Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 39


__ADS_3

"Bapak yang bawa ke sekolah yah." ucap Anisa.


"Kamu selalu saja merepotkan saya tampa henti" ucap Dika."Aku mohon pak." ucap Anisa.


"Apa kamu tidak apa-apa tinggal di rumah Sendiri?" tanya Dika..Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Bapak tidak perlu khawatir." ucap Anisa..Dika siap-siap mau berangkat ke ke sekolah sementara Anisa melanjutkan tidur nya agar dia cepat sehat.


"Saya berangkat dulu." ucap Dika. Dika berangkat ke sekolah meninggalkan Anisa.


Anisa melanjutkan untuk tidur.


Dika mengeluarkan motor nya dari bagasi mobil dan memanaskan nya sebentar.


"Kenapa aku tidak tenang meninggalkan dia sendirian di rumah?" ucap Dika, namun dia tetap harus pergi.


Dengan sangat berat dia meninggal kan rumah. Sesampainya di sekolah Dika memarkirkan motor nya.


"Selamat pagi pak..." sapa Rida langsung di saat Dika mau ke kantor. "Pagi." jawab Dika.


"Kemarin Bapak kenapa tidak datang?" tanya Rida. "Keluarga saya ada yang sakit." ucap Dika.


"Ya ampun.. Semoga cepat sembuh yah Pak.. Tapi pak Anisa juga tidak masuk kemarin." ucap Rida.


"Dia sudah ijin, saya tau." ucap Dika. "Oohh begitu yah Pak." ucap Rida. "Kalau begitu saya akan ke kantor." ucap pak Dika.


"Tunggu dulu pak, ini untuk Bapak." ucap Rida sambil memberi kan Bekal.


"Ini adalah kue buatan saya dengan Mamah saya, semoga saja Bapak suka." ucap Rida. Dika mengambil nya.


"Terimakasih banyak yah." ucap Dika..Rida menganguk.


Dika segera pergi.


"Apa kalian melihat pak Dika tersenyum kepada ku? Apa kalian melihat nya? Aku yakin pak Dika sudah mulai tertarik dengan ku." ucap Rida sangat senang sekali.


Pelajaran di mulai Tampa Anisa. Di rumah Anisa terbangun karena haus. "Huff aku harus oe bawah mengambil air minum." ucap Anisa. Namun dia melihat galon sudah ada di dalam Kamar nya.


"Ini pasti Pak Dika yang membuat nya." ucap Anisa. Dia tersenyum.


"Baru saja dia pergi sudah sangat sunyi rasanya." batin Anisa. Tiba-tiba bel rumah berbunyi. "Siapa yang datang? Tidak mungkin pak Dika." ucap Anisa.


"Seperti nya dia sudah masuk, apa itu Mamah?" ucap Anisa. Namun tiba-tiba pintu kamar nya terbuka.

__ADS_1


"Permisi Non.." Ucap Bibik.


Anisa tidak asing dengan wajah nya mencoba mengingat.


"Saya adalah pembantu di apartemen nya den Dika, saya di suruh oleh den Dika ke sini mengantarkan makan siang non Anisa." ucap Bibik.


"Bagaimana bisa Bibik masuk?" tanya Anisa.


"Sebelum nya saya sudah berbicara dengan den Dika dan dia juga memberikan kunci. Saya minta maaf kalau terlalu lancang. Saya takut non yang sedang sakit harus susah-susah turun ke bawah mau membuka pintu." ucap Bibik.


Anisa terdiam. "Ini makanan yang di suruh di antar oleh Den Dika. Ayo di Makan dulu." ucap Bibik..Anisa berusaha untuk duduk.


Anisa kebetulan sudah lapar akhirnya dia makan.


"Pak Dika sangat perduli kepada ku, padahal aku sudah sangat jahat kepada dia, bahkan sudah sangat membuat dia dalam masalah, dan selalu menyusahkan dia." batin Anisa.


"Non Anisa kenapa melamun? Ayo cepat di abisin agar non cepat sembuh." ucap Bibik.


Anisa menganguk. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Bibik jangan langsung pulang yah, temanin aku sebentar di sini dulu." ucap Anisa.


