
"Aku akan belajar di sini. Sebaiknya Bapak mandi dulu." ucap Anisa. Dika menatap Dika. "Kamu bisa menjelaskan ini?" tanya Dika membuka ponsel nya dan menunjukkan foto nya dengan Arya.
"Oohh karena ini Bapak merajuk dan mendiamkan aku?" ucap Anisa. Dika Diam.
"Abaikan saja tentang aku dengan Arya, karena hati ku hanya milik bapak seorang." ucap Anisa.
Dika masih wajah sedih.
Anisa mengelus rambut Dika. "Bapak harus percaya kepada ku kalau aku mencintai bapak, aku tidak mungkin bersama orang lain dan meninggalkan bapak." ucap Anisa.
Anisa baru saja selesai belajar bersama Dika.
"Apa kamu mau langsung pulang?" tanya Dika. Anisa menganguk.
"Saya akan mengantarkan kamu." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu, aku ke sini membawa mobil sendiri." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. "Kamu selalu menolak tawaran saya, saya adalah kekasih kamu. Ini sudah sangat malam saya sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Dika kesal.
Anisa menatap wajah Dika.
"Aku sudah biasa pulang sendirian. Bapak juga harus istirahat." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.
"Baiklah terserah kamu saja." ucap Dika memasang wajah kesal.
Anisa mendekati Dika. "Bapak belum ada istirahat sama sekali, justru aku yang sangat khawatir kalau bapak sampai sakit." ucap Anisa.
Dika tetap membuang pandangan nya. Anisa memegang wajah Dika dengan kedua tangan nya.
"Kalau bapak marah-marah seperti ini aku akan mencium bapak." ucap Anisa. Dika menatap wajah Anisa.
"Lakukan saja." ucap Dika. Anisa tertawa.
"Giliran seperti ini saja bapak langsung mau." ucap Anisa.
Dika Menghela nafas panjang. Dia melepaskan tangan Tania dari wajah nya dia meletakkan tangan nya di pinggang Anisa.
"Saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan kamu." ucap Dika.
"Bukan nya bapak sudah selalu bersama ku? Huff sekarang bapak sudah lebih dewasa dari pada aku, seharusnya bapak tidak boleh seperti ini. Seperti anak kecil saja." ucap Anisa.
Dika tiba-tiba memasang wajah tegas dan serius berdiri tegak.
"Siapa yang seperti anak kecil? Saya tidak anak kecil." ucap Dika. Anisa tersenyum.
" Nah gitu dong. Ya udah kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Anisa.
Namun Dika menahan tangan Anisa.
"Jangan pergi, menginap lah di sini." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa percaya dengan pria seperti bapak, sebaiknya aku pulang saja." ucap Anisa.
Dia langsung pergi walaupun Dika memasang wajah cemberut.
Anisa menyetir sendiri pulang ke rumah nya.
"Tidak tau sampai kapan hubungan ini, tapi aku benar-benar sangat bahagia. Aku bisa melupakan semua Masalah yang menghantui diri ku selama ini." ucap Anisa.
Keesokan harinya..
Alarm handphone Anisa berbunyi, Anisa bergeliat dan mematikan alarm tersebut.
Perlahan dia membuka mata nya melihat jam. "Huff sangat cepat sekali pagi." ucap Anisa. Dia berbalik dan sangat terkejut melihat Dika di belakang nya tidur dengan sangat nyenyak.
"Pak Dika..." ucap Anisa kaget. Dika terbangun.
"Ini masih sangat pagi, kenapa kamu berteriak?" tanya Dika dengan suara serak dan menarik selimut nya lagi.
Anisa menarik selimut Dika.
"Kenapa bapak bisa di sini? Bapak jangan aneh-aneh yah!" ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. "Saya adalah kekasih kamu, di mana-mana pada saat pagi itu kamu mengucapkan selamat pagi dan memberikan kis morning kepada saya. Bukan teriak-teriak dan di interogasi." ucap Dika.
