
"Kalau kamu merasakan Masakan Mamah saya, kamu pasti ketagihan." ucap Dika. Anisa paksa makan akhirnya dia makan.
"Enak tidak?" ucap Dika. Anisa hanya diam. Dika menyuapi lagi.
"Walaupun sangat menakutkan tapi masakan nya sangat enak sekali." ucap Anisa dalam hati. Akhirnya dia menghabis kan makanan itu sendiri Tampa di suapin oleh Dika.
Dika melihat itu tersenyum.
"Kamu makan lah, saya akan mandi dulu." ucap Dika.. Anisa hanya diam saja, dia melihat Dika masuk ke kamar nya.
Tidak beberapa lama Dika keluar dari kamar nya.
"Saya akan mengantarkan kamu pulang." ucap Dika.
"Bapak mengusir saya dari sini?" ucap Anisa. Dika menatap Anisa.
"Saya tidak mengusir kamu, tapi saya mau mengantar kan kamu pulang. Lagian besok hari Senin, kamu tidak membawa pakaian." ucap Dika.
Anisa baru ingat. "Kita belajar di rumah kamu saja." ucap Dika. Anisa mengikuti Dika keluar.
Sesampainya di rumah Anisa mereka masuk.
"Aku mandi dulu." ucap Anisa. Dika menganguk membiarkan Anisa mandi, sementara Dika duduk di ruang tamu sambil membuat laptop nya.
Tidak beberapa lama Anisa keluar dari kamar nya membawa buku-buku dan meletakkan di depan Dika.
Dika memerhatikan baju Anisa yang terlalu pendek.
"Kenapa kamu memakai pakaian yang pendek? malam Ini sangat dingin." ucap Dika.
"Aku sudah terbiasa." ucap Anisa duduk di depan Dika.
"Wangi sekali." batin Dika sampai dia merasa gugup sekali.
Anisa belajar dengan sangat fokus sekali namun Dika tidak bisa karena memerhatikan Anisa yang sangat cantik.
"Kalau Bapak sudah lelah atau mengganti Bapak bisa pulang." ucap Anisa. "Saya akan menunggu sampai selesai." ucap Dika.
"Tapi Bapak pasti kelelahan. Mungkin bapak mau saling berbalas pesan dengan kekasih Bapak." ucap Anisa.
Dika Menatap Anisa.
"Dari tadi kamu tidak berhenti menyindir saya dengan Gisel, kamu cemburu?" ucap Dika.
"Iyah, aku cemburu." ucap Anisa. Dika terdiam menatap Anisa..
"Ma-maksud ku bukan seperti itu, aku hanya kesal kepada dia yang Terus memaksa Bapak untuk menemui dia." ucap Anisa.
"Loh kamu tau dari mana?" tanya Dika. Anisa semakin gugup, dia bingung harus mengatakan apa lagi.
__ADS_1
"Jawab! Kamu tau dari mana itu?" tanya Dika.
"Aku tidak sengaja melihat pesan di ponsel Bapak." ucap Anisa.
"Ponsel saya?" ucap Dika.
Anisa menganguk.
"Sudah kamu jujur saja, kamu mulai menyukai saya bukan?" ucap Dika.
"Tidak mungkin aku suka sama laki-laki yang sudah berumur dan juga tidak cukup dengan satu perempuan." ucap Anisa.
Dika tersenyum dia mendekati Anisa.
"Apa yang mau Bapak lakukan?" ucap Anisa. Dika meletakkan tangan nya di pinggang Anisa.
"Kamu jujur saja kalau sebenarnya kamu cemburu kan? Tidak mungkin kamu marah saya dekat dengan Gisel kalau kamu tidak suka kepada saya." ucap Dika.
"Tidak!!" ucap Anisa mendorong Dika karena dia sudah bersandar ke sofa. Namun Dika tidak kunjung minggir dari atas nya.
"kalau kamu jujur dan mau menjadi kekasih saya. Saya akan menjauhi Gisel dan juga saya akan setia kepada kamu." ucap Dika.
"Aku tidak menyukai Bapak! Terserah saja Bapak mau dekat dengan siapa pun aku tidak akan perduli." ucap Anisa.
"Kamu yakin tidak menyukai saya?" tanya Dika.
"Satu lagi jangan pernah berharap aku mau pacaran dengan Bapak karena itu tidak akan lah mungkin." ucap Anisa.
