Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 16


__ADS_3

"Maafin aku yah, seperti nya aku tidak bisa, aku minta maaf." ucap Anisa.


"Kok gak bisa? Kenapa?" tanya Candra.


"Aku sangat lelah, aku juga harus mengerjakan tugas ku yang sangat banyak sekali.. Karena Putri tidak mau membantu ku lagi." ucap Anisa.


"Kamu kasih uang saja pada orang lain, malam ini kamu Temanin aku yah." ucap Candra mencoba membujuk Anisa.


"Maafin aku, Tapi aku gak bisa sayang." ucap Anisa.


"Kamu kok gini sih? Padahal ini teman kamu juga yang nikah." ucap Candra.


"Jangan marah gitu dong. Aku sangat lelah, aku butuh istirahat. Aku juga tidak mau bangun telat Besok ke sekolah." ucap Anisa.


"Aku bangunin kamu deh Besok pagi. Sekarang kamu tidur nanti aku jemput kamu jam tujuh malam." ucap Candra.


"Ya udah deh Iyah." ucap Anisa menjawab Candra.


Candra tersenyum. "Nah gitu dong, dandan yang cantik yah." ucap Candra setelah itu langsung pergi.


"Aaarggghh..." Anisa masuk ke dalam dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Dia mau tidur namun kefikiran tentang Putri. Anisa mencoba menelpon Putri namun tidak di jawab.


"Ya Allah Putri kenapa kamu sampai segini nya sih? Aku hanya berbicara sembarangan." ucap Anisa.


Ia melihat tas sekolah nya. "Seperti nya aku harus mengerjakan PR ku sendiri hari ini." ucap Anisa.


Dia membuka bukunya baru saja membaca soal pertama sudah membuat dia lelah. Tidak ada satu pun yang di mengerti oleh nya.


alhasil dia menjawab yang dia tau saja, mencari jawaban yang lain di Google.


Cukup lama mengerjakan semua nya..


"Sayang....." Panggil Candra masuk ke dalam rumah. "Kamu di mana? Kamu lagi siap-siap yah?" ucap Candra.


Dia membuka pintu kamar Anisa.


"Ya ampun Anisa malah tidur. Ini sudah jam berapa?" tanya Candra. Anisa terbangun karena Candra.


"Sayang kamu sudah di sini?" ucap Anisa dengan suara serak nya.


"Kamu kenapa belum siap-siap? Buruan siap-siap sana!" ucap Candra. "Aku mengantuk. Pekerjaan rumah ku belum selesai." ucap Anisa.


"Nanti saja kerjakan lagi, sekarang kamu harus siap-siap!" ucap Candra. "Iyah-iyah.. Bawel banget sih." ucap Anisa mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Satu jam Candra menunggu di ruang tamu akhirnya Anisa turun juga.

__ADS_1


"Sudah siap sayang, ayo berangkat..." ucap Anisa.


"Ya ampun kamu lama banget sih. Kamu lihat ini sudah jam berapa?!" ucap Candra marah.


Namun setelah melihat penampilan Anisa ia langsung terdiam.


"Sayang kamu cantik banget." ucap Candra. "Sudah tidak perlu banyak bicara ayo langsung berangkat." ucap Anisa.


Candra menganguk.


"Akhir-akhir Aku melihat kamu lebih rajin ke sekolah dan juga mengutamakan bangun pagi, ada apa? apa orang tua mu tau kelakuan kamu di sekolah?" tanya Candra.


"Bukan.. Tapi ada satu Guru baru yang sangat mengesalkan, kalau aku tidak di siplin dia akan melaporkan kepada orang tua ku." ucap Anisa.


"Kenapa dia sangat berani seperti itu? Kamu harus memberi tahu kamu anak siapa." ucap Candra.


"Tidak perlu! Dia tidak akan terpengaruh. Dia sama sekali tidak takut." ucap Anisa.


"Ya udah jangan membahas dia lagi, malam ini kita happy-happy." ucap Candra.


Sesampainya di acara mereka di sambut dengan sangat hangat. "Wahh acara nya Besar banget." ucap Anisa.


"Kamu suka?" ucap Candra. Anisa menganguk.


