Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 99


__ADS_3

"Kenapa Mbak bertanya seperti itu?" tanya ibu Yayasan.


"Saya sangat penasaran Bu, saya bertanya kepada Boni kalau dia tidak pernah melihat ibu atau Ayah nya." ucap Anisa.


"Yang di katakan Boni benar. Ibu dulu menemukan Boni di depan gerbang yayasan ini. seperti nya dia baru lahir dua hari." ucap Ibu yayasan.


Anisa terkejut mendengar itu.


"Boni sudah dari bayi di sini. Jadi dia tidak pernah tau atau melihat orang tua nya, karena kami juga tidak pernah melihat nya." ucap Ibu yayasan.


"Oohhh begitu yah Bu." ucap Anisa.


"Kami sangat senang akhirnya Boni mau di asuh oleh orang lain karena sebelumnya dia sama sekali tidak Mau." ucap ibu itu.


"Maafin kami yah Bu, karena kami ibu dan pengurus lainnya menjadi kerepotan sekarang." ucap Anisa.


"Tidak apa-apa mbak, Boni sangat ingin bisa bersama dengan pak Dika, namun pak Dika belum memenuhi syarat." ucap Ibu yayasan.


Setelah berbincang-bincang cukup lama Anisa melihat jam sudah sore.


Malam nanti dia ada janji dengan teman-teman nya terpaksa dia harus mengajak Dika pulang.


Anisa berjalan ke arah kamar Boni. Dari pintu dia mengintip ke dalam dia melihat Dika yang memandangi wajah Boni.


"Kak." panggil Anisa masuk ke kamar Boni.. Tiba-tiba Dika terkejut dia langsung menghapus air mata nya.


"Kakak nangis? Kenapa kakak menangis?" tanya Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok." ucap Dika.


"Sudah jelas-jelas kakak menangis seperti ini, kenapa kakak menangis?" tanya Anisa.


"Saya hanya merasa kasihan kepada Boni." ucap Dika. Anisa menghela nafas.


"Sudah kak jangan sedih seperti itu terus, aku juga jadi ikut sedih." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. Dia melihat Anisa jadi sedih akhirnya dia membawa ke pelukan nya.


"Sudah-sudah jangan bersedih." ucap Dika membujuk Anisa.


"Kamu ke sini ngapain?" tanya Dika.


"Ini sudah sore, kita harus pulang kak, nanti malam aku ada janji." ucap Anisa.


"Kamu mau kemana? Apa tidak bisa menunggu Boni bangun dulu?" tanya Dika. Anisa melihat Boni yang tidur sangat nyenyak sekali.


"Dia berpesan agar tidak meninggal kan dia sebelum bangun." ucap Dika.


"Baiklah kalau begitu. Mungkin dia akan bangun sebentar lagi." ucap Anisa.

__ADS_1


Akhirnya dia memilih untuk berbaring di kasur tepat di samping Boni.


"Kakak tidur lah." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"kakak yakin tidak mau tidur?" tanya Anisa.


"Ibu Yayasan akan melihat kita tidur di sini." ucap Dika.


"Sudah tidak apa-apa, mereka pasti mengerti." ucap Anisa. Dika akhirnya mau dan tidur di samping Anisa karena Boni sudah di pinggir.


Tidak beberapa lama akhirnya Anisa tertidur juga.


"Humm umur saja yang berbeda, namun kelakuan hampir sama." ucap Dika.


Dika tidur menghadap ke arah Anisa.


Sementara Marsel dari tadi menunggu Anisa di rumah nya.


"Anisa kemana sih? Pesan tidak di balas di telpon juga tidak di jawab." batin Marsel.


Dia menelpon lagi namun tidak bisa.


"Ah sudahlah mungkin dia lagi sama teman-teman nya." ucap Marsel.


Marsel meninggalkan Rumah Anisa.


Tidak terasa sudah jam lima Sore. Boni bangun dan melihat ke samping nya ada Anisa. Boni merasa Lega dan sangat senang sekali.


"Tidak beberapa lama Anisa bangun karena Boni bergerak.


"Sini peluk sama Tante." ucap Anisa.


