
Setelah selesai mereka turun dari dalam mobil. Dika membuat tangan Anisa di lengannya.
"Jangan takut karena saya ada di sini untuk kamu." ucap Dika.. Anisa tersenyum tipis.
"Huff ini sangat bodoh, aku kenapa begitu bodoh mau berciuman dengan pak Dika." batin Anisa. Mereka di sambut oleh penyambut tamu.
Dari jauh Dika melihat ada Papah nya Anisa.
Dika menoleh ke arah Anisa yang ternyata juga sudah melihat nya.
Namun Anisa menarik tangan Dika ke tempat yang jauh dari keramaian.
"Kenapa kita duduk sejauh ini?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya dia duduk dan hanya diam.
"Apa kamu tidak mau mengucapkan selamat kepada orang tua kamu?"' ucap Dika.
Anisa Menggeleng kan kepala nya.
"Kamu yakin? mereka pasti akan sangat sedih tidak mendapatkan kata-kata selamat dari anak nya sendiri." ucap Dika.
"Aku sudah hadir di sini, kurang apa lagi?" ucap Anisa.
"Baiklah-baiklah kalau begitu. Kamu tidak perlu marah-marah, saya akan ke depan." ucap Dika.
Anisa melihat Dika ke berjalan ke arah pelaminan.
"Selamat yah Pak, Bu." ucap Dika kepada Bu Lala.
"Terimakasih sudah mau datang Pak. Terimakasih juga sudah mengucapkan selamat kepada kita." ucap Bu Lala.
"Apa Anisa tidak ikut? Dia pasti tidak mau datang." ucap Bu Lala.
"Dia datang kok, dia di sebelah sana." ucap Dika.
Mereka melihat Anisa yang duduk sendirian.
Orang tua nya seakan langsung mengerti.
Dika turun dan menghampiri Anisa.
"Mereka mencari kamu dan meminta kamu ke sana." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Kamu tidak kasihan kepada mereka? Mereka pasti akan sangat malu kalau kamu menunjukkan kekecewaan kamu." ucap Dika.
"Aku tidak perduli sama sekali." ucap Anisa. Dika Menghela nafas panjang. "Kamu hanya perlu berbicara sedikit dan setelah itu Turun."' ucap Dika.
Akhirnya Anisa naik ke pelaminan. Bu Lala yang melihat Anisa naik dia langsung berdiri bersama suami nya sambil tersenyum.
"Mamah pikir kamu tidak Akan datang nak, Mamah sangat senang kamu mau datang di hari bahagia mamah dengan Papah baru kamu." ucap Bu Lala.
Anisa hanya memasang wajah malas. Yang membuat Heran adalah Anisa hanya lewat begitu saja.
__ADS_1
Namun tidak sengaja saat sudah turun dari pelaminan Anisa menabrak seseorang.
"Auhhh..." ucap wanita yang baru saja di tabrak oleh Anisa.
"Maaf-maaf Bu, saya tidak sengaja." ucap Anisa.
"Maaf-maaf! Lihat nih. baju saya kotor karena tumpahan Jus." ucap Perempuan itu.
Beberapa orang melihat mereka.
"Saya tidak sengaja."' ucap Anisa.
"Memang anak jaman sekarang tidak tau cara berjalan dengan benar." ucap perempuan itu.
"Saya sudah minta maaf, apa lagi yang kurang? dari pada saya tidak minta maaf dan pergi begitu saja." ucap Anisa kesal.
"Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu kepada orang yang lebih Tua." ucap Perempuan itu.
"Ada apa ini ribut-ribut? Malu di lihatin orang." ucap Papah nya Anisa datang melerai mereka.
"Lihat nih pakaian aku jadi kotor karena perempuan ini."
Papah nya Anisa menoleh ke arah Anisa.
"Papah..." Batin Anisa. Dia melihat anak di gendongan Papah nya dan juga perempuan yang baru aja ribut dengan nya.
"Anisa kamu datang ke sini?" tanya Papah nya.
"Siapa ini Sayang?" tanya istri nya. Anisa mendengar itu langsung Menghela nafas panjang.
