Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 78


__ADS_3

"Morning.." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Apa kamu tidak ingin memberikan kis kepada saya?" tanya Dika.


Anisa malu dia mencium pipi Dika dengan singkat. Dik tersenyum. Dia langsung bergerak dan sekarang berada di atas Anisa.


"Kakak mau ngapain?" tanya Anisa.


"Saya tidak bisa menahan diri ketika bersama kamu Anisa." ucap Dika mau mencium bibir Anisa.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu lumayan keras membuat Dika menghentikan niat nya, Anisa mendorong Dika dari atas nya.


"Anisa!!! aku tau kamu di dalam, buka pintu nya..." ucap Putri dari luar.


"Putri... kenapa dia datang pagi-pagi?" ucap Dika.


"Aku tidak tau, kakak sekarang harus sembunyi, dia tidak boleh tau kakak ada di sini." ucap Anisa.


"Kenapa? Bukan kah. kita sudah pacaran? Kalau dia tau itu lebih bagus." ucap Dika.


"Tidak baik kak, sebaiknya kita berdua saja yang tau. Sekarang kakak sembunyi di kamar ku." ucap Tania. Mengantarkan Dika ke kamar nya.


Setelah mengunci pintu Anisa berlari ke bawah. Dia melihat baju Dika dan semua sepatu. Dia menyembunyikan nya setelah itu membuka pintu.


"Lama banget sih Anisa?" ucap Putri.


"Ini masih pagi-pagi sekali, Lagian ini hari Minggu, kamu ngapain ke sini?" ucap Anisa.


"Aku bosan di rumah. Orang tua ku pulang kampung, tinggal aku sendiri di rumah." ucap Anisa.


"Lalu kamu ngapain ke sini?" tanya Anisa.


"Kok kamu nanya nya gitu sih? Aku ke sini yah mau ketemu kamu lah, aku mau di sini sama kamu, Kelihatan nya kamu tidak suka." ucap Putri.


"Bukan gitu. Tapi tidak biasa nya. Jadi aku Heran." ucap Anisa.


"Yakin? Seperti nya kamu menyembunyikan sesuatu dari ku." ucap Putri. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok, aku menyembunyikan apa dari kamu, mana mungkin." ucap Anisa.


"Kalau begitu aku mau masuk ke dalam." ucap Putri. Anisa tetap berdiri di depan pintu, Putri menerobos masuk ke dalam.


"Tapi aku hari ini mau keluar, kamu tidak boleh di sini." ucap Anisa.


"Maksud kamu? Kamu mengusir aku?" ucap Sarah.


"Bukan seperti itu Putri. Orang tua ku hari ini ke sini, aku tidak ingin mereka melihat kamu di sini." ucap Anisa.


"Kalau mereka ke sini, aku bersembunyi di kamar kamu." ucap Putri..

__ADS_1


"Kamu aneh deh, biasa nya kamu yang sering memaksa ku untuk ke sini, namun sekarang seperti nya kamu tidak ingin aku di sini." ucap Putri.


Anisa Diam. "Jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku? Apa kamu menyembunyikan pria di rumah ini?" ucap Putri.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Putri." ucap Anisa.


"Humm aku percaya sih tidak mungkin." ucap Putri. Anisa Duduk di depan Putri.


"Aduhh bagaimana ini yah? Bagaimana aku membuat Putri pergi dari rumah ini." ucap Anisa dalam hati.


"Kenapa kamu kelihatan nya sangat gugup sih?" tanya Putri lagi. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok." ucap Anisa.


Putri mengeluarkan laptopnya.


"Aku mau belajar di sini gak apa-apa kan?" tanya Putri.


"Humm gak apa-apa kok. Kalau begitu aku ke kamar dulu yah, mau mandi soalnya aku punya janji." ucap Anisa.


Putri menganguk. Anisa menghela nafas panjang. Dia terus memerhatikan Putri.


