Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 125


__ADS_3

"Anisa.." panggil Dika. ternyata Anisa tidur.


"Ini baru jam sembilan, kenapa kamu sangat cepat tidur?" ucap Dika duduk di pinggir kasur.


"Anisa..." Panggil Dika, Anisa membuka Wajah nya menatap Dika. "Kakak sudah pulang? Maafin aku, aku tidak mendengar nya." ucap Anisa.


"Kamu habis nangis? Kamu nangis karena apa?" tanya Dika. menghapus air mata Anisa langsung. Anisa menggeleng kan kepala nya dia langsung memeluk Dika.


"Kamu kenapa? Apa ini masalah nya dengan Candra?" tanya Dika.


Anisa diam saja. "Apa kamu bertengkar dengan Candra?" tanya Dika lagi. Anisa melepaskan pelukannya dia menatap wajah Dika.


"Aku menyudahi hubungan ku dengan Candra." ucap Anisa.


"Lalu kenapa kamu menangis? apa kamu belum bisa move on dari dia?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku sedih karena aku belum bisa jujur, aku tidak tega, aku juga bingung." ucap Anisa.


"Sudah-sudah tidak perlu menangis seperti itu, kamu sudah melakukan yang terbaik." ucap Dika mengelus kepala Anisa.


"Tapi aku merasa bersalah." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu terlalu dipikirkan, jangan karena masalah ini kamu jadi sakit." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang menenangkan diri nya.


"Kakak baru pulang?" tanya Anisa, Dika mengangguk. "Saya melihat Candra masih di sini terpaksa saya menunggu di depan gerbang, setelah Candra keluar saya masuk." ucap Dika.


"Oohh." ucap Anisa.


Keesokan harinya..


"Pagi sayang..." Ucap Anisa menyapa Dika yang sedang memasak di dapur dan juga mencium pipi nya.


"Kamu akhirnya sudah bangun, sebaiknya kamu siap-siap sana, nanti kamu bisa telat ke sekolah." ucap Dika.. Anisa melihat jam.


"Tidak akan telat, waktu nya masih lama." ucap Anisa memeluk Dika dari belakang.


"Kalau begitu kamu duduk lah di kursi meja makan, saya sedang memasak kamu akan kena minyak." ucap Dika.


Anisa malah berdiri di depan Dika memeluk nya dari depan.


"Apa yang kamu lakukan Anisa? kamu akan terluka." ucap Dika. Anisa memajukan bibirnya agar di cium oleh Dika. Dika menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sebaik nya kamu jangan melakukan nya sekarang." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya dia tetap mau di cium.


Dika mencium nya dengan singkat.. Setelah itu Anisa menghindar.


"Kakak masak apa?" tanya Anisa. "Saya memasak mie goreng, sosis, naget untuk kamu." ucap Dika.


"Wahh.. Aku jadi sangat lapar." ucap Anisa, Dika tersenyum setelah selesai masak mereka sarapan sama-sama.


Setelah selesai makan kedua nya siap-siap ke sekolah.


"Hari ini aku harus berpura-pura menjadi murid yang baik di sekolah, aku rasa ini seperti ujian yang sulit bagi ku." ucap Anisa.


"Tidak hanya kamu saja, saya jauh lebih lelah, saya harus menahan diri, menjaga jarak dan bahkan tidak bisa berbicara dengan kamu kalau tidak masalah tugas atau pelajaran lain nya.'' ucap Anisa.


"Tapi setidaknya saya bisa melihat kamu setiap jam, itu sudah jauh lebih baik bagi saya." ucap Dika, Anisa tersenyum.


Anisa membantu Dika merapikan pakaian nya, mengambil sepatu nya dan juga merapikan rambutnya.


"Saya seperti memiliki istri ." ucap Dika, Anisa menepuk Dada Dika. "Jangan bercanda terus!" ucap Anisa..Dika tersenyum.


"Ayo kita berangkat." ucap Dika. Anisa mengangguk dia menutup pintu sementara Dika ijin mengeluarkan mobil dari garasi.


