Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 153


__ADS_3

Dika dan Marsel kaget dengan penampilan Tri yang sangat feminim.


"Kenapa semakin mirip dengan almarhum ibu waktu muda." batin Marsel.


"Sudah bagus belum kak?" tanya Anisa lagi. "Lumayan. Ini harus di perbaiki lagi." ucap Marsel.


"Kamu sangat cantik seperti ini Tri, saya yakin kamu pasti menemukan Laki-laki pendamping hidup dengan cepat kalau seperti ini." ucap Dika.


"Sstt kakak ngomong apa sih? Gak enak di dengar sama kak Marsel." ucap Anisa.


"Ah tuan Dika bisa saja, mana mungkin ada yang mau sama aku." ucap Tri.


"Kata siapa? Kamu cantik." ucap Dika. Tri tersenyum.


"Humm dia memang sangat cantik." ucap Marsel dalam hati nya.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita berangkat saja." ucap Marsel. "Kakak seriusan kan nganterin Tri ke toko?" tanya Anisa.


"Kamu melihat wajah kakak kurang serius?" tanya Marsel. "Yahh aku sedikit ragu saja." ucap Anisa.


"Kamu tenang saja Anisa, aku bisa jaga diri baik kok, aku bukan anak manja seandainya aku terlantar." ucap Tri.


"Huff kamu menyindir aku." ucap Anisa..Tri tersenyum.


"Enggak kok. Kamu masih kecil, jadi wajar lah kalau manja apalagi punya pacar seperti tuan Dika. Harus manja terus karena Tuan Dika suka perempuan yang manja." ucap Tri.


"Itu tidak mungkin, dia memaksa ku untuk mandiri seperti sekarang." ucap Anisa.


"Sudah jangan banyak berbicara lagi, ayo kita berangkat." ucap Marsel. Mereka pun pamitan dan segera pergi.


"Kakak yakin gak sih kalau kak Marsel mengantarkan Tri ke Toko dengan baik?" tanya Anisa. "Yakin kok, kak Marsel tidak pernah aneh-aneh." ucap Dika.


"Kok kamu gak percaya dengan kakak kamu sendiri?" tanya Dika.


"Menurut ku sangat aneh karena kak Marsel baru saja bertemu dengan Tri, bahkan semua yang ada pada Tri sangat dia benci mulai dari penampilan, sifat dan juga cara berbicara nya." ucap Anisa.


"Tapi kak Marsel langsung menyetujui Tri Bekerja, bahkan dia juga yang mengantarkan sendiri." ucap Anisa.


"Iyah juga sih." ucap Dika.


"Apa yang kita lakukan kalau kak Marsel benar-benar menelantarkan Tri?" tanya Anisa.


"Tidak mungkin Anisa, sebaiknya kita masuk saja saya sangat lapar sekali." ucap Dika. Anisa mengangguk mereka masuk ke dalam rumah.


"Kamu mandi saja, saya akan masak." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku mau bantuin kakak masak." ucap Anisa.

__ADS_1


Dika tersenyum sambil mengangguk.


Mereka masak sama-sama setelah masak mereka berdua makan.


Di perjalanan ke toko kue Marsel.


"Kalau bapak lelah menyetir aku bisa menyetir." ucap Tri.


"Tidak perlu! Mobil saya mobil mahal bukan seperti mobil gerobak yang sering kamu bawa." ucap Marsel.


Tri langsung Diam. Selama perjalanan tidak ada percakapan.


"Huff kalau seperti ini sebaik nya aku naik mobil sayur.. Sangat sepi, perjalanan terasa sangat membosankan dan juga sangat lama." ucap Tri.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah toko Kue yang besar dan sangat ramai.


"Ini toko Kue bapak?" tanya Tri.


"Iyah, kenapa?" tanya Marsel balik.


"Sangat besar sekali. Aku yakin sangat banyak keuntungan yang bapak dapat dari sini." ucap Tri.


"Tidak urusan kamu, ayo turun saya akan memberi tau apa saja pekerjaan yang harus kamu kerjakan." ucap Marsel.


