
"Mau bagaimana pun aku masih ingin menyembunyikan hubungan kami, aku rasa hanya kami yang tau itu jauh lebih baik dari pada banyak yang tau." ucap Anisa.
"Aku akan mendukung Apapun keputusan kamu, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan pasangan kamu, Pak Dika selalu menginyakan apa kata kamu, bukan berarti hati nya setuju, hanya saja dia ingin menghargai kamu karena dia sangat mencintai kamu." ucap Putri.
Anisa lagi-lagi terdiam. Tiba-tiba ada murid yang masuk mereka tidak bisa berbicara tentang itu lagi.
"Selamat pagi anak-anak, hari ini pak Dika datang terlambat, jadi saya yang akan terlebih dahulu Menganti kan nya." ucap guru.
"Loh kenapa Bu?" tanya Rida. Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone Anisah.
"Maaf sayang, saya tidak bisa datang tepat waktu, saya harus ke kantor dulu." isi pesan dari Dika.
"Ekhem-Ekhem.." putri berdehem. Anisa langsung mematikan handphone nya.
"Saya kurang tau apa alasan nya hanya saja pak Dika akhir-akhir ini akan Sibuk di luar." ucap guru.
"Yahh kalau tidak tidak dengan pak Dika pasti kurang semangat." ucap yang lain nya.
Pelajaran pun di mulai.
Waktu jam istirahat pertama Dika baru saja datang.
"Putri.." Panggil Dika.
"Pak Dika, ada apa?" tanya Putri.
"Anisa kemana?" tanya Dika.
"Ada di sana dengan Arya Pak." ucap Putri. "Dengan Arya?" tanya Dika. Putri menganguk.
"Bapak tidak perlu khawatir, mereka hanya lah teman." ucap Putri.
"Apa yang saya sampaikan kepada kamu sebelum nya sudah kamu sampai kan kepada Arya?" tanya Dika.
Putri menginginkan di saat Dika cemburu melihat Arya dan Anisa bersama terus akhirnya dia meminta tolong bantuan Putri untuk menjauh kan Arya dari Anisa.
Dia meminta putri mengatakan kepada Arya kalau Dika pacaran dengan Anisa. Putri menyampaikan itu kepada Arya.
Dan ternyata Arya tertawa. Ternyata semua orang sudah salah paham dengan kedekatan mereka.
Dia dengan Anisa dekat hanya karena satu kelas aja, Arya juga sudah memiliki kekasih beda sekolah dari mereka.
Putri menyampaikan itu kepada Dika.
"Jadi mereka dekat hanya karena teman?" tanya Dika.
Putri menganguk.
__ADS_1
"Asal bapak tau, kalau sebenarnya itu Anisa sangat suka bermain dengan teman laki-laki dari pada perempuan." ucap Putri.
"Tapi kenapa saya melihat Arya suka kepada Anisa?" tanya Dika. "Itu mungkin hanya perasaan bapak saja, karena bapak cemburu." ucap Putri sambil tertawa.
"Kamu benar-benar sangat pandai meledek saya." ucap Dika. Putri tertawa
"Ekhem-Ekhem.. Seperti nya bercanda nya asik banget." ucap Anisa yang baru saja datang. "Enggak kok." ucap Putri.
"Dari tadi aku melihat nya." ucap Anisa.
"Kamu cemburu yah? kalau cemburu ngomongin aja." ucap Putri.
"Ya udah ah, kalau begitu aku mau ke kantin dulu, aku mau beli jajan. Gak enak lama-lama jadi Anti nyamuk di sini." ucap Putri.
Anisa dan Dika hanya Diam melihat putri pergi.
"Kalau bapak sibuk ke kantor sebaiknya bapak mengundurkan diri dari sini." ucap Anisa.
Dika menatap Anisa. "Apa kamu tidak ingin berjumpa dengan saya setiap hari?" tanya Dika. "Bukan seperti itu, hanya saja bapak pasti kecapean." ucap Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya memang lelah, namun ketika melihat wajah cantik kamu, lelah saya langsung hilang begitu saja." ucap Dika.
