
"Letakan di atas meja, dan setelah itu buat kan saya kopi." ucap Angga.
"Kopi? Saya ini murid pak, bukan asisten bapak. Bapak akan saya laporkan karena seperti ini." ucap Anisa.
"Kalau kamu mau saya melaporkan kepada orang tua kamu, sebaik nya kamu kerjakan saja!" ucap Dika.
Anisa Menghela nafas panjang meninggalkan kantor itu dengan sangat kesal, tidak beberapa lama kembali membawa Kopi.
"Ini pak, apa lagi yang bisa saya bantu?" tanya Anisa. "Belikan saya makan siang." ucap Dika. Anisa Mengangguk.
"Mbuarrrr...." tiba-tiba Dika menyemburkan kopi yang di buat oleh Anisa.
"Kenapa rasanya sangat pahit?" tanya Dika.
"Bapak meminta di Buat kan kopi, yah saya bikin kan kopi, rasa kopi di mana-mana memang pahit. Aneh deh." ucap Anisa.
"Anisa!!!!! Kamu selalu membuat saya emosi!" ucap Dika.
"Permisi Pak..." Tiba-tiba Rida datang. Dika berhenti marah.
"Kamu ganti kopi ini dan bersihkan kekacauan ini." ucap Dika.
Anisa kesal. "Ada apa Rida?" tanya Dika dengan lembut kepada Rida.
"Saya mau mengundang bapak Makan siang sama-sama di kantin..Mau yah pak." ucap Rida.
"Baiklah kalau begitu, kebetulan saya belum makan." ucap Dika.
Mereka meninggalkan Anisa. "Dasar guru ngeselin! Awas saja." ucap Anisa. Setelah selesai di bersihkan dia keluar mencari makanan.
"Anisa aku di sini..." Panggil putri. Anisa langsung menyusul Putri.
"Kamu mau Makan apa?" tanya Putri. "Nasi goreng saja, aku pengen makan itu." ucap Anisa. Putri langsung memesan nya.
"Anisa lihat deh itu.." ucap Putri menunjuk ke arah Rida dan teman-teman nya dan ada pak Dika juga.
"Kenapa?" tanya Anisa.
"Aku rasa Rida suka pada Pak Dika, kamu tidak lihat betapa berjuang nya dia mendekati pak Dika?" ucap Putri.
"Ah bodo amat, aku tidak perduli. Pak Dika itu adalah Guru yang gatel. Dia pasti akan modusin di Rida." ucap Anisa. "Gak mungkin deh, kelihatan nya pak Dika adalah pria yang baik." ucap Putri.
"Kenapa? apa kamu suka juga sama pak Dika?" tanya Anisa.
__ADS_1
"Siapa coba Anak kelas kita yang tidak suka sama pak Dika? Semua nya pada suka. selain tampan dia baik, pintar. Dan cara mengajar nya sangat mudah di pahami." ucap Putri.
"Aku! Aku gak suka sama pak Dika, semenjak ada dia aku merasa hidup ku tidak pernah bebas. Dia selalu datang ke rumah mengancam ku." ucap Anisa.
Putri tersenyum. "Justru seperti itu sangat Bagus agar kamu mau berubah. Mau Sampai Kapan kamu seperti ini?" ucap Putri.
Anisa menghela nafas panjang. "Kalian lagi membicarakan saya?" tanya Dika berdiri di samping Meja mereka.
"Enggak kok Pak. Kami tidak membicarakan tentang bapak." ucap Putri dengan gugup.
"Lagian siapa sih yang membicarakan bapak, aneh deh, Sangat banyak yang harus di bicarakan di Dunia ini." ucap Anisa dengan Judes.
Dika duduk di samping Anisa.
"Eh kamu mau kemana? Duduk saja di sini selesaikan makan mu." ucap Dika.
Rida merasa Kesal sekali karena di tinggal tiba-tiba oleh Dika.
""Saya heran deh kenapa kamu bisa bertahan lama berteman dengan Anisa." ucap Dika kepada putri.
"Dia butuh uang ku, semua orang membutuhkan uang ku, jadi tidak Heran." ucap Anisa. Tadi Putri mau menjawab langsung terdiam karena perkataan Anisa.
