Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 176


__ADS_3

Anisa mengikuti nya ke teras belakang.


"Kenapa kak?" tanya Anisa. Dika menoleh ke arah Anisa.


"Saya merasa Lita sudah mencuci pikiran Boni sehingga membuat Boni terus memikirkan dia." ucap Dika.


"Ssttt!!! Jangan berbicara seperti itu. Tidak mungkin." ucap Anisa. Dika memasang wajah sedih.


"Saya sangat menyesal tidak mengakui nya lebih awal." ucap Dika.


"Tidak apa-apa kak, Lagian kakak Masih bisa bertemu dengan Boni, kelihatan nya mantan istri kakak tidak melarang nya." ucap Anisa.


"Saya ingin Boni tinggal selama nya bersama saya." ucap Dika.


"Mungkin belum waktunya kak, Sabar kak, lagian Boni dan Mamah nya kelihatan nyaman. Dan Mbak Lita sangat sayang kepada Boni." ucap Anisa.


"Itu bohong! Itu hanya palsu.. kalau dia menyanyangi Boni tidak mungkin dia membuang anak nya!" ucap Dika. Anisa bingung harus mengatakan apa lagi kepada Dika agar bisa lebih tenang.


Satu hari Boni di rumah Anisa bersama Dika. Anisa bisa melihat kalau Dika lebih bahagia sekali.


Anisa memilih untuk ke kamar nya mengerjakan Tugas dan menyiapkan baju sekolah nya besok.


Sementara di luar lagi asik main-main tiba-tiba Papah nya Anisa datang. Dia mengetuk pintu.


"Sebentar yah, papah buka pintu dulu, kamu lanjut saja main nya." ucap Dika kepada Boni.


Boni mengangguk.


"Siapa yang datang bertamu sore-sore seperti ini?" ucap Dika sambil membuka pintu.


Dika membuka pintu dan sangat kaget melihat ternyata papah Anisa.


"Om." ucap Dika.


"Kamu di sini? Anak saya di mana?" tanya papah Anisa.


"Siapa yang datang kak?" tanya Anisa menyusul ke pintu depan dan ternyata itu adalah Papah nya.


Dika dan Boni lanjut bermain sementara Anisa dan Papah nya duduk di ruang tamu.


"Papah datang ke sini mau melihat keadaan kamu, bagaimana kabar kamu?" tanya papah nya.


"Seperti yang papah lihat sekarang aku baik-baik saja Tampa papah dan Mamah." ucap Anisa.


Papah nya seketika langsung terdiam.


"Papah ke sini sudah ijin sama istri Papah? Aku takut dia akan marah kepada Papah karena datang melihat ku " ucap Anisa.


Papahnya menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Papah tadi pulang dari kantor jadi sekalian mampir ke sini." ucap papah nya.


"Oohh." ucap Anisa.


"Kamu dengan Guru kamu kelihatan nya sangat dekat, apa benar kamu pacaran dengan guru kamu?" tanya Papah nya sambil melihat ke arah Dika dan Boni.


"Aku yakin papah tau dari kak Marsel kan? Kalau papah mau marah silahkan..Aku sudah siap." ucap Anisa.


papah nya menghela nafas panjang.


"Kenapa sih kamu selalu menganggap Papah Akan marah kepada kamu?" ucap papah nya.


"Bukan nya Papah sama Mamah marah kepada ku itu sebabnya kalian meninggalkan aku?" tanya Anisa.


Papah Anisa terdiam. Mereka berdua sama-sama diam. Dika melihat Itu hanya bisa diam.


"Itu papah nya Tante Anisa yah pah?" tanya Boni. Dika menganguk.


"Kenapa kelihatan nya Tante Anisa Dan juga sangat sedih? Apa mereka baru bertemu sama seperti aku dengan papah?" tanya Boni.


Dika tersenyum sambil mengangguk. Boni langsung memeluk Dika. "Aku sangat senang bertemu dengan papah dan mamah lagi, aku tidak mau berpisah dengan kalian lagi." ucap Boni.


"Papah juga sangat senang sayang." ucap Dika. Dia mencium Boni.


