
"Sampai jumpa besok cantik.." ucap Dika. Anisa tidak mengatakan apapun, Dika pergi Anisa langsung menutup pintu.
"Aaaaaa!!!!!! Bisa gila aku kalau seperti ini." ucap Anisa berteriak sendiri. Dia memegang kepala nya sambil sesekali senyum.
"Ya ampun... Seperti nya aku tidak akan mencuci rambut ku tujuh hari tujuh malam." ucap Anisa.
Dika sampai di apartemen nya langsung berbaring dengan perasaan bahagia, lega.
"Aaaaa... Aku berhasil..." ucap Dika sangat senang sampai berguling-guling di tempat tidur dan juga menarik selimut untuk menutupi wajahnya.
Keesokan harinya...
Angga bangun dengan keadaan yang sangat bahagia.. Begitu juga dengan Anisa. Turun dari tempat tidur sambil tersenyum membayangkan kalau sekarang dia sudah tidak kesepian lagi.
Kedua nya mandi di waktu yang bersamaan. Tidak berhenti tersenyum.
"Saya harus Tampil rapi dan menawan di depan Anisa." ucap Dika. Mencukur kumis nya. Menata rambut.. Memakai parfum andalannya.
Begitu juga dengan Anisa.
"Sudah cantik..." ucap Anisa melihat penampilan nya di cermin.
Tiba-tiba handphone nya berdering, dia berfikir itu dari Dika namun ternyata dari Putri.
"Halo putri." ucap Anisa.
"Anisa aku boleh pinjam buku kamu gak? buku bahasa Inggris ku hilang." ucap Putri.
"Ya udah nanti aku bawain ke sekolah..Aku mau berangkat sekarang." ucap Anisa.
"Ya udah deh, kalau begitu hati-hati yah." ucap Putri.
"Oke.." ucap Anisa langsung mematikan sambungan telepon.
Anisa memeriksa handphone nya berharap ada pesan dari Dika.
"Humm dia tidak ingin menjemput ku? Ini hari kedua pacaran, dan hari pertama berangkat ke sekolah setelah menjadi pacar." ucap Anisa.
"Mungkin dia buru-buru ke sekolah, sebaik nya aku membawa mobil sendiri." ucap Anisa. Mengambil kunci mobil dan keluar dari rumah.
"Pagi Cantik..." Tiba-tiba Anisa terkejut melihat Dika sudah di depan rumah bersandar di depan mobil nya.
Anisa terpana dengan penampilan Dika yang lumayan berbeda.
"Pa-pagi.. Aku pikir Bapak tidak akan datang menjemput ku." ucap Anisa. Dika tersenyum.
Anisa mendekati mobil Dika.
"Ayo kita berangkat." ucap Anisa.
Dika membuka Pintu mobil untuk Anisa. Anisa masuk untuk pertama kalinya ke dalam mobil Dika terasa sangat berbeda.
__ADS_1
Mobil itu berbau Dika. Bahkan mobil itu benar-benar sangat bersih sekali.
Dika memerhatikan Anisa yang tak kunjung memakai sabuk pengaman.
"Kalau kamu tidak memakai sabuk pengaman, bisa berbahaya." ucap Dika langsung memasang kan sendiri untuk Anisa.
Anisa kaget, dia syok karena Dika sangat dekat dengan nya.
"Ya ampun kok jadi gugup seperti ini sih? huff tau seperti ini aku tidak akan berharap di jemput." ucap Anisa.
Anisa menatap wajah Dika yang juga sedang menatap wajah Anisa.
"Kenapa Anisa sangat cantik sekali? Kamu anak kecil yang membuat saya Jatuh hati seperti ini Anisa." batin Dika.
Tiba-tiba Anisa memalingkan pandangannya.
"Sudah selesai, kita akan berangkat." ucap Dika langsung.
Selama perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka berdua, kedua nya sama-sama malu.
Dika memasang musik agar tidak terlalu sepi.
Sesampainya di depan sekolah Dika menahan tangan Anisa yang hendak keluar dari mobil.
"Tunggu dulu." ucap Dika. Anisa menatap Dika.
"Kamu pasti belum sarapan. Nih untuk kamu. Saya memasak nya sendiri." ucap Dika sambil memberikan kotak bekal.
"Terimakasih.." ucap Anisa. Dika menganguk sambil tersenyum.
