
"Tidak apa-apa.. Lain kali kalau berjalan lihat ke sekeliling." ucap pria itu.
"Sekali lagi saya minta maaf." ucap Anisa. mengangkat kepalanya menatap pria itu.
Namun melihat wajah nya Anisa merasa tidak asing.
"Anisa..." ucap pria itu. Anisa mencoba mengingat siapa pria itu.
"Siapa yah?" tanya Anisa.
"Masa kamu lupa sama saya? Saya yang sering membawa kan boneka untuk kamu." ucap Pria itu.
"Kak Marsel." ucap Anisa langsung ingat.
Pria yang berumur 26 tahun itu tersenyum ketika Anisa mengingat nama nya.
"Aku sudah sangat merindukan kakak, kakak dari mana saja?" ucap Anisa.
"Kakak baru saja pulang dua hari yang lewat, kakak tidak tau kamu tinggal di mana sekarang, itu sebab nya kakak tidak datang menemui kamu." ucap kak Marsel.
"Humm kakak sangat jahat sekali." ucap Anisa.
"Kemarin kakak ke rumah Papah kamu, namun kamu tidak tinggal di sana kata nya." ucap kak Marsel.
"Aku tidak ikut dengan papah." ucap Anisa. "Kamu ikut dengan mamah kamu?" tanya kak Marsel. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tinggal sendirian. Di rumah lama." ucap Anisa.
"Sendiri?" ucap Marsel. Anisa Menganguk.
"Sebaiknya kita bicara di tempat minum yang tidak jauh dari sini saja yok." ucap Marsel mengumpulkan buku-buku Anisa.
"Kamu habis dari mana sih?" tanya Kak Marsel.
"Aku habis belajar dari perpustakaan Kak, Bentar lagi ujian aku harus rajin belajar." ucap Anisa.
"Humm tumben-tumbenan banget kamu, biasa nya sangat benci yang namanya belajar dan juga tidak perduli ujian atau tidak." ucap kak Marsel.
"Huff aku sudah berubah kak Marsel." ucap Anisa. Marsel tersenyum.
"Kamu tunggu di sini sebentar yah." ucap Marsel.. Anisa menganguk.
Tidak beberapa lama Marsel kembali membawa eskrim untuk Anisa.
"Ini untuk kamu." ucap Marsel.
"Wahh terimakasih yah kak." ucap Anisa sangat senang.
"Sifat kekanak-kanakan kamu belum berubah juga yah, masih suka eskrim." ucap Marsel.
__ADS_1
"Tidak ada yang membelikan aku eskrim coklat seperti ini selain kakak." ucap Anisa.
"Yakin? Kakak dengar kamu sudah memiliki pacar." ucap kak Marsel.
"Sudah lah jangan membahas pacar." ucap Anisa. Marsel tersenyum. Dia mengelus rambut Anisa.
"Semakin dewasa kamu sangat cantik sekali." ucap Marsel.
"Iyah dong kak. Kalau aku jelek mana ada pria yang mau sama aku." ucap Anisa.
"Kakak mau kok, Apapun keadaan Anisa kakak terima." ucap kak Marsel.
"Aku sudah tau. Tapi beda lagi.. maksud aku tuh yang mau menjadi pacar ku." ucap Anisa. Marsel tersenyum.
"Kamu sudah makan? Setelah selesai makan kakak bakalan nganterin kamu pulang." ucap Marsel.
"Humm aku mau Makan daging panggang." ucap Anisa.. Marsel tersenyum.
Mereka mencari tempat makan yang enak.
"Kamu harus banyak bersabar yah untuk menghadapi masalah kedua orang tua kamu." ucap Marsel.
Anisa hanya diam.
"Jujur saja Kakak sangat merasa bersalah kakak tidak ada saat kamu terpuruk." ucap kak Marsel.
"Aku tau selama dua tahun ini pasti kakak bekerja. Tidak mungkin kakak selalu ada bersama ku." ucap Anisa.
"Ini beneran kamu kan Anisa? Kamu tidak lagi kesurupan kan?" ucap Marsel.
"Ih kakak ngomong apa sih? Masa iya cantik-cantik seperti ini di bilang kesurupan." ucap Anisa.