"Papah tidak Akan marah kalau kamu berpacaran dengan siapapun, papah tidak pernah melarang nya asal kan kamu jaga diri baik-baik." ucap papah nya.


"Bukan karena jabatan atau gelar. Papah tau semenjak bersama Dika kamu banyak berubah." ucap papah nya.


Anisa mengangkat kepalanya dia menatap wajah papah nya.


"Maafin papah yah, papah Gagal menjadi Ayah yang baik untuk kamu, papah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu." ucap papah nya.


"Jadi papah tidak marah?" ucap Anisa. Papah nya Menggeleng kan kepala nya.


"Untuk apa papah marah? Kamu yang tau apa yang kamu inginkan. Papah hanya bisa mendukung kamu dari belakang." ucap papah nya.


"Tapi kak Dika sudah memiliki anak." ucap Anisa. "Iyah papah tau itu, kak Marsel menceritakan semua nya. Walaupun masa lalu Dika cukup buruk tapi Papah yakin dia bisa menjaga kamu." ucap papah nya.


Anisa tersenyum dia langsung memeluk papah nya. "Terimakasih banyak pah." ucap Anisa memeluk papah nya dengan sangat erat.


Boni dan Dika melihat itu ikut senang juga.


Dika dan Boni bergabung dengan mereka. "Apa kamu pacar anak saya?"


Dika menoleh ke arah Anisa.


"Jawab saya dengan jujur!" ucap Papah nya Anisa.


"Iyah Pak, saya pacar Anisa." ucap Dika dengan sangat tegas membuat Anisa tersenyum sedikit karena wajah nya jadi terlihat sangat gugup.

__ADS_1


"Apa kamu serius dengan anak saya?" tanya Papah nya Anisa. "Saya serius Pak." jawab Dika.


"Kalau begitu segera lamar dia dan setelah dia lulus kalau kalian mau menikah, menikah lah segera." ucap papah Anisa.


Dika menatap papah Anisa.


"Bapak serius?" tanya Dika. Papah nya Anisa mengangguk.


"Baik pak, kami akan segera membicarakan ini dengan Anisa." ucap Dika. papah Anisa tersenyum.


"Tidak semudah itu Pah, aku tidak ingin acara nya di rumah Papah." ucap Anisa.


Papah nya menoleh ke arah Anisa.


"Kenapa tidak? kamu adalah anak papah, Dika harus melamar kamu di rumah papah." ucap papah nya.


"Tapi..."


"Kamu tidak perlu menghiraukan Istri papah," ucap papah nya.


Anisa tersenyum dia merasa senang ketika dia di bela dan di anggap seperti itu.


"Papah tidak bisa lama-lama di sini, nanti keburu malam perjalanan papah masih jauh." ucap papah Anisa.


Akhirnya dia pergi meninggalkan rumah anak nya itu.


Anisa menoleh ke arah Dika..Dia langsung melompat ke pelukan Dika. "Akhirnya kak, aku tidak perlu menutupi hubungan ini dari keluarga ku." ucap Anisa.


Dika tersenyum mereka berciuman.. Boni langsung pergi meninggalkan mereka.


"Saya juga ikut senang." ucap Dika. Anisa tersenyum.


"Ini giliran kakak berbicara kepada orang tua kakak." ucap Anisa. Dika menurun kan Anisa.


"Percaya deh sama aku semua nya akan baik-baik saja." ucap Dika.


Anisa tersenyum. Melihat senyuman Anisa Dika juga ikut tersenyum.


"Baiklah saya akan mencoba nya demi hubungan kita." ucap Dika. Anisa tersenyum.


"Loh Boni tadi kemana?" tanya Anisa karena tidak melihat Boni di sana.


"Mungkin sudah ke kamar." ucap Dika.


"Oohh." ucap Anisa.


"Saya akan memeriksa nya." ucap Dika. Anisa mengangguk.


Anisa tadi mau melanjutkan tugas nya di bawah agar bisa melihat Dika dan Boni eh ternyata Papah nya datang.

__ADS_1


__ADS_2