
"Baiklah-baiklah, aku Akan membawa nya masuk ke dalam." ucap Anisa. Dia mengambil martabak itu dan langsung masuk ke dalam rumah Tampa mengucapkan terimakasih kepada Dika.
Dika menghela nafas panjang. "Bagaimana lagi saya harus mengajari kamu untuk berbicara dengan Sopan, baik dan bisa menghargai orang lain." batin Dika.
karena sudah malam dia tidak bisa lama-lama di sana, dia harus pulang ke apartemen nya.
Di kamar Anisa tidak sabar membuka kotak dari kekasihnya yang sudah di rindu kan oleh nya.
Setelah di buka yang pertama adalah Surat.
"Kamu apa kabar? Maafin aku yah tidak memberi kan kabar sama kamu. Aku takut kalau itu akan membuat aku semakin Merindukan kamu.
"Ini ada Hadiah untuk kamu. Aku sengaja meminta tolong kepada Dika agar menyampaikan nya langsung kepada kamu. Aku tidak bisa menghubungi kamu karena aku harus fokus bekerja di sini.
"Kamu jaga diri baik-baik yah, setelah semua nya selesai aku akan pulang.
Anisa membuka isi kotak itu ternyata isi nya adalah kado.
Anisa melihat boneka-boneka yang sangat banyak pemberian Candra.
"Aku pasti bisa." ucap Anisa dia memeluk boneka yang baru itu.
Dia mengantuk setelah memeluk dan mencium boneka itu namun dia tidak nyaman karena perut nya sangat lapar.
"Huff kenapa harus lapar tengah malam sih?" ucap Anisa sambil bangun dari tempat tidur nya.
Anisa melihat martabat yang di atas meja. Dia memang tidak suka dengan martabak, namun karena lapar dan malas turun ke bawah akhirnya dia memakan Martabak itu.
"Humm lumayan enak juga." ucap Anisa. Dia suka sampai menghabis kan setengah Martabak itu.
Keesokan harinya..
Dika yang berdiri di depan kelas menghela nafas beberapa kali karena sudah berbaris namun Anisa tak kunjung datang.
Setelah selesai berbaris baru dia datang.
"Lihat ini sudah jam berapa? Apa kamu tidak memiliki jam?" tanya Dika kepada Anisa.
"Saya telat bangun Pak." ucap Anisa. "Saya akan memberikan hukuman kepada kamu." ucap Dika.
"Jangan dong pak, lagian saya Telat karena bapak datang ke rumah." ucap Anisa.
"Kamu sendiri kenapa tidak bangun pagi. Kamu harus membersihkan kelas sendirian setelah pulang sekolah." ucap Dika.
Anak-anak kelas itu sangat senang sekali karena mereka tidak perlu kecapean lagi untuk membersihkan kelas nanti sore.
__ADS_1
Anisa hanya bisa pasrah. Kalau dia melawan Dika akan sangat kesal.
Jam pelajaran di mulai. Namun Anisa tiba-tiba kaget melihat Mamah nya ada di sekolah nya.
"Permisi Pak..." Ucap Bu Lala. Pak Dika menoleh ke arah Bu Lala.
"Kalian kerjakan saja, Bapak kekantor dulu." ucap Dika. Anisa sudah sangat panik.
"Tumben-tumbenan Mamah kamu datang ke sekolah Anisa, ada apa?" tanya Putri.
"Aku juga tidak tau, aku tidak tau kalau Mamah akan datang." ucap Anisa.
Anisa sudah tidak bisa fokus kepada pelajaran nya dia sangat mengkhawatirkan mamah nya tau tentang dia.
Sampai pulang sekolah Anisa memeriksa Ponsel nya. Ada pesan masuk dari Mamah nya.
"Mamah ingin berbicara dengan kamu, kamu membuat mamah benar-benar kecewa sekali!" ucap mamah di pesan.
Anisa terdiam, dia tidak membalas pesan Mamah nya.
"Aku yakin ini pasti karena pak Dika." ucap Anisa. Tidak beberapa lama Putri datang.
"Anisa ATM kamu tidak bisa di gunakan." ucap Putri. karena Anisa meminta putri mengambil uang nya agar bisa membayar orang Menganti kan dia bersih-bersih.