"Bapak jangan mengalihkan pembahasan yah, sekarang jawab kenapa bapak bisa di sini? Dari mana bapak bisa masuk?" tanya Anisa.
Dika menghela nafas panjang dia membuka mata nya.
"Saya tidak bisa tidur. Saya datang ke sini dan masuk karena kunci rumah kamu ada pada saya. Saya bersumpah kalau saya tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepada kamu." ucap Dika menatap buah dada Anisa.
"Kunci rumah ku hanya satu, dan itu ada pada ku." ucap Anisa.
"Saya menduplikat kunci rumah kamu." ucap Dika.. Anisa tiba-tiba memukul Dika.
"Bapak benar-benar yah!" ucap Anisa.
"Awww sakit..." ucap Dika karena Anisa memukul di tempat yang tidak tepat.
Anisa panik. "Kamu sengaja yah?" ucap Dika. Anisa mau langsung turun dari kasur namun di tarik oleh Dika dan Memeluk nya untuk tidur.
"Lepaskan saya pak." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Pak ini sudah jam lima, aku harus siap-siap ke sekolah." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang.
"Kapan kamu akan berhenti memanggil saya dengan sebutan "Bapak"?" tanya Dika.
Anisa terdiam sejenak.
"Saya muak mendengar nya. saya kekasih kamu." ucap Dika.
"Tapi aku sudah terbiasa dengan panggilan itu, kalau orang lain mendengar panggilan yang beda, mereka akan berfikir yang tidak-tidak." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Saya mau kamu mengubah panggilan itu. Kalau tidak saya tidak Akan melepaskan kamu." ucap Dika.
"Aku harus memanggil apa? panggil nama itu tidak sopan, umur kita sangat lah berbeda jauh." ucap Anisa.
Dika diam memasang wajah Kesal.
"Humm bagaimana kalau kakak saja?" ucap Anisa.
"Saya bukan anak orang tua kamu!" ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang.
"Lalu apa?" ucap Anisa.
"Sayang... Babyy.." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mau! Itu terlalu Membuat ku geli." ucap Anisa.
"Kalau bapak tidak mau di panggil kakak ya sudah tetap di panggil seperti biasa." ucap Anisa.
"Baiklah-baiklah." ucap Dika pasrah, Anisa tersenyum melihat wajah kesal Dika.
"Ini masih pagi namun sudah marah-marah saja." ucap Anisa. Dika menatap wajah Anisa.
"Saya butuh kasih sayang dari kamu." ucap Dika. Anisa mengelus rambut Dika membawa nya ke pelukan nya.
"Untuk sepuluh menit." ucap Anisa sambil mengelus rambut dan kepala Dika. "Kamu sangat Wangi sekali." ucap Dika. Anisa tersenyum.
Dika dengan Manja memeluk Anisa.
Tiba-tiba handphone Dika berdering telepon dari orang tua nya.
"Siapa?" tanya Anisa.
"Orang tua saya." ucap Dika.
"Mereka melakukan panggilan video, bagaimana ini?" ucap Dika.
Dia langsung duduk memasang wajah sangar dan berlagak Pria cool.
Anisa yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum saja.
Pada nya Dika seperti anak kecil, namun berbeda kepada orang lain.
"Iyah halo mah." ucap Dika.
"Halo Dika, kamu kenapa sangat lama menjawab nya?" tanya Mamah nya.
"Aku baru saja bangun mah." ucap Dika.
"Oohh, kamu tidur di mana itu?" tanya mamah nya karena melihat tempat yang sedikit berbeda.
"Oohh ini di tempat teman mah." ucap Dika.
"Teman kamu suka warna pink?" tanya Mamah nya.
"Iyahh mah, dia suka warna pink." ucap dika dengan gugup karena dinding kamar.
__ADS_1
"Oohh begitu, Mamah hanya merindukan kamu, Mamah Masih lama di sini, kamu jaga diri baik-baik yah." ucap Mamah nya.