Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 183


__ADS_3

"Nah gitu dong. Kalau begitu aku sangat setuju dengan keputusan kamu, karena aku yakin kamu dengan Arya sangat cocok." ucap Anisa.


"Kenapa kalian menyebut-nyebut nama ku? Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Arya yang tiba-tiba datang membuat Anisa dan Putri kaget.


"Tidak ada, kamu sangat kepo sekali. Kapan kamu datang? Membuat orang terkejut saja." ucap Anisa dengan kesal.


"Aku minta maaf, tadi aku hanya penasaran karena melihat kalian berdua sangat serius sekali." ucap Arya.


"Huff jangan melakukan hal seperti itu lagi! Aku tidak suka!" ucap Anisa.


Arya tersenyum. "Ya udah deh aku minta maaf yah." ucap Arya.


Anisa dan Putri mengangguk.


"Ayo kita masuk ke kelas." ucap Anisa.


"Tunggu dulu, apa aku tidak boleh tau apa yang kalian bicarakan?" tanya Arya.


Anisa dan Putri menggeleng kan kepala nya langsung.


Setelah pulang sekolah Arya melihat Putri duduk di depan gerbang menunggu jemputan ayah nya.


"Putri! Apa yang kamu lakukan di sini? kenapa kamu tidak pulang?" tanya Arya.


Putri berdiri melihat Arya.


"Aku menunggu Ayah." ucap Putri.


"Kenapa tidak pulang dengan ojek atau bus? Di sini sangat panas sekali. Ayah kamu pasti Akan sangat lama." ucap Arya.


"Gak apa-apa kok, aku sudah terbiasa dengan itu." ucap Putri.


"Sebaiknya kamu ikut aku saja ke dalam mobil, aku akan mengantar kan kamu pulang." ucap Arya.


Putri melihat ayah nya datang.


"Itu Ayah sudah datang. Aku pulang duluan yah." ucap Putri. Arya mengangguk.


"Huff kenapa Ayah nya putri sangat cepat sih datang nya?" ucap Arya dengan sedikit kesal.


"Ah sudahlah lah kenapa aku harus kesal seperti ini Putri di jemput Ayah nya." ucap nya.


"Arya!" panggil Anisa yang baru saja keluar dari dalam mobil nya.


"Iyah kenapa Anisa?" tanya Arya.


"Kamu belum pulang? Putri kemana? Apa dia tidak bersama kamu?"tanya Anisa.

__ADS_1


"Sudah di jemput oleh Papah nya." ucap Arya.


"Loh kamu gak nganterin dia pulang?" tanya Anisa.


Arya menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah terlambat karena ayahnya sudah datang terlebih dahulu." ucap Arya.


"Oohh. Ya udah deh kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Anisa. Arya mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya Anisa sampai di rumah. Dia melihat rumah sangat sepi sekali.


"Kak Dika kapan sih pulang nya? Kok dia gak ada kabar sama sekali? Apa dia tidak akan pulang sama sekali?" tanya Anisa. sambil melihat handphone nya.


"Huff sudah lah nanti aku akan mencoba menelpon nya, aku harus segera mandi." ucap Anisa karena sudah sangat gerah.


Setelah selesai mandi handphone nya berdering.


"Kak Dika." ucap Anisa langsung menjawab telpon. Namun ternyata itu adalah Tri.


"Halo Anisa.. Ini aku Tri bukan tuan Dika." ucap Tri dari Balik Telpon.


"Oohh kamu Tri, aku tidak tau tadi nya, ada apa?" tanya Anisa jadi sangat lesu sekali.


"Kok jadi lesu sih? Kamu gak suka yah aku telpon?" tanya Tri.


"Bukan begitu Tri. Aku hanya terlalu kelelahan saja, aku baru pulang sekolah jadi terlihat sangat lesu." ucap Anisa.


"Baiklah kalau begitu." ucap Anisa.


"Eh tunggu dulu." ucap Anisa menahan Jangan di matikan telpon nya.


Tri tidak jadi mematikan handphone nya.