"Humm kalau begitu aku turun dulu yah." ucap Anisa..Dika menganguk sambil tersenyum.
Anisa di berikan senyuman indah pak Dika membuat nya hampir pingsan.
Namun Anisa tidak jadi keluar dia melihat ke sekeliling masih sangat sepi.
"Pak." panggil Anisa.."Iyah kenapa?" tanya Dika menoleh ke arah Anisa.
"Cupp.." Anisa mencium pipi Dika dengan singkat.
"Semangat untuk hari ini." ucap Anisa langsung keluar karena malu. Dika memegang pipi nya wajah nya seketika memerah.
"Anisa.... Kamu membuat seorang Dika hampir gila..." ucap nya berteriak menutup wajahnya. Dia sekarang sudah seperti anak ABG.
"Ini tidak bisa di biarkan Dika, kamu harus cool.. Jangan biarkan anak SMA membuat sifat mu seperti anak kecil." ucap nya pada diri sendiri.
Namun mau bagaimana pun dia tidak bisa menutupi wajah bahagia nya. Mengumpulkan semua buku, tas dan juga Handphone segera keluar dari dalam mobil.
"Selamat pagi semua nya." ucap Dika masuk ke kantor.
"Pagi pak Dika.." ucap Guru-guru.
__ADS_1
Dika tersenyum.
"Ekhem-Ekhem... Seperti nya ada yang beda hari ini, Bapak terlihat lebih ceria, dari tadi mulai dari depan sekolah sampai ke sini senyum-senyum." ucap teman nya.
"Saya mendapat kan wanita yang saya inginkan." ucap Dika. Semua nya ikut senang namun tidak dengan guru muda yang sebelumnya menyukai Dika.
"Pantesan saja pak Dika terlihat sangat senang sekali.. Selamat yah pak." ucap teman nya..Dika tersenyum.
"Kalau begitu saya ke kelas dulu yah." ucap Dika setelah meletakkan tas, laptop dan komputer juga bukunya. Dia hanya membawa buku yang di perlukan dan juga Handphone nya.
"Putri Belum datang yah?" tanya Anisa kepada Arya.
"Seperti nya belum." ucap Arya setelah sudah di kelas.
"Kamu mau kemana?" tanya Anisa.
"Aku mau cari sarapan, kamu mau ikut gak?" tanya Arya. Anisa tadi nya mau ikut namun dia baru ingat kalau Dik memberikan dia bekal.
"Kamu aja deh, aku membawa Bekal kok." ucap Anisa.
"Tumben-tumbenan banget." ucap Arya. Anisa tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku ke kantin dulu." ucap Arya. Anisa menganguk.
Anisa duduk di kursi nya dan membuka bekal dari kekasih nya itu.
Seketika dia tersenyum melihat nasi goreng yang di atas ada telur bentuk love, Serta saus yang di buat senyuman.
Namun tiba-tiba Dika datang.. Setelah memastikan kelas sepi dia baru berani masuk. Anisa melihat Dika.
"Nih minum untuk kamu." ucap Dika meletakkan di depan Anisa..
"Terimakasih." ucap Anisa. Dika Duduk di atas meja Anisa memerhatikan Anisa makan.
"Apakah bapak sudah sarapan?" tanya Anisa berani bertanya karena tidak ada yang berbicara.
"Hummm.."
"Nih cobalah." ucap Anisa menyuapi Dika. Dika Senang dia sudah membuka mulutnya.
"Selamat pagi Anisa..." Tiba-tiba Putri datang. Anisa langsung memasuk kan Sendok ke mulut nya. Dik langsung berdiri sambil menghela nafas panjang.
"Eh ada pak Dika, Maaf yah pak." ucap Putri.
"Kamu lanjut lah makan," ucap Dika. Anisa menganguk. Dika langsung keluar.
"Ngapain pak Dika di sini? apa dia memarahi kamu?" tanya Putri duduk di samping Anisa.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, kami hanya membahas beberapa pelajaran." ucap Anisa. "Oohh begitu, tapi kenapa kelihatan nya kamu malu-malu?" tanya Putri lagi.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok." ucap Anisa. "Dan ini nasi goreng dari mana? Kelihatan nya enak bagi dong." ucap Putri.. Namun Anisa tidak mau membagi nya.
__ADS_1