekali." ucap Dika. Anisa tersenyum.


Handphone Dika tiba-tiba berbunyi. Dika melihat nya ternyata dari menejer nya.


"Halo pak Dika. Selamat pagi.." ucap menejer nya.


"Selamat pagi, ada apa?" tanya Dika.


"Saya perlu bertemu dengan bapak hari ini." ucap menejer nya.


"Tapi hari ini saya tidak berangkat ke perusahaan." ucap Dika.


"Kalau begitu, saya akan datang menemui Bapak di luar." ucap menejer nya. "Tidak perlu saya akan ke perusahaan kalau begitu." ucap Dika. Telpon pun langsung mati.


Anisa baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kenapa?" tanya Anisa.


"Saya harus ke perusahaan dulu pagi ini, kamu ikut dengan saya, setelah selesai dari sana kita langsung ke panti asuhan." ucap Dika.


"Kakak yakin mau membawa aku ke sana?" tanya Anisa .


"Kenapa tidak? Bukan nya sebelum nya kamu sudah ke sana?" tanya Dika balik.


"Iyahh, tapi aku sangat malu." ucap Anisa.


"Semua orang di perusahaan saya sudah banyak tau hubungan saya dengan kamu." ucap Dika.


"Tidak perlu malu, ayo segera siap-siap." ucap Dika. Anisa menganguk. Dika sudah terlebih dulu selesai dia menunggu di ruang tamu.


"Maafin aku yah buat kamu lama menunggu, ayo berangkat." ucap Anisa yang baru saja turun. Sementara dika masih santai duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Dika menoleh ke arah Anisa.


"Anisa.." ucap Dika.


"Iyah kenapa? apa aku terlalu lama yah? Aku buat kakak Telat yah?" tanya Anisa panik.


Dika menggeleng kan kepala nya dia mendekati Anisa melihat Anisa dari atas sampai ke bawah.


"Ini Seriusan kamu?" tanya Dika. Anisa menganguk.


"Gak cantik yah? aneh atau berlebihan?" tanya Anisa.


"Ini sangat cantik sekali sayang. Kamu sangat cantik." ucap Dika, Anisa langsung tersipu malu karena pujian dari Dika.


"Ya udah kalau begitu kita langsung berangkat saja yok." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Kita ambil foto bersama Dulu." ucap Dika.


Anisa tersenyum. mereka berdua berpose. Setelah itu mereka pun berangkat.


Dika memerhatikan kaki Anisa yang terlihat sangat seksi karena menggunakan heels yang begitu cantik.


Sesampainya di depan kantor Dika meminta Anisa mengandeng nya. Semua mata tertuju tertuju kepada mereka.


"Selamat pagi Pak." sapa sekretaris Dika.


"Selamat pagi." ucap Dika.


"Tolong bawa Anisa keliling-keliling agar dia tidak Bosan, saya ada urusan dengan menejer Rina." ucap Dika.


"Baik pak. Silahkan ke sini Mbak." ucap sekretaris Dika.


Anisa meninggalkan Dika.


"Kamu sangat cantik sekali, pantesan saja pak Dika tertarik sekali sama kamu." ucap sekretaris nya kepada Anisa.


"Ah mbak bisa saja..Mbak jauh lebih cantik." ucap Anisa.


"Ekhem-Ekhem... " tiba-tiba menejer Rina datang.


"Menejer Rina. Pak Dika sudah menunggu di ruangan nya." ucap sekretaris. Menejer Rina menganguk. Dia melihat Anisa dengan tatapan tajam dan tidak suka.


"Siapa dia? Kenapa dia menatap ku seperti itu?" tanya Anisa.


"Dia adalah perempuan yang menyukai pak Dika, dia berusaha mendapatkan pak Dika namun pak Dika tidak peka. Dia tau kalau pak Dika memiliki hubungan dengan kamu itu sebab nya dia sangat membenci kamu." ucap Sekretaris.


"Oohh begitu." ucap Anisa.


"Kamu termasuk wanita yang beruntung karena pak Dika yang mengejar kamu, sebelum nya Mantan-mantan pak Dika.. Mereka yang mengejar pak Dika." ucap sekretaris.

__ADS_1


"Mantan-mantan? apakah pak Dika memiliki banyak mantan?" tanya Anisa.


"Sangat banyak sekali..Pak Dika mau menukar kekasih nya dua kali dalam satu bulan." ucap sekretaris. Anisa sekali terdiam.


"Tapi kamu jangan berfikir yang aneh-aneh. Pak Dika memang Playboy tapi dia orang yang baik, ketika dia mencintai perempuan dengan serius dia akan menjaga nya dengan baik." ucap sekretaris Dika.


"Pak Dika sangat mencintai Kamu." ucap sekretaris nya. Anisa tersenyum.


"Kami hanya bisa menjalani hubungan kami ini dulu, untuk kedepannya kami tidak tau apa yang akan terjadi." ucap Anisa.


sekretaris nya tersenyum. "Saya mengerti kok." ucap sekretaris nya.


Anisa tersenyum.


Di ruangan Dika mereka baru saja selesai membahas pekerjaan.


"Pak Dika.. Apa perempuan yang bapak bawa itu adalah perempuan yang bernama Anisa itu?" tanya Menejer.


"Humm kenapa?" tanya Dika.


"Dia adalah orang asing. Kenapa Bapak membawa nya masuk ke perusahaan?" tanya Menejer.


"Oh iya satu lagi yang harus kamu ketahui tentang pak Dika." ucap Sekretaris Dika kepada Anisa. Sambil menghentikan langkah mereka.


"Apa?" tanya Anisa.


"Pak Dika sangat tertutup. Kalau dia terbuka kepada perempuan nya itu artinya dia sungguh-sungguh. Dan lagi Pak Dika tidak akan pernah membawa pacar nya ke apartemen, ke rumah atau bertemu keluarga nya." ucap Sekkretaris nya.


"Dia bukan orang asing, dia adalah kekasih saya. semua orang di perusahaan ini harus menghormati dia sama seperti menghormati saya! Termasuk kamu!" ucap Dika.


"Baiklah saya mengerti pak, Tapi ngomong-ngomong bapak sangat Wangi sekali." ucap menejer Rina sambil mencium mendekati leher Dika.


Anisa dan Sekkretaris nya sudah di depan pintu.


"Boleh kah saya mencoba parfum yang Bapak pakai? saya ingin memakai parfum yang wanginya sama seperti bapak." ucap Menejer Rina.


Dika menjauh dari Rina.


"Saya memakai parfum Anisa, parfum itu tinggal di rumah dan saya tidak tau merk nya." ucap Dika.


"Oohh." ucap menejer. Anisa melihat itu sedikit Cemburu, namun melihat sifat dingin dan wajah datar yang sangat menakutkan membuat Anisa merasa Lega karena Dika tidak merespon perempuan itu.


"Baiklah kalau begitu kamu boleh keluar dari ruangan saya.. semua nya sudah selesai." ucap Dika karena melihat Anisa.


Menejer Rina akhirnya keluar. Dia melewati Anisa dan menyenggol nya.


"Saya sudah mengantar kan Anisa ke sini, saya akan kembali bekerja pak." ucap Sekkretaris.


"Baik. Terimakasih sudah menemani kekasih saya." ucap Dika.

__ADS_1


"Bapak dengan Anisa sudah sangat cocok. sebaik nya Bapak menikah saja dengan Anisa." ucap sekretaris nya.


"hus kamu ngomong apa?" ucap Dika.


__ADS_2