Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 52


__ADS_3

"Aku sarapan di kantin saja." ucap Anisa.


"Loh kenapa? Ini sudah di masakin sama pak Dika." ucap Putri.


"Aku tunggu kamu di mobil." ucap Anisa.


Putri terdiam sejenak. "Aneh banget sih." ucap Putri.


"Sudah jangan perduli kan dia, kamu makan saja dan habis kan." ucap Dika. Putri Menganguk.


Setelah itu mereka berangkat ke sekolah. Tampa mengatakan apapun Anisa mengeluarkan mobil dan pergi bersama Putri.


Dika menghela nafas panjang. Dia menutup pintu rumah, mengunci gerbang baru pergi.


"Anisa benar-benar marah kepada ku, entah apa yang sudah aku lakukan." batin Dika.


"Kamu kenapa sih Anisa? Dari tadi aku memerhatikan kamu kebanyakan diam." ucap Putri kepada Anisa.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya memikirkan pelajaran saja." ucap Anisa. Putri menatap wajah Anisa.


"Kamu yakin? Dari tadi aku memerhatikan seperti nya kamu marah kepada ku." ucap Putri.


"Kenapa aku marah kepada kamu? Itu tidak lah mungkin." ucap Anisa.


Putri Menghela nafas panjang.


"Kamu tidak bisa membohongi ku, kamu kenapa marah kepada ku? jujur saja." ucap Putri.


"Aku sedang tidak ingin berbicara, aku tidak marah." ucap Anisa.


Putri menghela nafas panjang.."Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Putri. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sekolah.


Dika juga sama-sama sampai di sekolah.


"Selamat pagi pak." Rida langsung menghampiri Dika. Anisa melihat nya sekilas namun dia langsung pergi, putri langsung mengikuti nya.


"Tunggu Anisa.. Kenapa kamu berjalan sangat terburu-buru" tanya Putri.."Aku mau ke kantin,. sebaiknya kamu ke kelas duluan." ucap Anisa.


Putri berhenti membiarkan Anisa berjalan sendirian ke kantin.


"Aku harus lebih sabar lagi menghadapi sifat Anisa yang sering berubah-ubah." ucap Putri.


"Anisa mau kemana?" tanya Dika. Putri terkejut karena Dika berdiri di samping nya Tampa dia tau.


"Ya ampun pak, kenapa Bapak harus mengejutkan saya seperti itu." ucap Putri. "Saya minta maaf, saya tidak sengaja." ucap Dika.


"Anisa mau ke kantin Pak.. Seperti nya dia marah kepada saya." ucap Putri.


"Marah karena apa?" tanya Dika.


"Saya juga kurang tau Pak, semenjak sarapan tadi dia terlihat sangat cemberut kepada saya." ucap Putri..


"Saya juga tidak tau kenapa dia tiba-tiba marah kepada saya." ucap Dika.

__ADS_1


Putri dan Dika memasang wajah bingung.


"Ah sudahlah pak, nanti juga dia baik sendiri.. Mungkin dia lagi dapet." ucap Putri.


"Dapet? Apa maksud kamu?" tanya Dika.


"Menstruasi Pak, biasa nya kalau lagi dapet dia akan berubah-ubah dan lebih gampang marah." ucap Putri.


"Oohhh." jawab Dika mengangguk seakan mengerti dengan apa yang di katakan oleh Putri.


"Ya udah kalau begitu saya ke kelas dulu yah pak." ucap Putri.


Pelajaran hari ini sangat cepat selesai karena hari Sabtu.


"Anisa..." Panggil Dika memanggil Anisa yang berjalan ke arah perpustakaan namun ternyata langsung duluan Arya yang datang dari lain arah.


"Kamu mau kemana? Apa mau pulang barengan sama aku?" tanya Arya.


"Aku mau ke perpustakaan." ucap Anisa.


"Kamu mau ke perpustakaan ngapain?" tanya Arya kepada Anisa.


"Aku mau belajar." jawab Anisa dengan singkat.


"Tumben-tumbenan banget sih? Ini sudah hari Sabtu, kita sesekali jalan-jalan keluar." ucap Arya.


"Maafin aku yah, aku tidak mood untuk keluar. Aku mau belajar saja persiapan untuk ujian." ucap Anisa.