"Biasanya kamu akan marah-marah dan menangis kalau tau kakak tidak langsung datang menemui kamu. Dan kakak berfikir setelah Masalah ini kamu akan hancur dan down itu sebab nya kakak pulang.. Namun ternyata kamu sangat berbeda." ucap Marsel.
"Lagian untuk apa gunanya memikirkan itu dan sedih lama-lama? Aku sudah dewasa, aku harus mandiri tidak boleh selalu menyusahkan kakak." ucap Anisa.
Marsel menggeleng kan kepala nya melihat Anisa berbicara sangat dewasa.
"Kamu benar-benar anak yang hebat dan kuat." ucap Marsel kepada Anisa. Anisa hanya tersenyum saja.
"Kakak sudah memiliki pasangan sekarang? Pasti sudah kan?" ucap Anisa. Marsel menggeleng kan kepala nya.
"Kakak sangat sibuk bekerja. Papah kamu juga belum mengijinkan kakak untuk memiliki pasangan sebelum pekerjaan kakak benar-benar bagus." ucap Marsel.
"Huff Papah sama Mamah terlalu banyak kekangan, kakak sudah sangat sukses, umur kakak sudah 26 tahun, sudah Cocok untuk menikah dan memiliki keluarga." ucap Anisa.
Marsel tersenyum.
"Nanti kalau sudah jodoh tidak akan kemana." ucap Marsel. Anisa tersenyum.
__ADS_1
Setelah selesai makan Marsel mengantarkan Anisa ke rumah nya.
"Rumah ini tidak banyak berubah nya yah." ucap Marsel melihat tiap sudut rumah itu.
"Hanya beberapa barang yang di pindahkan dan di ganti. Kalau bangunan belum berubah." ucap Anisa. "Kakak duduk dulu, aku akan membuat kan teh untuk kakak." ucap Anisa.
"Tidak perlu Anisa.. Kamu harus istirahat ini sudah malam, waktu nya kakak pulang." ucap Marsel.
"Tapi aku masih merindukan kakak." ucap Anisa.
"Kamu jangan khawatir, karena kakak akan lama menetap di sini. Besok hari libur kakak akan mengajak kamu main-main ke rumah kakak." ucap Marsel.
"Kakak Janji?" ucap Anisa, Marsel menganguk.
"Ya udah kalau begitu, kakak hati-hati di Jalan. Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang." ucap Anisa.
Marsel menganguk. Dia keluar dari rumah itu. Dia melihat mobil dia terparkir di depan rumah Anisa.
"Ini mobil Anisa, mobil ini milik siapa?" batin Marsel.
Anisa menutup gerbang setelah Marsel pergi. Dia melihat keluar berharap Dika datang.
"Percuma saja aku berharap dia datang. Membalas pesan ku saja tidak." ucap Anisa dalam hati. Menutup pintu dan langsung masuk ke kamar nya.
Di tempat lain Bu Lala sedang duduk di ruang tamu sendiri sambil menonton TV.
Tiba-tiba suami nya datang.
"Kenapa kamu termenung seperti ini sayang?" tanya suaminya sambil duduk di samping Bu Lala.
"Aku sudah sangat merindukan Anisa." ucap Bu Lala.
"Kalau kamu Merindukan dia kunjungi lah kalau memiliki hari libur." ucap suami nya.
"Anisa tidak akan mau bertemu lagi dengan ku, dia pasti sudah sangat marah." ucap Bu Lala. Suami nya memeluk bu Lala.
"Nanti dia pasti akan baik lagi, setelah situasi sudah mereda kamu datang temui dia." ucap suaminya. Bu Lala menganguk.
Dua hari kemudian... Tepat di hari Sabtu Anisa memilih untuk bangun telat karena libur.
"Hoammm...." Dia tergganggu karena bel di rumah nya tidak berhenti berbunyi. Dia melihat jam ternyata sudah jam sepuluh pagi.
"Huff siapa sih yang mengganggu ku pagi-pagi?" ucap Anisa dengan kesal. Setelah di bukan ternyata kurir pengantar paket.
"Saya tidak memesan paket pak." ucap Anisa.
"Tapi ini alamat ke sini mbak, atas nama penerima mbak Anisa." ucap kurir..Anisa melihat alamat nya dan ternyata benar.
"Tapi saya sama sekali tidak memesan paket. Mungkin ini Salah." ucap Anisa.
__ADS_1
"Ini sudah di bayar tinggal terima saja kok Mbak." ucap kurir.