Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 71


__ADS_3

Dika melepaskan pelukannya dari Anisa. "Sebaiknya kita berangkat." ucap Dika langsung. Anisa kebingungan namun dia mengikuti Dika keluar.


"Tunggu Dulu pak." ucap Anisa mengejar Dika, namun tidak sengaja tali sepatunya lepas dan ke injak. Dia hampir saja Jatuh Untung saja Dika dengan cepat langsung menangkap Anisa.


"Aaaaa .." Anisa berteriak. "Kamu pelan-pelan jalan nya, bagaimana kalau terjatuh ke lantai?" ucap Dika.


"Bapak jalan nya sangat cepat!" ucap Anisa. Dika menatap Anisa yang Kesal.


"Dasar anak kecil!" ucap Dika. Anisa memukul perut Dika.


"Aku sudah besar yah pak! Bapak jangan mengatakan seperti itu lagi.. Kalau aku masih anak kecil mana mungkin bapak suka sama aku." ucap Anisa.


Seketika Dika langsung terdiam.


Dika menarik tangan Anisa ke dalam mobil.


"Pelan-pelan pak." ucap Anisa. Dika masuk ke dalam mobil dan mau mencium Anisa.


"Apa yang mau Bapak lakukan?" ucap Anisa syok.


"Kamu dari tadi menggoda saya tanpa berhenti membuat saya tidak bisa mengontrol diri." ucap Dika.


"Kau tidak melakukan apapun, itu hanya perasaan bapak saja!" ucap Anisa. "Saya tidak tahan lagi Anisa." ucap Dika dengan nafas yang terdengar sekali.


Anisa mendorong Dika dan langsung pergi dari mobil.


"Anisa kamu mau kemana?" tanya Dika.


"Aku akan berangkat ke sekolah sendiri." ucap Anisa. Anisa meninggalkan Dika.


Dika yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Aarrthhhh... Dia bersandar di kursi mobil sambil menunggu Adik kecil nya kembali tidur.


"Selalu bersama Anisa akan membuat Anisa dalam keadaan bahaya, Saya tidak bisa menahan diri ketika bersama Anisa." batin Dika.


Sampai di sekolah yang pertama di cari oleh Dika adalah kekasih nya. Namun ketika melihat Anisa, Anisa langsung pergi dan menghindari nya.


Anisa Duduk di kelas sendirian sambil melihat handphone nya.


"Pacaran dengan orang yang lebih dewasa benar-benar harus kuat mental karena sangat mesum, tapi perhatian dan kedewasaan nya seperti memiliki orang tua angkat." batin Anisa.


Tiba-tiba Dika masuk ke kelas. "Kenapa kamu menghindari saya?" tanya Dika kepada Anisa. Mau mendekati Anisa namun tiba-tiba ada murid yang datang dan juga masuk.


Anisa Seketika langsung merasa lega, dia memasang wajah meledek kepada Dika.

__ADS_1


Selepas pulang sekolah. "Permisi Pak..." Anisa masuk ke ruangan Dika. "Akhirnya kamu datang sendiri." ucap Dika menatap Anisa sambil tersenyum.


"Bapak jangan macem-macem yah! aku ke sini mau ijin kalau aku akan pergi bersama Putri dan teman-teman lainnya makan bersama." ucap Anisa.


"Makan bersama?" ucap Dika menatap Anisa.


Dia mengangguk.


"Dengan siapa saja? Apa kah Arya juga ikut?" tanya Dika.


Anisa menganguk lagi.


Dika mendekati Anisa. "Kamu boleh pergi, asal saya ikut." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Bapak ikut, anak-anak akan Curiga kepada kita." ucap Anisa.


Dika semakin mendekati Anisa. "Baiklah kalau kamu tidak mau saya ikut, saya tidak membiarkan kamu pergi." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Aku ijin kepada bapak bukan berarti aku harus menuruti perintah bapak, aku memberi tau bapak karena Bapak adalah...." tiba-tiba dia terhenti karena Dika mencium bibir nya.


Anisa mendorong Dika dari nya.


"Jangan seperti ini pak, bagaimana kalau orang lain melihat nya?" ucap Anisa.


Anisa menganguk. Dia langsung pergi meninggalkan Dika di ruangan nya.


