Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 58


__ADS_3

"Kamu tidak harus merasakan hal seperti ini Anisa. Saya tau Dunia ini tidak adil bagi kamu." ucap Dika mengelus kepala Anisa.


Setelah itu mereka memiliki untuk pulang dari sana. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Anisa kita sudah sampai, lebih baik kamu bangun..." ucap Dika.


Namun sepertinya Anisa masih sangat nyenyak.


"Anisa..." Dika berbicara tepat di telinga Anisa, Anisa terkejut dia langsung bangun dan melihat ternyata sudah berhenti entah di mana.


"Ayo buruan turun." ucap Dika.


"Kita ada di mana?" ucap Anisa.


"Di apartemen saya." ucap Dika. "Kenapa bapak membawa saya ke sini?" ucap Anisa kesal.


"Sudah ayo turun." ucap Dika memaksa Anisa turun.


"Aku tidak mau, aku mau pulang saja." ucap Anisa. Dika mengambil kunci mobil.


"Kamu jangan pernah kemana pun, ikut dengan saya." ucap Dika. Dika membuka pintu mobil dan menarik Anisa keluar.


"Aku bisa jalan sendiri, tidak perlu di tarik." ucap Anisa menepis tangan Dika.


"Silahkan!" ucap Dika. Anisa berjalan terlebih dahulu.


"Ternyata kamu sudah tau lantai berapa dan nomor berapa apartemen saya.' ucap Dika kepada Anisa.


"Aku bukan lah anak kecil. Hal seperti ini mudah di ingat." ucap Anisa.


"Humm kalau kamu bukan anak kecil, kamu masih ingat pin apartemen saya?" tanya Dika, Anisa langsung mencoba dan pintu terbuka.


"Ternyata ingatan kamu lumayan bagus." ucap Dika.


Anisa langsung masuk ke dalam.


Dia duduk di sofa memasang wajah lesu.


"Huff kenapa tempat ini sangat sepi." ucap Anisa dalam hati. Dia membuka gorden dan membuka jendela.


"Kalau kamu mau istirahat, istirahat lah di kamar saya." ucap Dika. "Bapak mau kemana?" tanya Anisa melihat Dika menukar pakaian nya.


"Saya ada kerjaan di luar." ucap Dika.


"Menemui perempuan yang bernama Gisel itu kan?" ucap Anisa. Dika terdiam sejenak.


"Kamu pergi saja." ucap Anisa dengan wajah yang sedikit Cemberut.


"Keluarga saya mengudang keluarga Gisel untuk Makan malam karena mereka adalah saudara Saya." ucap Dika.


"Aku tidak mengatakan apapun, bapak pergi saja." ucap Anisa.


Dika menganguk. "Kamu tunggu saya di sini." ucap Dika. Anisa hanya diam saja..

__ADS_1


Setelah Dika pergi Anisa menghela nafas panjang.


"Dasar Playboy. Dia bahkan benar-benar tidak menghargai aku yang sudah di bawa ke sini." batin Anisa.


Dika sampai di rumah orang tua nya.


"Selamat sore Mah. Pah." ucap Dika menyalim tangan kedua orang tua nya.


"Sore juga, kenapa kamu tidak menjemput Gisel?" tanya Mamah nya.


"Akhir-akhir ini dika sudah tidak perduli lagi kepada ku Tante." ucap Gisel yang baru saja datang.


"Bukan seperti itu Gisel, aku sangat sibuk." ucap Dika.


"Huff Iyah deh Iyah." ucap Gisel.


"Jangan ngambek gitu dong, di sini ada kedua orang tua kita, tidak enak kalau membahas soal itu." ucap Dika.


"Baiklah-baiklah kalau begitu. Aku paham kok." ucap Gisel.


Mereka pun makan karena semua nya sudah datang.


Dika mencoba membujuk Gisel yang dari tadi merajuk bahkan menyindirnya Terus menerus.


"Kamu tau gak kalau kamu sangat jahat kepada ku." ucap Gisel kepada Dika.


"Aku tidak melakukan apapun.. Apa salah ku?" tanya Dika.


