
"Dika sudah tau yang terbaik untuk dia mah, kita orang tua hanya bisa mendukung, mengarah kan ke jalan yang baik." ucap suami nya.
"Papah tidak akan mengerti apa yang Mamah pikir kan, mamah Kesal sama papah." mamah nya Dika langsung pergi meninggalkan suami nya dengan wajah yang begitu marah sekali.
Papah nya Dika hanya bisa mengelus dada nya menghadapi sifat istri nya yang menurut nya sudah seperti anak kecil.
Keesokan harinya...
Anisa merasa ada yang menyentuh wajah nya dia membuka mata nya dan ternyata Dika yang merapikan rambut nya menatap nya yang sedang tidur.
"Apa yang kakak lakukan?" tanya Anisa. Dika tersenyum. "Kamu sudah bangun?" ucap Dika. Anisa menganguk.
"Ini sudah jam berapa?" tanya Anisa..Dika menunjuk kan jam. "Huff aku pikir sudah kesiangan." ucap Anisa mau duduk namun di Tahan oleh Dika.
"Sudah tiduran saja dulu." ucap Dika. mengelus pipi dan mencium kening Anisa. Dika menatap lama wajah Anisa dan mendekati bibir Anisa.
Tiba-tiba Anisa menahan kepala Dika.
"Kak Andika yang sangat tampan ini sudah pagi, bukan waktu nya melakukan hal seperti itu." ucap Anisa langsung duduk.
Dika menghela nafas panjang.
"Hufff..." Dia memasang wajah cemberut.
"Kita harus siap-siap berangkat ke sekolah." ucap Anisa.
Dika tetap cemberut.
"Ayo buruan kak, aku akan menyiapkan pakaian kakak." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya. Anisa melihat Dika yang terlihat cemberut.
"Badan dan wajah saja yang sudah dewasa, sifat tetap seperti anak kecil." ucap Anisa mencium pipi Dika. Dika menoleh ke arah Anisa.
"Kenapa? Masih kurang?" ucap Anisa. Dika menganguk dia memajukan bibirnya berharap itu yang di cium. Anisa tersenyum dia mendekati bibir Dika, Dika juga menutup mata nya.
"Plak!!" pukulan kecil di bibir Dika.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dika.
"Aku mau mandi dulu, kalau kakak tidak mau mandi ya sudah." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. Dia mengikuti Anisa.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sudah rapi.
"Tidak ada yang mau di masak di dapur kamu, sebaik nya kamu belanja nanti. Saya hanya membuat roti dan juga Susu untuk sarapan." ucap Dika.
"Ini saja sudah jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali." ucap Anisa. Dika tersenyum mereka sarapan sama-sama.
__ADS_1
Dika memerhatikan wajah Anisa sambil senyum.
"Aku tau kalau aku sangat cantik, tapi kakak tidak perlu melihat ku seperti ingin menelan ku bulat-bulat." ucap Anisa. Dika tertawa kecil.
"Kelihatan nya kamu sangat enak kalau di telan bulat-bulat." ucap Dika. Anisa menatap tajam Dika.
"Kalau aku tau pacar ku adalah kanibal, aku tidak akan mau pacaran dengan orang seperti kakak." ucap Anisa.
Dika tersenyum. "Saya memakan kamu karena ingin kamu menjadi Milik saya seorang selama nya." ucap Dika.
"Kenapa harus seperti itu? Tampa melakukan itu aku sudah menjadi milik kakak." ucap Anisa..Dika memegang tangan Anisa dengan singkat mencium bibir Anisa.
"Aaaa!! Sangat menyebalkan sekali!" ucap Anisa karena dia lagi makan. Dika tersenyum.
Karena belepotan Dika mencolek bibir Anisa yang kotor dengan jari nya.
"Ada selai." ucap Dika. Dia memasukkan jari nya ke dalam mulutnya. "Ihh dasar mesum." ucap Anisa langsung meninggalkan Dika.
Mereka berangkat ke sekolah sama-sama.