"Kamu dari mana saja sih Anisa?" tanya Putri kepada Anisa yang baru Saja bergabung dengan mereka.


"Aku bertemu dengan Pak Dika dulu." ucap Anisa.


"Kenapa kamu harus bertemu Pak Dika?" tanya Putri.


"Sudah jangan membahas itu lagi, sebaiknya kita berangkat saja." ucap Anisa.


"Anisa aku numpang mobil kamu yah,. mobil aku di pinjam sama teman-teman yang lain." ucap Arya.


"Humm baiklah kalau begitu." ucap Anisa. "Biar aku saja yang nyetir." ucap Arya. Setelah sampai di mall mereka makan bersama dan juga mengambil foto.


Dika yang sudah di perjalanan ke kantor nya melihat pesan masuk ke group dia langsung membuka nya karena penasaran.


Ternyata isi nya adalah foto anak-anak didiknya. Dia hanya fokus kepada Anisa yang duduk sangat dekat dengan Arya.. Bahkan di video Arya menyuapi Anisa.


Dika melihat itu membuat nya sesak nafas.


"Tenang Dika, tenang.. Anisa pasti Akan sangat risih kalau kamu terlalu posesif dan berlebihan." ucap nya kepada diri sendiri

__ADS_1


Akhirnya dia memutuskan untuk tidak memikirkan itu dan fokus menyetir.


Anisa baru saja sampai di rumah. "Pak Dika kira-kira lagi di mana yah?" ucap Anisa mengeluarkan ponsel dari tas nya. Dia sangat terkejut melihat panggilan tak terjawab dari Dika dan juga pesan menanyakan dia sudah pulang atau belum.


"Ya ampun nih bapak-bapak baru saja aku keluar dua jam bersama teman-teman ku dia sudah seperti kehilangan satu Minggu." ucap Anisa.


Dia menelpon Dika kembali.


"Halo...." ucap Anisa.. Tidak ada jawaban padahal panggilan sudah di angkat.


"Pak Dika... Apa pak Dika Masih di sana?" ucap Anisa bertanya dengan lembut.


"Tidak perlu perduli kan saya! Kamu pergi saja dengan Arya." ucap Dika.. Anisa menghela nafas panjang.


"Bapak kenapa?" ucap Anisa. Dika menghela nafas tidak berbicara.


"Bapak di Mana?" tanya Anisa lagi, Dika tidak juga mau menjawab nya.


Akhirnya Anisa memutuskan untuk ke apartemen Dika. Melihat pakaian Dika.


"Sebaik nya aku membiarkan itu di sini saja, pak Dika akan sering ke sini." ucap Anisa.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan pintu apartemen Dika. Anisa membuka pintu dia melihat Dika yang duduk di ruang tamu.


Dika menoleh nya sebentar dan kembali fokus pada game nya.


Anisa melihat Dika masih berpakaian kantor nya.


"Bapak kenapa tidak berbicara di telpon? Bapak juga tidak membalas pesan ku." ucap Anisa. Dika diam.


"Bapak baru saja selesai bekerja kenapa tidak langsung mandi?" tanya Anisa lagi, namun tidak ada satu pun pertanyaan yang di jawab oleh Dika.


"Baiklah kalau bapak tidak mau berbicara dengan ku, aku akan pergi." ucap Anisa.. Tiba-tiba Dika menahan tangan Anisa. "Jangan pergi saya mohon." ucap Dika.


Anisa tersenyum ketika Dika langsung memeluk nya.


"Aku akan belajar di sini. Sebaiknya Bapak mandi dulu." ucap Anisa. Dika menatap Dika. "Kamu bisa menjelaskan ini?" tanya Dika membuka ponsel nya dan menunjukkan foto nya dengan Arya.


"Oohh karena ini Bapak merajuk dan mendiamkan aku?" ucap Anisa. Dika Diam.


"Abaikan saja tentang aku dengan Arya, karena hati ku hanya milik bapak seorang." ucap Anisa.


Dika masih memasang wajah sedih.


Anisa mengelus rambut Dika. "Bapak harus percaya kepada ku kalau aku mencintai bapak, aku tidak mungkin bersama orang lain dan meninggalkan bapak." ucap Anisa.

__ADS_1


__ADS_2