"Hufff benar-benar pria yang pandai berbicara." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Kamu dengan Arya ngapain?" tanya Dika.
"Kamu sedang membicarakan pelajaran." ucap Anisa menunjuk buku nya.
"Bapak tidak cemburu?" tanya Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.
"Tumben." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Saya percaya kalau kamu hanya mencintai saya, tidak orang lain." ucap Dika.
"Jangan berbicara berlebihan, ini di tempat ramai. Untung saja tidak ada orang di dekat kita." ucap Anisa.
Dika menatap Anisa.
"Kenapa?" tanya Anisa. "Saya sangat takut kalau kamu tidak mau berbicara dengan saya lagi setelah apa yang kamu katakan tadi malam." ucap Dika.
Anisa mengingat dia baru ingat kalau dia mengatakan itu.
"Aku minta maaf, Ku mengatakan itu antara sadar dan tidak sadar, aku minta maaf." ucap Anisa.
"Sudah tidak perlu minta maaf, saya mengerti kok." ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Benar yang di katakan oleh Putri kalau pak terus berusaha mengerti kepada ku, sementara ku sampai sekarang hanya mengikuti kata hati ku saja." ucap Anisa dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan siang saja?" tanya Dika. "Humm boleh juga kebetulan aku sangat lapar, pagi ini tidak ada yang memasak kan aku nasi goreng." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Pak Dika.. Akhirnya bapak datang, ayo ikut dengan saya makan siang ke kantin." ucap teman nya.
Dika mau mau mengajak Anisa namun sudah terlanjur di tarik oleh teman-teman nya.
Anisa tinggal deh. "Mereka berfikir kalau pembicara kalian hanya pembicaraan biasa aja, itu sebabnya mereka langsung membawa pak Dika pergi.. Tapi kalau seandainya mereka tau kamu adalah pacar nya pak Dika. Mereka tidak akan mau menganggu waktu kalian lagi berduaan." ucap Putri yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Sudah lah, biarkan aja, ayo Temanin aku makan siang." ucap Anisa.
"Asik Makan enak, sudah lama kamu tidak mengajak aku Makan di restoran." ucap Putri.
"Makan di kantin Saja, aku tidak mau jauh-jauh." ucap Anisa.
"Tidak apa-apa yang penting di traktir." ucap Putri. Anisa tersenyum.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai makan siang.
"Berapa bik?" tanya Anisa.
"Sudah di bayar kok sama pak Dika." ucap Bibik. Anisa menoleh ke arah pak Dika.
Dika tersenyum. Anisa tersipu malu.
Waktu nya masuk ke kelas. Mereka semua sudah pada masuk Dika juga masuk dan mulai mengajar.
Di malam hari nya... Anisa sedang menonton di ruang tamu sambil memakan popcorn yang dia beli dari luar.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu depan.
"Siapa datang malam-malam seperti ini?" ucap Anisa heran.
"Iyah tunggu Dulu." ucap Anisa berjalan ke arah pintu. Dia terkejut melihat Dika di balik pintu.
Begitu juga dengan Dika kaget melihat Anisa dengan pakaian yang begitu mini. Anisa langsung menutup pintu dan mengambil selimut di sofa menutupi paha nya.
"Kakak malam-malam ke sini ngapain? kenapa tidak mengabari aku?" ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang.
"Ambil ini dulu." ucap Dika memberikan Paper bag yang begitu banyak kepada Anisa.
"Apa ini?" tanya Anisa.
"Ini adalah barang-barang yang kamu minta." ucap Dika.
"Barang-barang yang aku minta?" ucap Anisa bingung.
__ADS_1
Dia melihat semua isinya dan sangat terkejut ternyata semua yang pernah dia katakan kepada Dika dan benar saja semua nya mahal-mahal.
"Ini Seriusan untuk aku?" tanya Anisa.