Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 122


__ADS_3

"Aku sangat merindukan baju-baju tidur ku." ucap Anisa dia memilih paling favorit nya dan memakai nya.


"Seperti ini sangat nyaman." ucap Anisa. Dia mengambil masker memasang di wajah nya.


Baru saja berbaring sambil maskeran Dika sudah menelpon nya melalui video call.


Anisa menghela nafas panjang. "Nih orang bisa kasih aku waktu untuk perawatan tidak?" ucap Anisa kesal.


"Halo Anisa. Kamu di mana? kenapa sangat lama menjawab telpon saya?" tanya Dika.


Belum menjawab namun Dika sudah langsung tau. "Kenapa kamu menggunakan itu?" tanya Dika.


"Wajah ku sudah kusam, aku ingin memperbaiki nya." ucap Anisa.


"Kamu sudah cantik, kenapa harus memakai itu lagi, bagaimana kalau kulit kamu alergi." ucap Dika.


"Huff jangan lebay deh kak. Kakak mau kemana? Kenapa ada di dalam mobil?" tanya Anisa.


"Saya dalam perjalanan ke rumah orang tua saya." ucap Dika. "Oohh." ucap Anisa.


"Mungkin malam ini saya tidak pulang, kamu tidak apa-apa sendiri di rumah kan?" tanya Dika.


"Humm sudah hal biasa bagi ku, tidak perlu mengkhawatirkan aku berlebihan seperti itu." ucap Anisa. Dika tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah orang tua nya.


"Telpon nya udah dulu yah." ucap Dika. Anisa mengangguk.


"Jangan ganjen kepada saudara kakak itu! Aku tidak suka." ucap Annisa.


Dika mengangguk. "Baiklah sayang." ucap Dika. Telpon langsung berakhir.


"Mamah.. Papah.." ucap Dika.


"Akhirnya kamu datang juga, dari tadi di tungguin." ucap mamah nya. "Aku Tadi banyak pekerjaan di kantor mah, aku minta maaf datang cukup lama." ucap Dika.


"Yakin kamu banyak kerjaan? Apa karena bersama Anisa? anak Kecil yang sudah sangat gatal itu?" ucap Mamah nya.


"Huff Mamah jangan membuat masalah deh, Anisa tidak seperti itu." ucap Dika.


"Jadi sekarang kamu masih bersama dia?" tanya Mamah nya.


"Iyah Mah, aku sangat mencintai Anisa, dia juga baik kok " ucap Dika.


Mamah nya menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Mamah tetap tidak setuju." ucap mamah nya.


"Huff apa yang kalian debat kan? Kalian jarang bertemu saling merindukan, sesudah bertemu malah ribut seperti ini!" ucap Papah nya Dika.


"Mamah loh pah, apa salah nya kalau aku memiliki hubungan serius dengan Anisa?" ucap Dika..


"Sudah lah mah, berhenti mempermasalahkan masalah ini." ucap Papah nya. "Bagaimana aku tidak marah pah? Dika memiliki perempuan seperti Anisa menjadi menantu kita." ucap Mamah nya.


"itu sudah pilihan Dika, berhenti ikut campur, jangan sampai kejadian sebelumnya terjadi lagi." ucap papah nya.


"Sudah-sudah berhenti berbicara, ayo makan." ucap Papah nya. mereka makan bersama setelah itu istirahat ke kamar masing-masing.


Biasa nya Mamah nya akan curhat banyak kepada Dika, namun karena dia masih kesal akhirnya dia mendiam kan Dika.


Sesampainya di kamar dika menelpon Anisa lagi, namun ternyata Anisa sudah tidur, dia tidak mendengar lagi handphone nya berdering.


"Anisa seperti nya sudah tidur. "Biar sajalah." ucap Dika dia membuka aplikasi game nya, karena belum ngantuk dia bermain game selama dua jam.


Dika menoleh ke arah samping nya, biasa nya dia melihat Anisa dan setiap malam Anisa juga selalu bermanja-manja sekarang tidak ada lagi.


