Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 150


__ADS_3

Putri menghela nafas panjang.


"Aku tidak mau di jemput atau di antar sama kamu!" ucap Putri.


Arya menghela nafas panjang. "Kamu seharusnya mengucap kan terimakasih sama aku sudah menjemput, bukan nya marah-marah." ucap Arya.


"Terimakasih kamu sudah menjemput ku, tapi lain kali tidak perlu repot-repot." ucap Putri.


"Aku tetap akan menjemput kamu kalau sempat." ucap Arya.


"Aku tidak akan mau kalau kamu memaksa ku." ucap Putri. Arya diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sekolah karena tidak terlalu jauh juga.


"Loh itu bukan nya Anisa?" ucap Arya.


"Aku tidak mau di bohongi sama kamu!" ucap Putri.


"Tidak mungkin lah aku membohongi kamu! lihat saja dulu." ucap Arya sambil mengarahkan kan kepala Putri ke luar.


Putri melihat Anisa berjalan ke arah dalam sekolah. "Eh iya itu Anisa, sejak kapan dia datang? Dia tidak mengabari aku sama sekali." ucap Putri.


Putri langsung turun dari dalam mobil dan mengejar Anisa. Arya mengikuti mereka keluar dari dalam mobil.


"tidak perlu lari-lari Putri." ucap Arya.


"Anisa! Anisa tunggu dulu." ucap Putri. Mendengar nama nya di panggil dia berhenti dan melihat putri dan Arya berlari ke arah nya.


"Kenapa kamu lari-lari seperti itu?" tanya Anisa. "Ini kamu kan? Ini betulan kamu kan?" ucap Putri.


"Iyah ini aku, ini aku Anisa, emangnya kenapa?" tanya Anisa.


Putri langsung memeluk Anisa. "Anisa aku sangat merindukan kamu, aku sangat merindukan kamu, akhirnya kamu kembali, aku sangat mengkhawatirkan kamu tau." ucap Putri.


"Kamu lebay banget sih, aku hanya beberapa hari pergi namun kamu sudah memeluk ku hampir sesak nafas." ucap Anisa.


"Aku mengkhawatirkan kamu, kakak kamu mencari kamu karena tidak ada kabar, kamu juga tidak membalas pesan ku sama sekali, bagaimana aku tidak khawatir seperti itu." ucap Putri.

__ADS_1


Anisa tersenyum. "Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, tapi aku baik-baik saja kok, aku sudah kembali." ucap Anisa.


"Bagus lah kamu kembali dengan selamat, aku benar-benar sangat takut kamu kenapa-kenapa." ucap Putri.


"Sudah jangan membahas itu lagi, sebaik nya kita masuk ke dalam sebelum Bel berbunyi." ucap Arya.


Mereka masuk ke dalam.


"Humm setelah beberapa hari akhir nya Anisa datang juga ke sekolah." ucap Rida.


Mereka melewati Rida dan teman-teman nya. "Ternyata kamu datang juga ke sekolah ini setelah membuat pak Dika tidak mengajar di sini, aku yakin pak Dika sudah mencampakkan kamu." ucap Rida.


"Heh jaga yah mulut kamu!" ucap Putri.


"Sudah putri ini di sekolah. Jangan ribut-ribut." ucap Arya langsung membawa nya keluar.


"Aku dengan kak Dika baik-baik saja, pak Dika keluar bukan karena aku tapi karena perjanjian pekerjaan nya hanya beberapa waktu tidak selamanya." ucap Anisa.


"Oh iya kamu harus tau juga kalau aku sekarang tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi dengan kak Dika." ucap Anisa.


"Kata siapa? Bukan nya banyak orang bilang kalau aku Cocok dengan kak Dika? Sama-sama cantik dan juga tampan." ucap Anisa.


Dia pun langsung masuk ke dalam kelas meninggalkan Rida yang sangat kesal. "Sial! Sial!" ucap Rida dengan kesal.


"Sudah lah tidak perlu kesal seperti itu, mau bagaimana pun kamu tidak akan bisa mendapatkan Pak Dika karena dia sudah bersama Anisa." ucap teman nya.