"Ayo masuk ke dalam." ucap Candra membawa Anisa masuk ke dalam.


"Wahhh pacar kamu cantik juga yah." ucap teman Candra yang baru melihat Anisa.


"Siapa dulu dong. Pacar kamu mana?" tanya Candra. "Aku jomblo," ucap teman nya. Semua orang tertawa.


"Sayang aku ke sana dulu yah " ucap Anisa kepada Candra menyusul teman-teman nya.


Candra menganguk.


"Loh bukannya itu pak Dika? Bagaimana bisa dia ada di sini?" ucap Anisa melihat Dika duduk dengan seorang wanita cantik di samping nya.


"Itu seperti tidak pak Dika, dia berpenampilan seperti pengusaha kaya raya, pakaian mahal, gaya rambut yang Tampan, dan seperti nya wanita di samping nya bukan lah wanita sembarangan." batin Anisa.


"Heyy Anisa kamu lagi lihatin apa sih?" tanya teman Anisa.


"Boleh tau Gak yang di undang ke acara ini siapa saja sih? Aku mendengar hanya teman pengantin saja." ucap Anisa.


"Memang iya Anisa. Teman-teman pengantin saja yang di undang karena kamu tau sendiri akan ada party." ucap teman Anisa.


"Oohhh.. Apa arti nya semua yang di sini teman pengantin?" ucap Anisa.. Mereka menganguk.


Anisa melihat Dika sudah bersama kekasih nya. Mereka terlihat sangat akrab sekali.

__ADS_1


"Aku baru tau Candra dekat dengan pria tampan yang di depan nya itu. aku juga baru melihat nya." ucap Anisa.


"Oohh itu namanya Dika. Dia memang sangat jarang ikut bergabung di acara seperti ini."


"Dan wanita yang di samping nya itu Siapa?" tanya Anisa.


"Kamu Kepo banget deh, aku juga kurang tau tentang Dika. Soal nya kehidupan nya benar-benar sangat privasi." ucap teman Anisa.


"Oohh gitu yah." ucap Anisa. Dia duduk dan melanjutkan minum.


Acara pun di mulai, DJ mulai di putar. Semua nya sudah sangat heboh mengikuti dentuman musik.


Dika duduk bersama Candra.


"Kamu tidak ingin ikut bergabung?" tanya Candra kepada Dika..Dika Menggeleng kan kepala nya.


"Nih minum dulu." ucap Candra memberikan minuman keras.. namun Dika menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak pernah minum, kamu tau itu." ucap Dika.


Candra tersenyum. "Kamu datang ke sini bersama siapa?" tanya Dika.


"Dengan Anisa kekasih ku. Dia di sana." ucap Candra menunjuk oe arah Anisa yang joget-joget.


"Oohhh.." ucap Dika.


"Dia bercerita kalau ada guru baru yang membuat hidup nya tertekan, itu sebabnya aku membawa dia ke Sini agar lebih rileks." ucap Candra.


"Anisa kamu benar-benar yah! Kamu berani-beraninya memburuk kan saya kepada teman saya sendiri." batin Dika,


"Yasudah bro aku gabung sama mereka Dulu." ucap Candra.


Dika sudah mulai pusing dan mengantuk menunggu acara selesai, dia ke kamar mandi namun melihat Anisa yang mual-mual di wastafel.


"Nih.." Dika memberikan tisu. "Terimakasih." ucap Anisa sambil mengambil tisu dari tangan Dika.


Anisa melihat wajah Dika, ia sangat terkejut.


"Bapak kenapa bisa di sini?" tanya Anisa.


"Ini toilet umum." ucap Dika.


Dika membasuh wajahnya. "Kamu masih kecil, masih pelajar, Besok sekolah kamu seperti anak liar." ucap Dika.. Anisa diam.


"Kamu pikir minum seperti ini membuat badan sehat? Pikiran tenang?" ucap Dika. "Bapak tidak perlu banyak protes, aku tau yang terbaik untuk hidup ku. Ini bukan di sekolah." ucap Anisa.


"Kalau orang tua kamu tau kamu seperti ini, mereka pasti sangat marah dan juga Akan sangat kecewa Sama kamu." ucap Dika.

__ADS_1


__ADS_2