Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 112


__ADS_3

"Bagaimana bisa aku berfikir saya suka sama Puput sementara saya baru bertemu dia, saya juga sudah memiliki kekasih yang sangat saya cintai, tidak ada ruang untuk orang lain!" ucap Dika.


Anisa menatap mata Dika, "aku melihat kakak tertawa bahagia dengan Puput, selain sama ku kakak tidak pernah sedekat itu, namun tiba-tiba ke Puput kakak seperti nya langsung akrab." ucap Anisa dengan wajah cemberut.


Dika menghela nafas panjang. "Sudah jangan membahas itu lagi, saya dengan Puput tidak ada hubungan apapun." ucap Dika.


"Kenapa kakak menghindari pembicaraan kita? Apa Kakak mau selingkuh sama Puput?" tanya Anisa.


Dika menatap Anisa. "Saya tidak memiliki perasaan apapun pada Puput, saya hanya ingin membuat kamu cemburu, karena kamu sudah membuat saya cemburu!" ucap Dika.


Anisa menatap Dika.


"Aku tidak melakukan nya dengan sengaja, kenapa kakak malah mau membalas ku?" tanya Anisa.


"Kamu kenapa sih Anisa? berhenti membahas itu! Saya masih ngantuk saya mau. istirahat." ucap Dika.


"Mana handphone kakak, aku harus menghapus Instragram nya!" ucap Anisa.


Dika membiarkan Anisa mengambil handphone nya, namun tiba-tiba Anisa terdiam.


"Huff sejak kapan aku mulai posesif seperti ini?" nya kepada diri nya sendiri. Dia mengembalikan handphone Dika.


"Kenapa? Kenapa kamu tidak jadi memeriksa nya?" tanya Dika, Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Kau tidak ingin memeriksa ponsel kakak, aku takut, aku juga tidak terbiasa." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.


"Nih saya buka kan untuk kamu, kamu blokir saja agar kamu tidak berfikir yang aneh-aneh terus menerus." ucap Dika.


Anisa memblokir akun Puput. "Jangan mencoba untuk membuka nya lagi!" ucap Anisa. Dika hanya diam dia kembali tidur.


Anisa melihat handphone nya yang berbunyi telpon dari Candra.


"Halo.." ucap Anisa menjawab. "Kamu di mana sayang? Kamu sudah di rumah kan? Maafin aku yah, aku tadi malam sangat mabuk itu sebabnya aku tidak mengantarkan kamu pulang." ucap Candra.


"Iyah gak apa-apa kok, kamu sendiri bagaimana?" tanya Anisa.


"Aku baik-baik saja kok, aku di antar oleh supir Dika ke penginapan, kata teman-teman kamu, yang mengantarkan kamu pulang juga Dika." ucap Candra.


"Oohh." ucap Anisa.

__ADS_1


"Aku harus mengucapkan terimakasih kepada nya, ya udah kalau begitu kamu istirahat lah." ucap Candra. Anisa menginyakan dan langsung mematikan sambungan telepon.


Anisa melihat ke arah Dika yang membelakangi nya.


Dia hendak memeluk Dika namun tidak jadi.


Akhirnya dia ke kamar mandi sebelum keluar dari kamar.


Keluar dari kamar dia melihat rumah nya berantakan membuat nya kesal.


"Huff aku sangat malas bersih-bersih." ucap Anisa dalam hati.


"Ah sudahlah nanti saja aku membersihkan semua nya. Aku mau masak dulu, perut ku sangat lapar." ucap Anisa.


Dia memasak makanan apa yang dia masak. Agar cepat dia makan, akhirnya dia memasak Telur Dadar saja.


Dia makan mengunakan kecap, saat sedang makan dan memegang handphone tiba-tiba Dika turun dari atas. Dia melihat ke arah Anisa yang Duduk di meja makan sambil mengangkat kaki.


Dia langsung menurunkan nya dengan cepat.


"Kakak sudah bangun?" ucap Anisa. Dika mendekati Anisa.


"Apa kakak mau kopi?" tanya Anisa. Dika mengangguk.


"Kalau begitu aku buatin dulu." ucap Anisa. Dika menahan tangan Anisa.