"Satu hal yang harus Bapak tau, Pria seperti Bapak bukan kah tipe ku, laki-laki yang selalu menggonta-ganti pasangan, menyatakan perasaan dan juga mencium perempuan mana pun sembarangan." ucap Anisa.
"Oke baiklah kalau begitu." ucap Dika minggir dari Anisa.
"Semoga kamu tidak menyesal." ucap Dika dengan wajah yang sangat kecewa mendengar kata-kata Anisa.
Tiba-tiba telpon masuk dari Gisel ke ponsel Dika.
"Halo..." ucap Dika.
"Halo.. Kamu lagi di mana? Kamu belum tidur kan?" tanya Gisel.
"Belum. Ada apa?" tanya Dika. "Aku mau di temanin tidur, aku tidak bisa tidur." ucap Gisel dengan nada manja. Dika sengaja menguatkan suara nya agar Anisa mendengar nya.
"Baiklah kalau begitu nanti aku hubungi lagi yah, sekarang aku di luar." ucap Dika.
"Baiklah. Aku tunggu yah." ucap Gisel..Anisa yang mendengar itu memasang wajah kesal namun tidak terlalu di tunjuk kan.
"Ini sudah selesai jam les nya, saya permisi pulang." ucap Dika menepuk kepala Anisa dan pergi.
Anisa melihat Dika pergi. "Dengan apa dia pulang?" ucap Anisa khawatir karena tidak membawa kunci mobil nya.
__ADS_1
Anisa hendak mengejar keluar namun ternyata sudah ada mobil mewah yang tidak asing bagi Anisa.
"Tidak hanya sekali aku melihat mobil itu, kira-kira itu mobil Siapa yah?" ucap Anisa.
"Ah sudahlah aku tidak perduli." ucap Anisa.
Keesokan harinya. Anisa mau mengembalikan laptop Dika yang ketinggiannya karena masih di pakai oleh nya.
Namun ternyata di kantor Dika tidak sendirian melainkan bersama Rida. Mereka tertawa dan belajar bersama.
"Ada apa?" tanya Dika karena melihat Anisa yang berdiri diam di pintu. "Aku mau mengembalikan laptop Bapak." ucap Anisa meletakkan di atas meja dan langsung pergi sementara Dika masih fokus berbincang-bincang dengan Rida masalah belajar.
Anisa duduk di kursi nya. Putri baru saja datang.
"Bagaimana tugas kamu sudah selesai?" tanya Putri. Namun Anisa tidak menjawab.
"Anisa! Kamu tidak mendengar aku?" tanya Putri.
"Eh, Iyah ada apa Putri?" tanya Anisa.
"Kamu udah selesai belum tugas nya?" tanya Putri.
"Tugas yang kemarin yah? Udah selesai kok. Kalau kamu mau lihat, nih." ucap Anisa.
"Aku hanya bertanya saja, aku takut kamu belum menyelesaikan nya." ucap Putri.
"Kamu lagi memikirkan apa Sih? Kelihatan nya kamu sangat sedih." ucap Putri.
"Humm kamu pernah merasakan rasa cemburu gak Sih?" tanya Anisa. "Cemburu? aku pernah sih cemburu." ucap Putri.
"Kalau cemburu itu Artinya apa?" tanya Anisa.
"Kalau cemburu itu artinya kita menyukai pria itu, kita tidak ingin dia dekat dengan orang lain." ucap Putri.
"Suka?" ucap Anisa. Putri Menganguk.
"Kamu cemburu terhadap Arya yah?" ucap Putri. Anisa terkejut karena Putri mengira Arya, dia berfikir kalau Putri akan menebak Dika.
"Enggak kok, aku hanya ingin bertanya aja." ucap Anisa.
"Humm kalau kamu suka sama seseorang langsung Jujur saja, jangan sampai berujung penyesalan sama seperti aku." ucap Putri.
"Masa iya perempuan yang mengakui duluan? malu dong." ucap Anisa kepada Putri.
"Iyah sih, tapi mau bagaimana lagi.. Dari pada berujung penasaran dan akhirnya terpendam semua nya sia-sia." ucap Putri.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak menyukai siapapun, aku hanya penasaran saja kok." ucap Anisa.
"Tidak mungkin lah kamu menyukai orang lain, lalu bagaimana engkau Candra." ucap Putri.
__ADS_1