Dika berbaring sambil memeluk bantal nya. "Satu malam saja berpisah dengan Anisa tidak bisa, bagaimana selamanya?" ucap Dika, tidak beberapa lama mata nya mulai ngantuk dan akhirnya tidur.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi sayang..." bisik Dika di telinga Anisa. Anisa tiba-tiba membuka mata nya dia sangat terkejut dia menatap wajah Dika.


Dika tiba-tiba berbaring di lengan Anisa.


"Saya tidak bisa tidur nyenyak semalaman." ucap Dika.


"Loh kenapa?" tanya Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya dia langsung menutup mata nya dan tidur di lengan Anisa.


Anisa menghela nafas panjang.


"Huff.." Karena masih hari libur kedua nya lanjut tidur, tidak memperdulikan sudah jam berapa.


Tidak terasa sudah menjelang siang, Anisa bangun lagi. Posisi mereka sudah berganti sekarang Anisa tidur lengan Dika.


"Kamu sudah bangun?" tanya Dika. Anisa menatap wajah Dika sambil tersenyum.


"Humm. Kenapa kakak tidak bisa tidur di rumah orang tua kakak?" tanya Anisa.


"Karena tidak ada kamu, saya sudah terbiasa ada kamu." ucap Dika.

__ADS_1


Anisa menghela nafas panjang.


"Apa Kakak sebelum nya sudah ijin dengan orang tua kakak?" tanya Anisa, Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak sempat karena merasa masih belum bangun." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Huff kakak benar-benar yah." ucap Anisa. Dika memasang wajah manja menatap Anisa.


"Saya tidak bisa hidup tanpa ada kamu." ucap Dika. "Lebay deh " ucap Anisa, beranjak mau pergi namun langsung di tahan oleh Dika dan memeluk nya.


"lepas kan aku kak!" ucap Anisa.


"Kenapa kamu memakai pakaian seperti ini setelah saya tidak ada di sini?" tanya Dika.


Anisa baru sadar dengan pakaian nya. "Aku..."


"Kamu sengaja kan tidak memakai nya di depan saya." ucap Dika. Anisa mengangguk.


"Karena aku malu, aku tidak mau." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Kalau begitu ganti lah, jangan sampai saya berbuat yang aneh-aneh terhadap kamu!" ucap Dika. Anisa mengangguk dia langsung turun dan membawa baju ganti ke ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia keluar dari kamar mandi dia melihat Dika Masih ada di kasur.


"Kakak mau sarapan apa?" tanya Anisa.


"Saya Akan memasak, tapi kemari lah sebentar." ucap Dika menepuk tempat tidur di samping nya.


Anisa mendekati nya. "ada apa kak?" tanya Anisa.


"Badan saya terasa sangat sakit sekali, apa kamu boleh bantu saya untuk memijit nya sebentar?" tanya Dika.


"Kakak dari mana? Kenapa bisa sakit badan seperti ini?" tanya Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Saya harus duduk seharian di kantor di depan laptop untuk mendapatkan uang agar kamu bisa berbelanja sepuasnya." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Huff aku sudah menduga kalau kakak akan meminta balasan dari semua itu." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Nih kartu kakak." ucap Anisa. "ambil saja, gunakan lah sesuai yang kamu mau." ucap Dika.


"Kakak yakin? Aku takut kakak akan bangkrut kalau membiarkan ini di tangan ku!" ucap Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak akan pernah bangkrut." ucap Dika.


"Humm baiklah, aku akan menggunakan nya." ucap Anisa. "Tapi jangan lupa kalau kamu harus memijit-mijit Punggung saya." ucap Dika.


Anisah mengangguk dia langsung duduk di samping Dika dan mengoleskan minyak kayu putih.

__ADS_1


"Humm cukup Enak." ucap Dika menikmati pijitan tangan Anisa yang sangat lembut.


__ADS_2