"Habis kan dulu makanan kamu." ucap Dika, Anisa tersenyum sambil mengangguk.


Setelah selesai makan Anisa mencuci tangan dia membuat kopi untuk Dika. Dia meletakkan di depan Dika.


"Kenapa kakak tidak memakai baju dan ke kamar mandi dulu?" tanya Anisa.


"Saya sudah gosok gigi, saya tidak mencuci wajah saya karena saya masih ingin melanjutkan tidur saya." ucap Dika.


"Ini sudah siang, kenapa Kaka tidur terus?" tanya Anisa. "Tidak apa-apa." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau begitu aku mau bersih-bersih dulu.. Sebelum kena protes aku harus bersih-bersih." ucap Anisa.


Dika mengangguk..Anisa melakukan nya dengan cepat, namun tiba-tiba Bel rumah berbunyi.


Pintu yang kebetulan tidak di kunci Marsel langsung bisa masuk.

__ADS_1


"Selamat pagi adik kakak." ucap Marsel menyapa Anisa. Namun Anisa bukan nya senang dia terkejut, Dika juga langsung berdiri.


Marsel melihat Dika dia yang tadi nya senang sekarang jadi berubah marah.


"Dika!!!!" Ucap Marsel mau menghajar Dika namun langsung di tahan oleh Anisa.


"Kak jangan kak. Aku mohon." ucap Anisa.


"ngapain dia di sini? apa dia tidur di sini? Apa dia macem-macem kepada kamu?" tanya Marsel.


"Kak Dika memang tidur di sini, tapi kita gak ngapa-ngapain kok kak, aku mohon jangan marah. Aku tau kok batasan ku." ucap Anisa.


"Kamu dengan pria itu sudah kelewat batas Anisa, kamu sama Candra saja kakak larang, bagaimana dengan pria seperti dia?" ucap Marsel.


Anisa terdiam. "Pokoknya kakak tidak mau tau, kamu tidak boleh berhubungan dengan Dika." ucap Marsel.


"Dan untuk kamu, pergi dari kehidupan adik saya! saya tidak akan merestui kamu dengan adik saya!" ucap Marsel.


"Kak aku sangat mencintai kak Dika, aku bisa seperti sekarang ini karena ada kak Dika." ucap Anisa.


"Salah saya apa Kak? Saya tidak melakukan kesalahan yang membuat Anisa rugi, saya juga menjaga Anisa, saya sangat mencintai Anisa, saya mohon jangan pisahkan kami berdua." ucap Dika.


Anisa mendekati Dika.


"Apa kakak melihat ada tanda-tanda tidak kebahagiaan di wajah ku ketika bersama kak Dika?" tanya Anisa.


"Kak Dika yang selalu ada buat aku, kak Dika yang mengerti aku, mengajari aku ke hal yang baik dan positif. Mengajari ku dengan giat. Dan mencintai ku dengan tulus, hanya kak Dika. Bukan kakak, bukan orang tua ku." ucap Anisa.


"Aku memang baru bertemu dengan kak Candra, namun aku bisa merasakan kenyamanan bersama nya, aku bisa merasa aman, aku tidak pernah memikirkan keras nya dunia karena aku sudah ada pelindung." ucap Anisa.


"Tidak ada orang yang bisa sesabar kak Dika mengahadapi ku, tidak akan ada." ucap Anisa.


"Kamu belum tau siapa pria yang sedang kamu perjuang kan itu Anisa. Kamu belum tau latar belakang nya." ucap Marsel.


"Perlahan aku Akan tau kak, aku hanya butuh dukungan kakak, arahan kakak untuk keputusan ku." ucap Anisa.


"Kak, ijinkan aku menjaga Anisa, saya sangat mencintai dia, saya tidak Akan pernah menyia-nyiakan dia." ucap Dika.


Marsel bingung harus mengatakan apa lagi, dia melihat wajah Anisa dan Dika.


"Baiklah. Kakak akan memberikannya ijin, tapi kakak minta, di antara kalian berdua harus saling jujur, karena hubungan yang langgeng harus ada kejujuran." ucap Marsel.

__ADS_1


__ADS_2