Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 7


__ADS_3

"saya bisa pulang sendiri, ini adalah mobil saya." Ucap Anisa mau mengambil kunci mobil tapi langsung di ambil oleh Dika.


"Jangan sampai orang tua kamu tau kelakuan kamu di sekolah seperti apa." Ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang.


"Baiklah-baiklah kalau begitu aku akan makan, walaupun nanti aku akan mengeluarkan nya." Ucap Anisa.


Melihat menu makanan saja membuat nya tidak berselera. "Aku tidak terbiasa makanan seperti ini." Ucap Anisa.


"Kamu harus bersyukur sudah ada ini, masih banyak di luar Sana yang tidak makan karena tidak memiliki uang." Ucap Dika.


"itu salah mereka kenapa tidak memiliki uang." Ucap Anisa. "Tidak semua anak seberuntung kamu," ucap Dika.


"huff sudah lah, aku mau makan. Aku tidak ingin lama-lama di sini!" Ucap Anisa.


Anisa memakan beberapa suap setelah itu dia langsung udahan dan menunggu di dalam mobil.


Dika melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang. "Huff kamu akan merasa susah nya mencari uang untuk sesuap nasi." Ucap pak Dika.


Anisa di dalam mobil melihat Dika yang sangat lama membuat nya jengkel. Namun dia tidak bisa memaksa Dika, hanya bisa berdiam diri di mobil sambil membuka ponsel.


Dika membayar makanan dan setelah itu kembali ke dalam mobil.


"Maaf yah sudah membuat kamu lama menunggu, saya cukup lapar." Ucap Dika, namun ternyata Anisa sudah tertidur.


"Ketiduran? Perasaan dia hanya beberapa menit di dalam mobil." Batin Dika. dia masuk menutup pintu.


Dia melihat sabuk pengaman belum terpasang akhirnya dia memutuskan untuk memasang kan untuk Keamanan Anisa.


Dika memandangi wajah Anisa dari dekat.


"Kalau tidur seperti ini kamu terlihat lebih cantik, namun kalau sudah bangun Wajah mu sangat menyebalkan." Batin Dika.


Anisa bergeliat, tiba-tiba Dika menahan kepala Anisa yang hampir Jatuh.


Membenarkan nya dan setelah itu pergi. Selama perjalanan Anisa hanya tidur. Dika tidak berhenti melihat wajah Anisa.


"Seandainya saja kamu memiliki sifat yang lebih baik, kamu pasti perempuan yang sempurna." Ucap pak Dika.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Anisa kita sudah sampai, bangun!" Ucap Pak Dika dengan kuat.


"Apa? Apa?" Ucap Anisa kaget. Pak Dika melihat wajah Anisa terkejut dia tertawa. Anisa tiba-tiba memukul Pak Dika.

__ADS_1


"Bapak mengerjai saya!" Ucap Anisa.


"Lagian saya sudah membangun kan kamu, namun kamu tidak bangun sama sekali." Ucap Pak Dika.


"Saya ngantuk." Ucap Anisa.


"Kita sudah sampai, kamu bisa istirahat ke dalam." Ucap Dika.


Anisa langsung turun dari dalam mobil. "Sini kunci mobil saya!" Ucap Anisa mengambil kunci mobil nya dari Pak Dika.


Anisa mau masuk ke dalam namun Dika menahan nya.


"Anisa!" Panggil Dika. Anisa berbalik dia menatap Dika dengan tatapan aneh seperti tidak Mood.


"Saya tidak mau kamu telat besok, kalau kamu telat kamu akan tau akibatnya." Ucap Pak Dika.


"Iyah Pak." Ucap Anisa. "Jangan keluar malam ini agar kamu tidak mengantuk!" Ucap Dika.


"Iyah Pak, Iyah." Ucap Anisa dengan tatapan kesal.


"Kalau sampai kamu telat, saya tidak akan segan-segan datang menemui orang tua kamu." Ucap Dika.


"Hufff terserah Bapak saja, sekarang saya ingin istirahat. saya mau bapak pulang saja." Ucap Anisa.


"kamu mendengar kan perkataan saya kan?" Ucap Pak Dika. Anisa menghela nafas.


Anisa menganguk. Pak Dika memilih langsung pergi.