Boni melihat Dika yang memeluk pinggang Anisa dari belakang.


Anisa mengawas kan Tangan Dika karena ada Boni..Dika langsung bangun karena terkejut.


"Tidak enak kalau di lihat Boni." ucap Anisa pelan kepada Dika, Dika mengerti.


Boni berbaring di lengan Anisa.


"Tante Sama Om gak pulang kan? Om sama Tante mau di sini kan?" tanya Boni.


"Tante dan Om harus pulang." ucap Anisa..Boni Diam.


"Nanti kalau kami memiliki waktu luang kamu pasti datang ke sini bertemu dengan Boni." ucap Anisa.


"Baiklah Tante, tapi Tante dengan Om pasti datang lagi kan?" tanya Boni, Anisa dan Dika mengangguk..Anisa memeluk Boni.


Dika juga ikutan berpelukan namun Anisa menepis nya sambil menatap tajam.


Dika mau mencium Anisa namun Anisa tidak mau. Dika menghela nafas panjang dia langsung duduk karena sudah jengkel dengan sifat Anisa.

__ADS_1


Setelah Ijin pamit pulang Anisa masuk ke dalam mobil, sementara Dika sudah menunggu dari tadi di dalam mobil.


"Ibu yayasan mengundang kita untuk acara ulang tahun berdiri nya Yayasan ini Minggu depan." ucap Anisa.


"Hummm.." jawab Dika dengan singkat sambil menjalankan mobil.


Anisa biasa saja dia langsung bersandar di tempat duduk.


"Seandainya aku sudah berumur 19 tahun aku sudah bisa menikah aku akan mengambil Boni dari panti asuhan itu." ucap Anisa.


Dika menoleh ke arah Anisa ternyata dia lanjut tidur lagi.


Dika hanya bisa menghela nafas panjang.


tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Anisa bangun karena mobil sudah berhenti.


"Kenapa kakak tidak membangun kan aku?" tanya Anisa mengejar Dika keluar.


Dika hanya diam dia melihat boneka yang ada di atas meja.


"Ini dari siapa?" tanya Anisa Heran. "Seperti nya ini dari kak Marsel." jawab nya sendiri.


Dia membuka handphone nya ternyata sudah banyak panggilan tidak terjawab dan juga banyak pesan.


Marsel mau bertemu dengan Anisa namun karena Anisa tidak ada dia tidak sabar menunggu dia memutuskan untuk kembali ke penginapan nya.


"Maafin aku kak, aku tidak tau kalau kakak mau bertemu dengan ku." ucap Anisa membalas pesan Marsel.


"Saya permisi dulu." ucap Dika karena merasa di abaikan.


Anisa menahan tangan Dika.


"Kakak mau kemana?" tanya Anisa. Dika menatap wajah Anisa.


"Aku berangkat nanti jam delapan, aku ingin di Masakin makanan yang enak, karena aku sangat lapar sekali." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. Dia tidak bisa menolak dia langsung masuk ke dalam dan memasak sesuai yang di mau Anisa.


Anisa Baru saja selesai Mandi dia menyusul Dika ke dapur.


"Kakak marah yah sama ku Soal di panti asuhan tadi?" tanya Anisa.


"Tidak.. Saya tidak marah." ucap Dika.


"Kalau di depan Boni kakak tidak boleh bertingkah seperti itu. Aku takut itu akan membuat dia terpengaruh." ucap Anisa.


"Kalau tidak di depan Boni?" tanya Dika. Anisa tersenyum. Dika meletakkan Sendok goreng nya dia memegang pinggang Anisa dan mendekat kan kepada dirinya.


Anisa menatap mata Dika.


"Apa sekarang saya boleh mencium dan memeluk kamu?" tanya Dika..Anisa langsung mencium Dika terlebih dahulu.

__ADS_1


Dika menahan ciuman Anisa dan membalas ciuman nya balik. Kedua nya sampai lupa kalau lagi menggoreng Ikan.


"Bau apa ini?" ucap Anisa melepaskan ciumannya, padahal wajah Dika sudah kesal.


__ADS_2