Bibik menganguk. Bibik menatap wajah Anisa. Anisa sadar kalau Bibik itu menatap Anisa dengan tatapan yang aneh.


"Non sangat beruntung bisa mendapatkan perhatian dari Den Dika." ucap Bibik. "Kenapa Bibik berbicara seperti itu?" tanya Anisa.


"Den Dika tipe Pria yang sangat dingin. Bersifat cuek kepada pasangan nya." ucap Bibik.


"Sudah kelihatan sekali, Selain dingin dan Cuek, dia juga cerewet, dia galak." ucap Anisa.


Bibik tertawa kecil.


Den Dika tidak seperti itu non. Tidak mungkin den Dika yang sangat baik, sopan jadi galak dan cerewet." ucap Bibik.


Anisa menghela nafas panjang.


"Seperti nya Bibik belum mengetahui pak Dika seperti apa." ucap Anisa.


"Den Dika saya yang mengurus sudah mulai dari SMP. Sebelum saya menikah Non, jadi Bibik tau seperti apa den Dika." ucap Bibik.


Anisa Menghela nafas panjang lagi.


"Berarti pak Dika memiliki sifat yang berbeda ketika bertemu dengan Bibik dan juga bertemu dengan orang lain." ucap Anisa.

__ADS_1


"Kalau boleh tau Non Anisa sudah memiliki pasangan kan?" tanya Bibik. Anisa menatap wajah Bibik.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak, Bibik hanya ingin tau, karena tidak mungkin anak secantik kamu tidak memiliki Pacar." ucap Bibik.


"Sudah sih bik, kami sudah pacaran dua tahun. banyak masalah yang datang namun kami tetap bersama dan pada akhirnya dia harus keluar negeri membantu orang tua nya setelah beberapa Minggu ini dia tidak memberikan kabar kepada ku." ucap Anisa.


"Yang sabar yah Non.. Mungkin dia sangat sibuk." ucap Bibik, Anisa tersenyum.


"Ini sudah waktunya Bibik pulang karena Bibik memiliki anak kecil di rumah." ucap Bibik.. Anisa menganguk.


"Terimakasih banyak yah Bik." ucap Anisa sambil memberikan uang namun di tolak oleh Bibik.


"Pegang saja non, saya sudah bekerja dengan den Dika, dia yang akan membayar saya." ucap Bibik.. Anisa memaksa namun Bibik tidak mau.


Bibik akhirnya pergi meninggalkan Anisa sendirian. "Kalau Bibik itu sudah bersama pak Dika cukup lama, dia pasti tau den Dika seperti apa orang nya dan juga tau kehidupan nya." ucap Anisa.


"Eh tunggu dulu, kok aku jadi kepo seperti ini sih? Kenapa aku harus penasaran dengan kehidupan nya pak Dika." ucap Anisa.


Tidak terasa sudah sore. Dika baru saja pulang karena banyak yang harus dia urus.


"Loh kenapa ada mobil Arya di sini?" ucap Dika..Dia cepat-cepat turun dari motor nya masuk ke dalam dan melihat Arya berbicara dengan Anisa di dalam.


"Pak Dika!" ucap Arya. Anisa memasang wajah mengusir Dika. Dika karena sudah di tatap akhirnya memilih untuk pergi dulu.


"Bapak kenapa bisa di sini? Apa Bapak tau juga kalau Anisa sakit?" ucap Arya.


"Saya ada urusan dengan dia, kalian lanjut lah berbicara." ucap Dika.


Dika keluar dan duduk di teras rumah.


Sudah bosan dia menunggu di luar namun Arya tak kunjung keluar.


"Sudah satu jam saya di sini,. namun Arya tak kunjung pulang." ucap Dika.


Tidak beberapa lama akhirnya Arya ijin pulang.


"Pak aku pulang duluan yah pak." ucap Arya, dika menganguk.


"Kamu hati-hati yah, sampai jumpa besok." ucap Anisa melambaikan tangan nya.. Arya menganguk.


"Lain kali kalau teman atau ada tamu lain di sini, Bapak jangan sembarangan masuk ke dalam." ucap Anisa. Dika diam.


"Dari mana saja Bapak baru pulang?" tanya Anisa.

__ADS_1


"Tidak ada, saya mau mandi." ucap Dika.


__ADS_2