Anisa mendekati nya. "Loh bukannya motor ini di bengkel?' tanya Anisa. "Sudah bagus, tadi malam saya meminta Orang bengkel mengantarkan nya ke sini, agar saya bisa membawa tuan putri Anisa naik dengan motor Vespa sejuta kenangan indah." ucap Dika.


Anisa tersenyum. Anisa langsung naik, namun dia bisa duduk samping, dia menggunakan rok.


"Kamu harus pegang pinggang saya." ucap Dika.. Anisa memeluk nya begitu erat sekali.


Mereka keluar dari rumah itu. Dengan sangat bahagia nya pagi yang cerah Anisa dan Dika menikmati perjalanan ke sekolah. Kebetulan Candra mau menjemput Anisa dia melihat Dika dan Anisa.


"Loh itu kan Dika, kenapa dia memakai baju guru? dan Anisa kenapa bisa sama dia?" tanya Candra heran. dia bertanya-tanya namun tidak ada yang bisa menjawab karena di dalam mobil sendiri.


"Aku harus mencari tau." ucap Candra, dia mengikuti mereka ke sekolah. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Oohh ternyata Dika memiliki pekerjaan sampingan menjadi guru di sini, wajar saja sih kalau dekat dengan Anisa, lagian aku sendiri yang meminta dia menjaga Anisa." batin Candra.


"Tapi kenapa kelihatan nya mereka sangat akrab, Anisa juga memeluk Candra tampa ada ragu, sementara aku tidak pernah di pelu oleh Anisa seperti itu." ucap Candra.


"Aku tidak boleh terlalu berfikir yang tidak-tidak, Anisa selama ini sangat setia kepada ku, tidak mungkin dia memiliki hubungan dengan sahabat ku sendiri." ucap Candra.

__ADS_1


Dia pun meninggalkan sekolah itu.


Dika melihat mobil Candra. "Kakak merasa kalau ada yang mengikuti kita?" tanya Anisa kepada Dika.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Itu hanya perasaan kamu saja mungkin, sebaik nya kamu masuk ke kelas gih." ucap Dika. Anisa mengangguk.


"Semangat yah." ucap Dika. Anisa tersenyum. Dia mau mencium Dika namun di tahan oleh Dika.


"Ingat ini di sekolah." ucap Dika. Anisa baru sadar. "Huff sungguh kebiasaan yang buruk." ucap nya kepada diri sendiri. Dika hanya bisa tersenyum mendengar murid nya itu.


Setelah Anisa masuk, dia melihat pesan masuk ke Handphone nya.


"Apa ini kamu? aku melihat kamu bersama Anisa." Candra mengirimkan foto dia dengan Anisa di atas motor.


"Iyah aku, aku minta maaf sudah membohongi kamu." ucap Dika.


"Tidak apa-apa, aku tau kok kamu menjadi gitu karena aku juga, aku sangat berterimakasih kamu mau jadi guru hanya untuk menjaga Anisa." ucap Candra.


Dika terdiam sejenak. "Candra sudah sangat percaya kepada ku, apa yang harus aku katakan?" ucap nya bingung.


"Baiklah." itu balasan Dika. Dia pun langsung masuk.


"selamat pagi pak Dika." ucap Rida.


"Pagi semua nya." Jawab Dika.


"Baru beberapa hari tidak berjumpa namun saya sudah sangat merindukan bapak, apa kabar bapak?" tanya Rida.


"Seperti yang kamu lihat saya baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?" tanya Dika. "Baik juga pak, bapak semakin ganteng saja." ucap Rida.


"Kamu bisa saja. Saya tetap lah seperti ini." ucap Dika. Anisa dan putri hanya bisa memasang wajah tidak suka melihat Rida yang modusin pak Dika.


"Caper banget sih tu si Rida." ucap Putri.


"Hayyy Anisa.. Putri..." Arya baru saja datang.


"Hay juga Arya, kamu apa kabar?" tanya Anisa.


"Baik aku baru saja pulang dari kampung orang tua ku, nih oleh-oleh untuk kalian berdua.

__ADS_1


__ADS_2