"Iyah Rida, kamu lihat sendiri bagaimana pak Dika sangat menyanyangi Anisa, bahkan dia menentang orang tua nya." ucap teman-teman nya.


"Harus di akui juga sih kalau Anisa sangat cocok dengan pak Dika, dia cantik kaya dan sekarang dia sudah termasuk pintar. Sangat Cocok dengan pak dika." ucap teman-teman Rida.


"Kalian teman apa sih? Kenapa kalian semua membela Anisa dengan pak Dika?" ucap Rida.


"Bukan membela, tapi fakta nya seperti itu." ucap Teman nya.


"Kamu sudah mengejar pak Dika sangat lama, sampai sekarang apa yang kamu dapatkan? Sementara Anisa sangat keras kepala dia juga sangat bodoh namun pak Dika menyukai dia." ucap Teman nya.


"Seperti nya pak Dika sudah cinta mati sama Anisa, tidak ada harapan lagi sama Kamu, tidak perlu lagi mengharapkan pak Dika, sudah waktunya kamu move on dan mencari yang baru." ucap teman-teman nya Rida langsung terdiam.

__ADS_1


"sudah jangan marah-marah Putri, malu di lihat banyak orang." ucap Arya kepada Putri.


"Kamu tidak tau rasanya kesal melihat teman sendiri di bilangin seperti itu, aku sangat membenci mereka yang mengatai Anisa." ucap Putri.


"Sudah-sudah jangan seperti itu lagi, mau sampai kapan kamu bakalan marah? Aku biasa saja kamu malah berlebihan." ucap Anisa.


"Hufff untung saja tidak satu kelas dengan dia, aku sudah terlanjur kesel aku mau duduk di kursi ku." ucap Putri menepis tangan Arya dan pergi.


Anisa melihat ke arah Arya. "Sudah biarkan saja dia, kamu duduk lah di kursi kamu." ucap Anisa kepada Arya.


Arya mengangguk. "Kamu yang sabar yah kalau orang-orang ber kata-kata jahat, atau mengahadapi yang lain." ucap Arya.


"Iyah aku pasti Sabar kok, mereka tidak tau kebenaran nya seperti apa." ucap Anisa. Arya tersenyum.


Putri melihat mereka dari belakang karena dia duduk paling belakang.


"Kamu bagaimana kabar nya? Aku belum sempat bertanya kabar kamu." ucap Arya. "Baik kok, seperti yang kamu lihat sekarang." ucap Anisa.


"Kamu tau putri sangat mengkhawatirkan kamu, kenapa kamu tidak bisa di hubungi?" tanya Arya.


"Handphone aku hilang, aku tidak tau cara menghubungi nya bagaimana, aku mendapat kan musibah ketika menyusul pak Dika." ucap Anisa.


"Oohh begitu, ya udah kalau begitu nanti kita lanjut cerita lagi, guru sudah datang." ucap Arya.


"Apa yang mereka bicarakan? Kenapa kelihatan nya sangat akrab sekali." ucap Putri.


"Humm pasti Arya juga pasti sangat merindukan Anisa. Dia berpura-pura tidak mengkhawatirkan Anisa, namun kelihatannya sekali dari wajah nya senang berbicara dengan Anisa." ucap Putri di belakang.


Sementara Dika tidak langsung pulang ke rumah melainkan dia singgah ke rumah temannya. Dia membutuhkan bantuan teman nya untuk mengurus pekerjaan nya.


Sementara di rumah Tri baru saja bangun dia melihat tidak ada siapa-siapa lagi di kamar itu. Melihat jam dia sangat kaget sekali.


Dia langsung keluar namun tidak ada siapa-siapa di luar. "Loh kemana Anisa dan Tuan Dika?" ucap Tri.


"Tuan Dika.. Anisa..." panggil Tri namun tidak ada siapa-siapa.


"Oh iya Anisa pasti ke sekolah, mana mungkin dia ada di rumah jam segini. Lalu Tuan Dika kemana yah?" batin Tri.

__ADS_1


__ADS_2