"Pasti Mamah sudah memblokir ATM ku." ucap Anisa.
"Anisa aku bantuin kamu bersih-bersih yah." ucap Arya yang baru saja datang entah dari mana.
"Jangan ada yang membantu dia satu pun. Kamu sebaiknya pulang." ucap Dika kepada Arya.
"Tapi saya ingin membantu Anisa Pak, kasihan dia sendirian." ucap Arya.
"Ini sudah hukuman untuk dia." ucap Dika. "Sudah tidak apa-apa, kalian pulang saja Duluan." ucap Anisa.
Akhirnya mereka pergi. Anisa menatap Dika.
"Ini semua karena bapak! Bapak kan yang mengadukan semua nya kepada orang tua saya?" ucap Anisa melemparkan semua kartu nya kepada Dika.
Dika diam. "Aku sangat membencinya bapak!" ucap Anisa dengan sangat marah.
Dika menghela nafas panjang dia mengumpulkan semua barang-barang Anisa.
Waktu nya pulang ke rumah.. Anisa memasuk kan mobil ke halaman rumah nya. Dia sudah sangat deg-degan sekali.
"Anisa Mamah mau bicara dulu sama kamu." ucap Mamah nya. Sementara Anisa berharap bisa lolos ke kamar nya namun ternyata tidak.
__ADS_1
"Iyah Mah." jawab Anisa.
"Sekarang kasih tau sama Mamah kenapa nilai kamu seperti ini?" ucap mamah nya menunjuk kan kertas yang ada di atas Meja.
Anisa mendekati Mamah nya.
Anisa melihat kertas itu. Nilai nya sama sekali tidak ada yang bagus.
"Kenapa kamu diam?" tanya mamah nya.
"Maafin aku mah." ucap Anisa. Mamah nya menghela nafas panjang.
"Mamah tidak habis pikir apa yang kamu lakukan, kamu benar-benar yah! Mamah akan memberi tahu kepada papah mu!" ucap mamah nya.
"Jangan Mah, aku mohon." ucap Anisa.
"Sebentar lagi kamu akan ujian, kalau nilai kamu seperti ini bagaimana bisa kamu bisa naik kelas?" ucap Bu Lala.
"Kenapa baru sekarang mamah perduli kepada ku? kenapa tidak dari dulu? Dan sekarang Mamah malah memblokir ATM ku!" ucap Anisa.
"Selama ini kamu bertingkah sesuka kamu di belakang mamah. Sekarang kamu tidak bisa seperti itu lagi karena Mamah harus memantau kamu dan mencari Guru private untuk kamu." ucap Bu Lala.
"Aku gak mau mah, aku sudah pusing memikirkan tugas di sekolah, di tambah lagi harus tambah belajar dengan guru Private." ucap Anisa.
"Tidak ada penolakan, Papah kamu sebentar lagi akan pulang." ucap Bu Lala.
"Pokoknya aku gak mau, aku juga tidak mau sekolah." ucap Anisa.
"Anisa jaga mulut mu!" ucap Bu Lala marah. Anisa yang di marahin langsung terdiam, dia langsung takut.
"Mamah benar-benar tidak berfikir kalau kamu seperti ini!" ucap Mamah nya kecewa langsung pergi meninggalkan Anisa.
Anisa duduk di sofa. "Ini semua karena pak Dika. Dia benar-benar sangat menyebalkan sekali." ucap Anisa sangat marah kepada pak Dika.
Keesokan harinya..
"Mulai hari ini supir akan mengantar jemput kamu ke sekolah." ucap mamah nya mengambil kunci mobil dan juga kunci mobil Candra.
"Ini mobil Candra mah. Aku tidak mau di antar oleh supir." ucap Anisa.
"Oh iya uang jajan kamu hanya lima puluh ribu satu hari." ucap Mamah nya sambil memberi kan uang cash.
"Lima puluh? Mana cukup mah, di kantin untuk beli makan saja kurang." ucap Anisa.
"Kalau kamu tidak mau tidak apa-apa." ucap Bu Lala mau mengambil lagi namun langsung di kantongi oleh Anisa.
__ADS_1