"Ini Anisa, dia anak ku."
Istri nya langsung terdiam.
"Anisa Kenalin ini Adalah istri Papah yang baru, ini adalah Kila Adik kamu." ucap papah nya.
Kila tersenyum, namun Anisa hanya diam.
Hati nya sangat kecewa sekali. Kepala nya terasa sangat pusing melihat sekarang Papah dan Mamah nya sudah di ambil oleh orang lain.
Tidak ada yang bisa dia lakukan selain diam.
"Awal nya Papah ingin mempertemukan kamu dengan mereka setelah kamu sudah siap." ucap papah nya.
"Namun melihat kamu datang ke acara pernikahan mamah mu, papah rasa kamu sudah mengerti dan mau menerima semua nya." ucap Papah nya.
"Bagaimana aku bisa menerima ini? Kalian begitu jahat kepada ku." ucap Anisa.
"Dan wanita ini, serta pria yang di atas sana sudah merebut kebahagiaan ku." ucap Anisa.
"Kalian sangat jahat!" ucap Anisa.
__ADS_1
"Terima atau tidak kamu hanya lah seorang anak yang tidak di inginkan, kamu tidak boleh banyak merengek atau meminta, orang tua kamu menikah dulu karena kamu sudah ada di perut Mamah mu. Lala menjebak papah kamu." ucap istri nya.
Anisa yang mendengar itu sangat terkejut.
"Apa yang kamu katakan sayang?" ucap papah nya Anisa langsung membawa istri nya pergi dari sana.
Dika juga membawa Anisa dari keramaian itu. Bu Lala di atas sangat khawatir.
Dia tau kalau Anisa pasti sangat kecewa melihat papah nya dan juga diri nya.
Anisa menepis tangan Dika dan langsung masuk ke toilet. Dika mengikuti nya masuk ke dalam.
"Anisa kamu baik-baik saja kan?" tanya Dika dari luar.
Namun Anisa tidak menjawab.
Dika khawatir dia langsung masuk dan ternyata Anisa sudah duduk di lantai memeluk kedua lututnya.
"Anisa...."' ucap Dika langsung mengangkat Anisa keluar dari sana. Di dalam mobil Anisa hanya diam.
"Kamu tunggu di sini sebentar." ucap Dika.
Dika keluar untuk pamit kepada Orang tua Anisa.
"Bu kami pulang duluan yah." ucap Dika kepada Mamah nya Anisa.
"Anisa kemana? Apa dia baik-baik aja?" tanya Bu Lala.
"Baik Bu, saya ada pekerjaan yang sangat mendadak." ucap Dika..
Saat sudah di luar ternyata dari tadi Papah nya Anisa mencari mereka.
"Ada apa dengan Anisa? kenapa saya melihat kamu mengangkat nya ke dalam mobil?" tanya papah Anisa.
Dika tidak menjawabnya. "Saya boleh bertemu dengan Anisa dulu?" tanya papah Anisa.
"Sebaik nya jangan sekarang Pak, Anisa tidak akan mungkin mau mendengar kan orang lain berbicara dalam keadaan suasana hati yang tidak baik." ucap Dika.
"Baiklah kalau begitu saya mengerti, bawa Anisa ke rumah dengan selamat." ucap papah nya Anisa. Dika Menganguk.
Dika kembali ke dalam mobil dan melihat Anisa sudah tidur..Dika menghela nafas panjang Menatap iba kepada Anisa.
"Kamu tidak harus merasakan hal seperti ini Anisa. Saya tau Dunia ini tidak adil bagi kamu." ucap Dika mengelus kepala Anisa.
Setelah itu mereka memiliki untuk pulang dari sana. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Anisa kita sudah sampai, lebih baik kamu bangun..." ucap Dika.
Namun sepertinya Anisa masih sangat nyenyak.
"Anisa..." Dika berbicara tepat di telinga Anisa, Anisa terkejut dia langsung bangun dan melihat ternyata sudah berhenti entah di mana.
"Ayo buruan turun." ucap Dika.
__ADS_1
"Kita ada di mana?" ucap Anisa.