"Pak Marsel datang ke toko kenapa tidak mengabari kami? Saya tidak tau kalau bapak Akan datang berkunjung, keadaan toko sedang berantakan karena sangat ramai pengunjung." ucap Menejer nya.


Marsel menghela nafas panjang melihat toko.


"Lain kali jangan seperti ini." ucap Marsel.


"Kita butuh karyawan baru untuk bersih-bersih Pak." ucap Menejer.


"Saya ke sini mau mengantar kan karyawan baru di toko ini." ucap Marsel.


Menejer itu melihat ke arah Tri.


"Yakin Ini pak?" tanya Menejer. "Kenapa? Apa yang salah?" tanya Marsel.


"Maaf sebelumnya kamu bekerja di mana? Kamu memiliki pengalaman apa? kamu memiliki banyak lubang di daun telinga dan anting seperti anak jalanan, dan tato di lengan dan di punggung." ucap Menejer.


"Saya bisa kok pak bersih-bersih, saya membutuhkan pekerjaan." ucap Tri.


"Bapak yakin dengan perempuan ini?" tanya Menejer nya lagi.


"Apa kamu mau saya pecat?" tanya Marsel. Menejer itu langsung terdiam.

__ADS_1


"Baik pak." Menejer langsung meminta yang lain membawa Tri.


"Saya perlu bicara dengan kamu." ucap Marsel kepada Menejer nya itu.


Menejer nya itu langsung ketakutan karena Marsel sangat serius.


Tri di berikan seragam oleh Anggota toko itu.


"Mulai besok kamu masuk kerja yah di sini, selamat bergabung di Toko ini, tapi kalau bisa anting, cincin, gelang dan semua penampilan kamu yang menganggu mata di buka yah." ucap ketua anggota di sana.


"Baiklah kak. Terimakasih." ucap Tri. Tiba-tiba Marsel masuk ke ruangan anggota.


"Sudah kamu tau tugas kamu di sini kan?" tanya Marsel. "Sudah Pak, mereka sudah memberi tau kepada saya." ucap Tri.


"Kalau begitu kamu ikut dengan saya." ucap Marsel. "Kemana Pak?" tanya Tri.


"Kamu mau ikut atau tidak?" tanya Marsel. Tri harus mengikuti apa kata Marsel agar dia bisa bekerja.


"Baik pak saya ikut." ucap Tri. Akhirnya dia mengikuti Marsel keluar dari Toko itu.


"Itu perempuan dari mana sih di dapat oleh Pak Marsel? Apa pak Marsel yakin mau memperkerjakan dia di sini?" ucap anggota toko.


"Kalian tidak boleh sepele seperti itu, kita sangat membutuhkan dia di sini." ucap ketua anggota nya.


"Kalian harus memperlakukan dia dengan baik." ucap ketua anggota nya.


Mereka semua terlihat sangat cuek. Karena bisa di bilang mereka iri dengan Kehadiran Tri di sana seperti spesial sekali.


"Kemana kita pak?" tanya Tri kepada Marsel Yesus terus berjalan.


"Ini adalah tempat tinggal kamu, kamu bisa tinggal di sini selama bekerja di toko saya." ucap Marsel. Tri kaget karena di berikan apartemen.


"Bapak yakin aku tinggal di sini?" tanya Tri karena sangat mewah sekali.


"Ya saya yakin, karena bukan hanya kamu tinggal di sini tapi banyak juga anggota Toko yang tinggal di sini." ucap Marsel.


"Oohh begitu." ucap Tri. Mereka masuk ke dalam.


"Kenapa aku rasa tempat ini terlalu berlebihan Pak? Ini seperti nya sudah di tempati oleh seseorang." ucap Tri.


Dia melihat semua fasilitas lengkap di dalam.


"Ini adalah Bekas tempat tinggal saya sebelumnya, saya percayakan kepada kamu tempat ini." ucap Marsel.


"Tempat bapak sebelum nya? Aku tidak ingin aku tidak enak sama sekali." ucap Tri. "Kamu harus tinggal di sini karena tidak ada Mes yang lain lagi." ucap Marsel.

__ADS_1


__ADS_2