Sesampainya di sekolah Anisa menoleh ke arah Dika.
"Jam itu sangat cantik di tangan kamu." ucap Dika. Anisa tersenyum.
Dika menarik tangan Anisa dan di gabungkan dengan tangan nya yang mengunakan jam pemberian dari Anisa.
"Kakak mau posting?" tanya Anisa. Dika menganguk.
"Aku mohon jangan, banyak orang yang akan melihat dan pasti Curiga." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. Dia keluar dari aplikasi Instragram nya.
"Baiklah kalau begitu." ucap Dika.
"Makasih yah sudah pengertian sama aku." ucap Anisa. Dika mengelus kepala Anisa sambil mengangguk.
"Ya udah kalau begitu aku keluar dulu yah, bye-bye..." Ucap Anisa meninggalkan Dika di dalam mobil. Dika membuka handphone nya dan melihat foto tangan mereka berdua.
"Semoga saja ini tidak berlangsung lama, hubungan seperti ini akan ada masa bahagia nya. Aku akan jauh lebih sabar." ucap Dika.
Beberapa hari kemudian..
"Tidak terasa sudah hari Minggu saja." ucap Anisa menyusul Dika yang duduk di balkon rumah nya sendirian.
Dika menoleh ke arah Anisa.
"Kamu siap kan untuk ujian?" tanya Dika.. Anisa mendekati Dika. Dia menganguk.
__ADS_1
"Pasti dong, apalagi kalau pengawas nya adalah Pacar ku sendiri." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Kalau seandainya Besok bukan saya pengawas nya, kamu jangan kecil hati karena saya Pasti selalu mendukung kamu." ucap Dika.
"Aku akan berdoa agar kamu yang mengawasi ujian di kelas ku." ucap Anisa.
Dika membawa Anisa ke pelukan nya.
"Bagaimana kalau malam ini kamu ikut dengan saya?" tanya Dika.
"Ikut kemana?" tanya Anisa.
"Ke tempat yang pasti kamu sukai." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak ingin kemana-mana, aku hanya ingin di sini saja bersama kakak..Itu sudah cukup untuk kamu." ucap Anisa.
"Baiklah. Saya akan membawa kamu ke sana setelah selesai ujian nanti." ucap Dika, Anisa menganguk.
"Ya udah kalau begitu kamu mandi gih, saya mau ngajakin kamu belanja." ucap Dika.
"Aku gak mau belanja, aku mau nonton." ucap Anisa.
"Setelah selesai menonton kita belanja." ucap Anisa lagi.
"Terserah kamu saja, sekarang kamu mandi dan bersiap-siap agar kita berangkat. " ucap Dika.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah mall terbesar di kota itu.
"Anisa..." panggil putri yang baru saja melihat mereka. dia ke sana dengan laki-laki yang baru saja di lihat oleh Anisa...
"Kenapa bisa ketemu di sini sih? Kakak harus berpura-pura, atau kakak pergi saja " ucap Anisa.
"Kamu tidak perlu khawatir." ucap Dika.
"Loh kenapa?" tanya Anisa.
Dika hanya diam. Puttri dan laki-laki itu mendekati Sarah dengan Dika.
"Anisa kamu ke Sini kok gak ngajakin aku sih?" tanya Putri.
"Ini mendadak saja, kebetulan aku dengan pak Dika ada urusan dan mencari buku." ucap Dika.
"Ya udah kalau begitu deh, tapi aku boleh gabung dengan kalian untuk nonton sama-sama yah." ucap Putri. "silahkan saja, sekali an ajak teman kamu juga." ucap Dika.
putri tersenyum, Anisa hanya bisa menghela nafas panjang beberapa kali. "Untung saja kamu adalah sahabat ku, kalau tidak kamu akan habis oleh ku." ucap Putri.
"Kenapa? Kamu merasa Kesal karena waktu berdua kalian di ganggu oleh kami?" tanya Putri.."Yah gak gitu juga, hanya saja teman kamu pasti tidak nyaman." ucap Anisa.
__ADS_1