Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 38


__ADS_3

Anisa melihat tangan nya.


"Kenapa tidak membiarkan aku mati saja? Kenapa Masih membiarkan aku hidup ucap Anisa. "Tenang mbak, Jangan banyak bergerak dan memikirkan hal yang membuat mbak pusing." ucap dokter.


Anisa menoleh ke arah Dika.


"Apa yang terjadi kepada nya dok?" tanya Anisa.


"Beliau hanya lemas. Mbak tidak perlu khawatir karena kami sudah menyuntikkan vitamin." ucap dokter.


Anisa melihat Dika dengan tatapan yang sangat khawatir sekali.


"Kenapa bapak rela mendonorkan darah kepada ku?" ucap Anisa.


Tidak beberapa lama akhirnya Dika sadar. Dia menoleh ke arah Anisa.


"Bagaimana keadaan bapak?" tanya Isa dengan sangat khawatir..Dika tersenyum tipis.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya, justru sekarang bagaimana keadaan kamu?" tanya Dika.


"Lain kali Bapak tidak perlu melakukan apapun untuk ku, kenapa bapak masih mau menolong dan memperdulikan aku?" tanya Anisa.


Dika berusaha untuk duduk. "Saya ingin kamu menikmati masa depan yang cerah, masih banyak kebahagiaan yang menunggu kamu di masa depan." ucap Dika.


Dika mendekati Anisa.


"Kamu kenapa seperti ini? kenapa kamu melukai diri kamu sendiri?" tanya Dika. "Tidak ada gunanya aku hidup lagi, aku tidak akan bisa mempersatukan orang tua ku lagi, aku tidak memiliki keluarga, aku sendirian tidak ada yang perduli kepada ku." ucap Anisa.


"Siapa bilang tidak ada yang perduli kepada kamu? Lalu saya bagaimana? Apa saya tidak perduli kepada kamu?" tanya Dika.


Anisa menangis. "Jalan satu-satunya adalah sabar. Menerima kenyataan yang ada, belajar mengiklas kan berubah menjadi lebih baik dan berserah diri kepada Allah bukan dengan cara bunuh diri tapi dengan sembahyang berdoa dan meminta kepada Allah." ucap Dika.


"Menyakiti diri sendiri tidak jalan keluar dari masalah. Orang tua kamu tidak akan bersatu kalau kamu meninggal dunia." ucap Dika.


Anisa diam sambil menangis.


"Sudah jangan menangis." ucap Dika menghapus air mata Anisa.


Satu hari di rumah sakit malam nya Anisa sudah boleh pulang.


"Mulai dari hari ini saya akan tinggal di rumah kamu." ucap Dika. "Jangan Pak, aku tidak enak kepada orang yang melihat nya nanti ." ucap Anisa.


"Sampai kamu sembuh total." ucap Dika.. Anisa menganguk.


Setelah beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah. "Kamu duduk di sini, saya akan membuat air hangat." ucap Dika.

__ADS_1


Anisa menganguk. Setelah memberikan air hangat Dika menelpon orang yang khusus membersihkan rumah.


Setelah rumah dan kamar bersih Anisa istirahat di kamar.


"Terimakasih banyak yah Pak." ucap Dika kepada jasa tukang bersih-bersih. "Sama-sama Pak." Ucap mereka semua.


"Ini sudah jam delapan malam, Anisa belum Makan siang. Apa sebaiknya aku mencari makanan di luar saja?" batin Dika.


"Anisa waktu nya makan malam." ucap Dika masuk ke kamar. Namun dia melihat Anisa rebahan seperti menahan sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Dika menunjuk kan wajah yang sangat khawatir sekali.


"Kepala ku sangat pusing Pak." ucap Anisa.


"Karena telat makan, kamu makan dulu yah." ucap Dika.. Anisa menggeleng kan kepala nya.


Dika memijit-mijit kepala Anisa agar lebih rileks. Anisa menatap wajah Dika.


"Ini bisa membuat kepala kamu sedikit lebih ringan. Sedikit sakit.." ucap Dika. Anisa menahan sakit nya dan memeluk pinggang Dika yang duduk tidak jauh dari nya.


Dika sempat kaget namun dia berusaha untuk biasa saja.