"Ada apa?" tanya Tri.


"Tidak biasanya kamu menelpon ku di jam kerja seperti ini, ada apa?" tanya Anisa.


"Tidak ada kok. Aku hanya ingin Menelpon kamu karena merindukan kamu." ucap Tri.


"Apa kamu yakin?" tanya Anisa.


"Yakin, aku hanya merindukan kamu." ucap Tri.


"Pasti kamu lagi ada masalah kan? Apa karena ada masalah di toko atau dengan kak Marsel?" tanya Anisa.


Tri menggeleng kan kepala nya. "Enggak ada kok, kamu tidak perlu khawatir, semua nya baik-baik saja." ucap Tri.

__ADS_1


"Huff kamu jangan berbohong seperti itu Tri, aku bisa merasakan nya dari suara kamu." ucap Anisa.


"Tidak perlu takut, jujur saja." ucap Anisa.


"Kamu yakin tidak apa-apa kalau mendengar ini." tanya Tri.


"Aku dengan Pak Marsel sudah pacaran. Dia memaksa ku untuk menjadi pacar bayaran nya. Aku tidak bisa menolak karena pak Marsel terus mengancam ku akan memecat ku." ucap Tri.


"Aku sudah tau tentang itu kok. Kak Alan memang seperti itu." ucap Anisa.


"Aku sama sekali tidak nyaman dengan hal itu, aku sangat canggung, aku tidak betah sama sekali." ucap Tri.


"Kamu hanya bertemu sesekali saja kalau menjadi pacar bayaran nya, dan kamu tenang saja kak Marsel tidak akan kasar dia juga tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh, dia hanya butuh kamu mengaku menjadi pacar nya di depan keluarga dan juga menemani nya setiap keluar." ucap Anisa.


"Masalah nya bukan itu Anisa, sekarang pak Marsel tinggal di apartemen ku." ucap Tri.


"Apa? Jadi Kalian satu atap?" tanya Anisa kaget.


"Itu membuat ku tidak nyaman sama sekali Anisa. Walaupun pak Marsel tidak melakukan apapun, aku tetap tidak nyaman." ucap Tri.


"Biasanya Kak Marsel tidak mau tinggal bersama orang lain. Bahkan dia memilih untuk hidup sendiri kok sekarang malah tinggal bersama dengan kamu." ucap Anisa.


"Sebaiknya kamu ikuti saja permintaan kak Marsel. Tidak perlu melawan nya, ikuti saja mau nya." ucap Anisa.


"Huff seperti nya sudah harus seperti itu, tidak ada pilihan lain lagi." ucap Tri.


"Kamu yang sabar yah menghadapi kak Marsel kalau dia bertingkah yang aneh." ucap Anisa.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi." ucap Tri.


Tidak beberapa lama panggilan telepon pun mati.


"Huff kak Marsel benar-benar keterlaluan sekali. Bagaimana bisa dia sangat jahat dan menjadi kan Tri Yang tidak tau apa-apa menjadi pacar bohongan nya." ucap Anisa dalam hati.


"Ah sudahlah itu sudah menjadi resiko kalau bersama kak Marsel, dan yang membuat aku aneh adalah kenapa harus satu atap? Apa itu arti nya kak Marsel tidak kembali ke kota nya?" ucap Anisa.


"Aku harus menelpon kak Marsel." ucap Anisa langsung mengambil handphone nya dan menelpon kakak nya.


"Namun sampai dua kali menelpon tidak kunjung di jawab.


"Seperti nya dia sedang bekerja, sebaiknya aku tidur dulu, malam nanti akan mencoba menelpon nya lagi." ucap Anisa.


Berbaring di tempat tidur menghilangkan semua penat di nada nya.


Tri lanjut bekerja namun handphone nya berdering.


"Halo " ucap Tri.

__ADS_1


"Halo! Kenapa nomor kamu sibuk? Apa kamu sedang bertelepon dengan pria lain?" tanya Marsel.


"Jangan menuduh sembarangan pak, aku berbicara dengan Anisa barusan." ucap Tri.


__ADS_2