Setelah Pak Dika pergi Anisa masuk ke dalam rumah nya dia mengambil air minum dan setelah itu duduk di ruang tamu.


"Huff kenapa dia sangat menyebalkan sih? hidup ku sudah begitu suram dan sulit, ketemu dia lagi semakin suram!" Ucap nya dengan kesal.


Anisa melihat rumah sangat sepi. Dia naik ke lantai atas berharap ada orang namun tidak ada.


"Aku sangat kesepian di sini, aku tidak Betah sendirian di sini." Ucap nya.


Dia menelpon Putri meminta nya untuk datang, namun tak juga bisa  datang.


"Aku tidak bisa di sini sendirian, sebaik nya aku keluar saja." Ucap Anisa, namun tiba-tiba dia kefikiran dengan kata-kata Pak Dika.


Dia tidak jadi keluar.


"Loh kenapa aku memikirkan dia sih, ini adalah hidup ku, dia hanya guru baru, tidak berhak untuk mengatur ku seperti itu." Ucap Anisa.

__ADS_1


Dia menukar pakaian nya dan setelah itu keluar. Dia menemui Candra ke apartemen nya namun Candra tidak ada di sana.


"kemana dia?" Ucap Anisa, dia mencoba menelpon namun tidak di Jawab.


"Sebaiknya aku menunggu di dalam saja deh, paling bentar lagi pulang." Ucap Anisa. dia memiliki kunci apartemen itu.


Setelah membuka pintu dia masuk dan ternyata sangat berantakan sekali.


Anisa Menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama Candra pulang.


"Haiii sayang.. Aku sudah tau kalau itu adalah Kamu." Ucap Dika memeluk Anisa dari belakang.


"Kamu dari mana saja? kenapa kamu baru pulang sore-sore?" Tanya Anisa.


"Aku memiliki pekerjaan bisnis. Jadi aku abis bertemu dengan anggota-anggota ku " ucap Candra.


"oohh." Ucap Anisa. "Oh iya kebetulan banget kamu di sini sayang. Aku minta tolong bersihkan ruangan ini yah, aku mau istirahat soalnya sangat lelah." Ucap Candra.


"Ya udah deh sayang kamu istirahat, aku akan membersihkan semua nya." Ucap Anisa. Candra mencium kening Anisa. "kamu sungguh wanita yang baik." Ucap Candra.


Setelah itu Candra masuk ke kamar nya. Anisa melihat ruangan itu. "sebaiknya aku menelpon tukang bersih-bersih saja dari pada membersihkan nya sendiri." Ucap Anisa.


Rida menemui Putri yang sedang di luar. "Putri..." Panggil Rida. Putri menoleh ke arah Rida.


"ada apa?" Tanya Putri.


"Kamu sangat dekat dengan Anisa, jadi aku ingin kamu menyampaikan ini kepada nya." Ucap Rida.


"menyampaikan apa?" Tanya Putri.


"katakan padanya agar tidak perlu caper kepada Pak Dika." Ucap Rida.


"ceper? maksud kamu bagaimana? Kenapa kamu bilang seperti itu?" Tanya Putri Heran.


"tidak perlu berpura-pura tidak tau, tadi aku melihat pak Dika mengantarkan dia pulang karena merajuk di marahin." Ucap Rida.


"Loh bukannya Pak Dika sendiri yang mau mengantar dia? lagian kamu tau sendiri kalau Anisa selalu tidak suka pada pak Dika." Ucap Putri.


"Aku tidak mau tau pokoknya kamu harus mengatakan pada Anisa agar jauh-jauh dari pak Dika." Ucap Rida..


"Iyah deh Iyah, Ambil saja Pak Dika itu, Lagian Anisa cantik siapapun pasti mau sama dia." Ucap Putri.


"teman kamu itu kegatelan." Ucap Rida.

__ADS_1


"heh jaga yah mulut kamu!" Ucap Putri, yang aku katakan benar kan?" Ucap Rida. Putri merasa kesal namun langsung di tahan oleh teman-temannya.


Mereka memisahkan Rida dari Putri. "Dasar perempuan Aneh! Siapa coba yang mau mendekati Pak Dika, Anisa tidak mungkin suka pada pak Dika." Ucap putri Kesal.


__ADS_2