"Sangat lega sekali." ucap Anisa dalam hati.


"Sudah lebih baik bukan? Ayo saya suapin makan." ucap Dika..Dia Membuat bantal di belakang Anisa.


"Apa Bapak sudah Makan?" tanya Anisa. "Jangan pikirkan saya, saya sehat, saya juga bisa makan sendiri." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Bapak bisa tidak menjawab nya dengan benar?" tanya Anisa kesal. Dika menghela nafas panjang.


"Saya belum makan." jawab Dika. "Sebaik nya bapak makan juga.. Bapak harus menjaga pola makan." ucap Anisa.


"Setelah kamu selesai makan, saya juga makan." ucap Dika.


"Aku bisa Makan sendiri, bapak juga makan lah." ucap Anisa. akhirnya mereka makan berdua.


"Waktu nya untuk tidur.." ucap Dika setelah selesai makan, minum obat, menonton TV sebentar.


Anisa berbaring dika membantu menyelimuti Anisa.."Kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa memanggil saya di lantai bawah." ucap Dika.


Saat Dika mau pergi tangan nya di tahan oleh Anisa.


"Ada apa?" tanya Dika kaget.


"Boleh kah malam ini bapak tidur di sini?" tanya Tania.

__ADS_1


"Humm boleh." ucap Dika langsung mengambil bantal dan tidur di sofa.


Anisa menoleh ke arah Dika.


Dika tidur langsung di sofa karena badan nya sudah benar-benar sangat Lelah sekali.. Mata nya juga sangat mengantuk sekali.


"Pak Dika... Apa Bapak sudah tidur?" tanya Anisa.


"Hummm?" jawab Dika.


"aku tidak bisa tidur sama sekali, apa aku boleh minta tolong hidup kan tv lagi. Seperti nya remote ini rusak.." ucap Anisa.


"Ini sudah tidur, waktu nya tidur Anisa." ucap Dika dengan sangat lemas. Anisa menoleh ke arah Dika.


"Seperti nya dia sudah sangat mengantuk, sebaik nya aku jangan mengganggu nya." ucap Anisa mau turun ke bawah namun Dika langsung bangun.


"Kamu mau kemana? Kamu belum boleh banyak bergerak." ucap Dika.


"] Menghidupkan TV, aku minta tolong kepada bapak namun tidak mau." ucap Anisa.


"Baiklah saya akan menghidupkan nya, kamu boleh tidur lagi." ucap Dika.. Setelah menghidupkan TV Dika tidak sadar malah tidur di samping Anisa.


"Pak Dika! Kenapa tidur di sini?" tanya Anisa. Namun dika sudah tidak merespon nya lagi.


Sudah lelah menonton akhirnya dia ketiduran lupa mematikan TV sampai pagi nya.


Dika melihat TV hidup, dia langsung mematikan nya.


Melihat Anisa tidur dengan sangat lelap dia tidak tega untuk membangun kan nya.. Dika berjalan ke kamar mandi tidak beberapa lama kembali dan mengambil sarung dari tas baju nya dan sholat.


Anisa terbangun karena mendengar suara Dika yang mengucapkan surat-surat pendek yang sangat masuk ke ke telinga.


Perlahan Anisa membuka mata nya.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Dika kepada Anisa.


"Bapak tau Kalau kalau aku sudah bangun?" tanya Anisa.


"Saya bisa menyadari nya, kamu hari ini Masuk sekolah tidak? Kalau begitu kamu harus memberikan surat ijin agar tidak ada yang marah dan cemburu." ucap Dika.


"Bapak yang bawa ke sekolah yahe." ucap Anisa.


"Kamu selalu saja merepotkan saya tampa henti" ucap Dika."Aku mohon pak." ucap Anisa.


"Apa kamu tidak apa-apa tinggal di rumah Sendiri?" tanya Dika..Anisa menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Bapak tidak perlu khawatir." ucap Anisa..Dika siap-siap mau berangkat ke ke sekolah sementara Anisa melanjutkan tidur nya agar dia cepat sehat.


"Saya berangkat dulu." ucap Dika. Dika berangkat ke sekolah meninggalkan Anisa.


__ADS_2