"Huff baru saja aku bertemu dengan kak Dika, namun Putri sudah datang ke sini, aku tidak bisa menghabiskan waktu dengan kak Dika." ucap Anisa dengan lesu.


Dia berjalan ke kamar nya. Anisa masuk ke kamar nya dan kaget melihat Dika tidur dengan sangat nyenyak di tempat tidur nya.


"Kenapa kamu memasang wajah bingung seperti itu?" tanya Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Putri ada di bawah, dia tidak mau pergi karena mau belajar di sini, aku tidak ingin dia tau hubungan kita. Sebaik nya kakak pulang diam-diam." ucap Anisa.


Dika duduk. Dia menatap wajah Anisa.


"Kalau Sarah tau tentang hubungan kita, apa salah nya? Kita tidak merugikan siapapun." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin dia tau, aku nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini." ucap Anisa.


"Kalau seperti ini kita harus berpura-pura tidak memiliki hubungan. Saya tidak bisa." ucap Dika..


"Kakak harus bisa." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Kalau begitu saya akan kembali ke apartemen saya." ucap Dika. Anisa menahan tangan Dika.


"Aku masih merindukan kakak." ucap Anisa. Dika menatap wajah Anisa.


Dika menarik tangan Anisa naik ke kasur dan berpelukan.


"Saya jauh lebih merindukan kamu." ucap Dika mencium kepala Anisa.

__ADS_1


Anisa menatap wajah Dika.


"Aku akan ikut ke apartemen kakak." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin kamu ikut ke sana, bagaimana dengan Putri?" tanya Dika. Anisa


tersenyum.


"Tidak apa-apa." ucap Anisa.


Akhirnya mereka Anisa berusaha mengeluarkan Dika dari rumah nya terlebih dahulu.


"Kakak tunggu di sini." ucap Anisa.


"Putri aku keluar dulu yah, aku ada janji." ucap Anisa.


"Loh kamu gak jadi mandi?" tanya Putri melihat Anisa masih berpakaian baju tidur.


"Aku sudah mandi kok, nanti aku akan menukar baju ku di luar." ucap Anisa.


"Kalau kamu mau pergi jangan lupa untuk menutup pintu yah." ucap Anisa dan langsung pergi begitu saja.


Putri menatap Anisa pergi buru-buru.


"Kenapa aku curiga yah kepada Anisa? Apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dari aku?" tanya Putri.


"Ini sangat aneh." ucap Putri. Anisa masuk ke dalam mobil.


"Ayo buruan." ucap Anisa. Dika mengeluarkan mobil nya dari halaman rumah Anisa.


"Aku sudah seperti pencuri dari rumah ku sendiri." ucap Anisa. Dika tertawa.


"Aku sangat lapar." ucap Anisa memegang perutnya. Dika tersenyum.


"Baiklah kita akan singgah ." ucap Dika. Ternyata Dika membawa singgah di restoran yang tidak jauh dari sekolah tempat mereka bertemu.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak mau turun? Kata nya lapar." ucap Dika kepada Anisa yang hanya diam di dalam mobil.


"Kakak sengaja membawa ke sini yah?" ucap Anisa. Dika menatap Anisa heran.


"Kenapa? Apa yang salah dengan tempat ini?" tanya Dika.


"Di sini pertama kali nya kita bertemu, dan sifat ku pada saat itu sangat memalukan sekali." ucap Anisa.


Dika tersenyum dia mengelus kepala Anisa.


"Sudah-sudah jangan di ingat masa lalu yang jelek." ucap Dika.


Anisa menatap Dika dengan mata yang malu. "Kamu jangan memasang wajah seperti itu dan bersifat manja, karena saya takut saya tidak bisa mengontrol diri." ucap Dika.

__ADS_1


"Huff dasar mesum!" ucap Anisa langsung keluar dari dalam mobil.


Mereka memesan makanan dan duduk di meja pilihan Anisa.


__ADS_2