"Aku sangat merindukan kamu, kenapa kamu begitu jahat sampai mengabaikan ku seperti itu?" ucap Gisel.


"Maafin aku yah, kamu jangan marah-marah lagi." ucap Dika. Gisel memasang wajah cemberut.


"Aku tidak akan mau memaafkan kamu." ucap Gisel.


"Yakin kamu gak mau maafin aku? Sepupu seperti aku tidak di Maaf kan, kamu begitu jahat sekali." ucap Dika.


Gisel menghela nafas. "Iyah deh aku maafin, tapi malam nih kamu harus temanin aku dulu." ucap Gisel.


"Malam ini? Seperti nya tidak bisa deh, aku ada urusan." ucap Dika.."Kan kamu membuat alasan lagi." ucap Gisel.


Dika memegang tangan Gisel.


"Jangan marah-marah gitu dong, entar cantik nya hilang loh." ucap Dika. "Kamu tidak mau menemani aku?" ucap Gisel.


"Sekarang aku harus pamit pergi.. Maafin aku yah." ucap Dika langsung pergi. Sebelum nya dika juga sudah pamit kepada orang tua nya karena Gisel duduk di depan rumah.


Dika meninggal kan rumah orang tua nya.


"Kamu kenapa di depan saja nak?" tanya Mamah nya Dika kepada Gisel.


"Menurut Tante, Dika sudah memiliki pacar Belum?" tanya Gisel.

__ADS_1


"Loh bukannya sebelum nya Dika sudah memiliki pacar?" ucap Mamah nya Dika.


"Mereka sudah putus Tante. Apa Tante Tidak tau?" ucap Gisel.


"Dika benar-benar keterlaluan sekali. Dalam satu bulan dia pasti menukar pasangan nya, tapi dia tidak pernah jujur kepada Tante." ucap Mamah nya Dika.


Gisel menghela nafas.


"Bagaimana bisa kamu tertarik kepada Dika ? Kamu sudah tau sifat asli nya, Tante takut nanti kamu patah hati karena dia." ucap Mamah nya Dika.


"Aku sudah sangat menyukai Dika Tante, dari awal aku bertemu aku sudah tertarik kepada nya." ucap Gisel.


Tidak beberapa lama Dika sampai di apartemen nya.


"Bapak dari mana saja? Ini sudah jam berapa?" ucap Anisa langsung yang duduk tepat di ruang tamu.


Dika melihat jam. "Saya keluar hanya dua jam setengah." ucap Dika..Anisa melihat jam.


"Tapi tetap saja itu lama, aku lapar, tidak ada yang bisa di Makan di sini." ucap Anisa.


Dika melihat ke arah dapur.


"Saya lupa untuk memasak untuk kamu." ucap Dika.


"Bapak mau membiarkan aku mati kelaparan di sini, sementara Bapak enak makan dengan perempuan yang bernama Gisel itu." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Saya sudah bilang dia adalah sepupu saya." ucap Dika.


"Aku tidak perduli." ucap Anisa..


"Saya membawa masakan Mamah saya untuk kamu." ucap Dika memberikan Bekal yang sengaja dia isi sendiri sebelum pulang.


"Orang tua bapak?" ucap Anisa. Dika menganguk.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak mau makan." ucap Anisa.


"Kamu harus Makan dari pada kelaparan.. Walaupun Mamah saya sedikit galak tapi masakan nya sangat enak." ucap Dika.


"Aku tetap tidak mau!" ucap Anisa.


Dika Menatap Anisa dengan tatapan melas.


"Apa perlu saya menyuapi kamu?" ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Baiklah kalau kamu tidak mau saya akan menyuapi kamu." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya namun Dika memaksa.


"Kalau kamu merasakan Masakan Mamah saya, kamu pasti ketagihan." ucap Dika. Anisa paksa makan akhirnya dia makan.


"Enak tidak?" ucap Dika. Anisa hanya diam. Dika menyuapi lagi.

__ADS_1


"Walaupun sangat menakutkan tapi masakan nya sangat enak sekali." ucap Anisa dalam hati. Akhirnya dia menghabis kan makanan itu sendiri Tampa di suapin oleh Dika.


Dika melihat itu tersenyum.


__ADS_2