"Benar kan Putri?" ucap Anisa.
"Kamu mau kemana? aku hanya berbicara sembarangan." ucap Anisa. Putri tidak perduli. Anisa menghela nafas panjang.
"Ini adalah pelajaran untuk kamu, sebelum berbicara pikiran dulu apa yang kamu hendak katakan, jangan sampai orang lain sakit hati." ucap Dika.
"Ini semua karena bapak. Karena bapak bertanya seperti itu aku jadi berbicara aneh-aneh." ucap Anisa.
Di dalam kelas putri sudah pindah tempat duduk. Anisa masuk bersama Dika. Dika melihat Anisa merasa sangat bersalah kepada putri.
Tidak terasa jam pelajaran sudah selesai. "Putri..." panggil Anisa namun putri sudah duluan masuk ke dalam Angkot.
"Seperti nya dia benar-benar marah kepada ku.. Bagaimana ini." ucap nya cemas.
Dia melihat pak Dika di parkiran motor.
"Pak tolong anterin saya ke rumah Putri." ucap Anisa.
"Saya tidak bisa, saya buru-buru." ucap Dika.
"Saya ke sini tidak bawa mobil karena bapak, jadi bapak harus mengantarkan saya." ucap Anisa naik ke atas motor.
__ADS_1
"buruan jalan pak." ucap Anisa.
Dika melihat Anisa. "Pakai helm Dulu."
mereka langsung mengejar Angkot yang di naikin Putri.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Putri.
"Putri! Putri! Aku minta maaf. Dengerin aku dulu." ucap Anisa.
"Aku tidak mau berteman dengan kamu lagi, aku kecewa sama kamu, aku berteman dengan tulus pada kamu, namun kamu Malah berfikir aku hanya butuh uang mu." ucap Putri.
"Aku berbicara seperti itu karena kesal kepada pak Dika. Maafin aku yah." Anisa memohon..
"Aku masih marah sama kamu, aku gak bisa memaafkan kamu." ucap Putri.
"Yahh jangan gitu Dong." ucap Anisa.."Sebaiknya kamu pulang saja, sebelum ibu dan ayah ku melihat kamu. Dia pasti marah." ucap Putri.
"Putri maafin aku dulu, aku tidak mau pergi Kalau kamu tidak maafin aku." ucap Anisa. Namun Putri masuk ke dalam rumah nya.
Anisa kembali ke depan menyusul Dika.
"Bagaimana?" tanya Dika. Anisa Menggeleng kan kepala nya.
"Apa salah aku berbicara seperti itu? aku juga bercanda." ucap Anisa.
"Semua kata-kata yang keluar dari mulut kamu itu sangat lah serius, jadi wajar saja kalau Putri tersinggung karena dia adalah orang yang sederhana." ucap Dika.
"Kamu memberikan dia uang karena dia membantu kamu kan? Bukan cuma-cuma." ucap Dika.
"Iyah aku tau, tapi tidak seharusnya dia ngambek seperti itu." ucap Anisa.
"Lain kali kamu harus berhati-hati ketika berbicara." ucap Dika memberikan hlem.
"Aku pulang naik Taksi saja, aku akan menunggu putri sampai dia memaafkan aku." ucap Anisa.
Dika Menghela nafas panjang. "Kalau orang tua nya tau kamu di sini, orang tua nya pasti marah, kamu tau sendiri kalau putri bukan seperti kamu. Anak yang bebas bisa melakukan apapun yang di mau." ucap Dika.
Annisa menghela nafas. "Ya sudah kalau begitu aku akan pulang." ucap Anisa. "Saya antar, menghemat waktu dan juga biaya, kamu harus hemat." ucap Dika.
Anisa malas ribut dia naik ke atas motor Tampa ada semangat. Sepanjang perjalanan Anisa cemberut. Dika bisa melihat dari kaca spion motor nya.
"Kalau kamu cemberut seperti itu bisa cepat tua. Nanti kalau putri Sudah Baikan dia pasti akan memaafkan kamu." ucap Dika.
__ADS_1