"Kamu pulang saja, kamu juga harus memiliki waktu bermain dengan teman-teman kamu, karena akhir-akhir ini kamu sering bersama kamu." ucap Anisa.


"Apa kamu yakin?" tanya Arya, Anisa menganguk.


"Lagian aku mau belajar sendiri." ucap Anisa.


"Ya udah, aku pulang dulu yah." ucap Arya. Anisa menganguk.


Setelah Arya pergi, Dika langsung menyusul Anisa.


"Kenapa kamu tidak langsung pulang saja?" tanya Dika.


Anisa melihat ke arah Dika.


"Hufff bapak ngapain sih di sini? Bapak saja yang pulang." ucap Anisa.


"Kamu ngapain di sini sendirian? semua sudah pada pulang." ucap Dika. "Kalau bapak mau pulang, pulang saja." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Kamu pulang, kamu kurang istirahat sampai Wajah kamu terlihat sangat murung seperti itu." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya..


"Aku malas pulang, aku tidak ingin pulang." ucap Anisa.


"Sekolah Akan di tutup sebentar lagi, sebaiknya kamu pulang saja." ucap Dika.

__ADS_1


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Ayo kita pulang." ucap Dika menarik tangan Anisa.


"Kenapa bapak memaksa aku? Kenapa bapak tua tidak mengantarkan Rida saja pulang?" ucap Anisa.


"Maksud kamu apa? Saya perduli kepada kamu." ucap Dika.


Anisa menepis tangan Dika, namun Dika malah mengangkat badan Anisa.


"Aaaa turun kan saya pak." ucap Anisa.


"Iyah-iyah, aku akan pulang. Sekarang turun kan aku." ucap Anisa.. Akhirnya Dika menurunkan Anisa.


"Kamu sangat keras kepala sekali." ucap Dika, Anisa memasang wajah kesal.


"Kamu cemburu yah kepada Rida?" tanya Dika.. Anisa menatap Dika.


"Ngapain aku cemburu kepada Rida?" ucap Anisa.


"Kalau kamu tidak cemburu lalu kenapa kamu marah seperti ini kepada saya?" tanya Dika. Anisa terdiam.


"Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Rida, saya menerima makanan dari dia karena menghargai dia." ucap Dika.


Anisa Diam, Dika memegang tangan Anisa.


"Kamu jangan marah kepada saya seperti ini, saya benar-benar tidak memiliki hubungan apapun dengan Rida, bahkan saya tidak memiliki perasaan kepada dia." ucap Dika.


Anisa menatap wajah Dika. "Kalau pun saya mengantar kan dia pulang hanya karena dia meminta tolong saja." ucap Dika.


Anisa mau pergi namun di tahan oleh Dika.


"Saya menyukai kamu, bukan Rida atau pun orang lain. Yang kamu bilang Selama ini kekasih saya, itu tidak lah benar, mereka hanya teman akrab saja." ucap Dika.


Anisa langsung melepaskan tangan Dika.. Dia terkejut dengan kata-kata Dika.


"Bagaimana bisa bapak mengatakan hal seperti itu kepada anak didik bapak sendiri?" ucap Anisa.


"Saya tidak bisa lagi membohongi perasaan saya sendiri. Saya harus jujur kepada kamu." ucap Dika.


"Tidak mungkin bapak menyukai anak SMA seperti aku, tidak mungkin." ucap Anisa.


"Kamu bisa tidak percaya kepada saya, tapi ijinkan saya untuk mengejar kamu." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak Pak! Bapak hanya menjadikan aku pelampiasan atau hanya mainan saja." ucap Anisa.


"Setelah Bapak mendapatkan apa yang bapak mau, mungkin bapak akan pergi begitu saja." ucap Anisa.


"Saya akan membuktikan yang sebenarnya kepada kamu, mana mungkin saya melakukan hal seperti itu kepada wanita yang sudah lama saya ingin kan." ucap Dika.


"Maksud bapak apa?" tanya Anisa. "Saya menyukai kamu dari awal kita bertemu, saya perhatian dan semua yang saya lakukan karena saya menyukai kamu." ucap Dika.

__ADS_1


__ADS_2