Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 185


__ADS_3

"Kalau awalnya aku tau semua nya seperti ini, aku tidak akan mau ke sini, aku tidak ingin hidup seperti ini. Aku ingin bebas." ucap Tri.


"Aku ingin kembali ke kota ku, kalau bisa memilih aku mau ke rumah tuan Dika saja, aku ingin bekerja dengan tuan dika saja." ucap Tri.


"Saya minta maaf kalau saya melakukan kesalahan yang membuat kamu tidak nyaman, namun saya melakukan ini karena saya ingin kamu bersama saya di sini." ucap Marsel.


Dia menatap wajah Tri.


"Saya mengakui kalau sebenernya saya merasa melihat orang tua saya hidup di badan kamu. Saya sangat nyaman bersama kamu di sini, tidak ada lagi yang saya takutkan, tidak ada yang saya khawatir kan. Rindu saya terhadap orang tua saya sudah terobati." ucap Marsel.


"Kalau bapak menganggap seperti itu, kenapa bapak harus seperti ini kepada aku? Bapak tidak membiarkan aku tinggal dengan nyaman." ucap Tri.


Setelah mengatakan itu tidak banyak percakapan di antara mereka berdua lagi. Tri langsung masuk ke kamar setelah itu dia langsung masuk ke kamar nya.


Marsel hanya diam saja dia tidak berani menegur Tri karena dia juga sudah salah. Mau bagaimana pun dia harus diam dulu agar tidak semakin besar kemarahan Tri kepada nya.


Sementara di tempat lain Putri keluar bersama teman nya untuk jalan-jalan malam, nongkrong di cafe.


"Putri kita duduk di sini saja." ucap teman Putri..


"Baiklah." ucap Putri ikut saja Apa yang di katakan oleh teman nya.


Mereka duduk di kursi yang tidak terlalu ramai.


Baru saja duduk namun tiba-tiba Arya datang juga bersama teman nya.


"Loh bukannya itu Arya?" ucap teman Putri kepada Putri.


Putri menoleh ke arah yang di tunjuk oleh teman nya itu.


"Iyah, kamu benar." ucap Putri.


"Arya!" panggil teman nya.


"Kenapa kamu memanggil nya?" tanya Putri. "Kenapa? Bukan nya bagus kalau kita ramai-ramai? Hanya berdua saja sangat membosankan." ucap teman Putri.


"Arya ke sini! kami ada di sini." ucap teman Putri lagi. Arya dan teman-teman nya melihat putri dan Teman nya.


"Wahh tumben banget Putri dengan teman nya di sini." ucap teman Arya.


"Kalian mau ikut aku ke sana atau tidak?" tanya Arya.


"Mau lah, banyak perempuan nya di sana." ucap teman Arya.


Mereka langsung berjalan ke arah Putri dan Juga teman nya.

__ADS_1


"Tidak biasanya Kalian di sini. Aku kaget melihat ada cewek-cewek cantik." Goda teman nya Arya.


Putri dan teman nya tersenyum. Putri menoleh ke arah Arya. Arya langsung tersenyum.


"Apa kami boleh ikut bergabung? seperti nya tempat di sini jauh lebih nyaman dari pada sebelah sana." ucap teman Arya.


"Boleh-boleh, silahkan." ucap teman Putri. Arya duduk tepat di samping Putri.


."Kalian hanya berdua saja yah?" Tanya Arya.


"Iyah, kami sudah terbiasa kok berdua seperti ini." ucap teman Putri.


"Kamu sudah minum?" tanya Putri kepada Arya karena mereka berdua saja yang diam.


"Kami baru saja memesan nya, apa kamu tidak mau tambah minum atau makanan?" tanya Arya.


"Enggak usah, aku sudah kenyang." ucap Putri.


"Seriusan kamu Kenyang hanya minum Jus saja?" tanya teman Putri. "Kamu mengajak ku keluar karena lapar dan mau makan. Sekarang kamu sudah kenyang saja, sangat lucu sekali." ucap teman nya.


"Huff dia sama sekali tidak bisa mengerti keadaan." ucap Putri dalam hati.


"Ya udah kalau begitu Ayo pesan makanan." ajak Arya langsung pergi.


"Ya udah kalau begitu." ucap Putri dia mengikuti Arya memesan makanan.


Setelah itu mereka kembali membawa makanan untuk teman-teman nya juga.


"Anisa tidak datang? kenapa tidak mengajak nya juga?" tanya Arya.


"Aku tidak yakin dia bisa keluar." ucap Putri.


"Aku yakin dia pasti menghabiskan malam bersama pak Dika ucap teman-teman nya.


"Bisa jadi saja." ucap Arya. Semua nya tertawa.


"Aku dengar Pak Dika tidak di rumah, sebaiknya panggil dia ke sini. Ini tidak terlalu jauh dari rumah nya kok." ucap Arya.


Putri menghubungi nomor Anisa.


Anisa yang tadi nya masih tidur langsung bangun karena telpon dari Putri.


"Halo Putri." ucap Anisa dengan suara yang sangat serak.


"Kamu lagi di mana?" tanya Putri.

__ADS_1


"Aku lagi di rumah, kenapa kamu menelpon ku tengah malam seperti ini, aku sangat mengantuk." ucap Anisa.


"Ini baru jam delapan malam kenapa kamu sangat cepat tidur?" Tanya Putri.


"Jam delapan malam?" ucap Anisa kaget dia langsung melihat jam.


"Ya ampun ternyata aku sudah tidur dari sore tadi, untung saja kamu menelpon ku." ucap Anisa.


"Ya ampun Anisa. Seperti nya kamu sangat mengantuk sehingga tidur begitu lama." ucap Putri.


"Humm kamu benar, aku tidak bisa tidur semalaman dengan nyenyak. Pagi nya aku harus piket dan sangat melelahkan sekali." ucap Anisa.


"Aku menelpon kamu karena mau ngajakin kamu nongkrong." ucap Putri.


"Nongkrong?" ucap Anisa.


"Iyah. Kenapa? Gak bisa yah? apa pak Dika tidak memberikan ijin?" tanya Putri.


"Bukan seperti itu, aku takut kamu terlalu lama menunggu. kak Dika tidak di rumah kok, seperti nya dia belum pulang dari rumah orang tua nya." ucap Anisa.


"Oohh kalau begitu segera lah datang ke sini, Aku akan mengirimkan kan lokasi nya." ucap Putri.


"Kamu yakin mau menunggu ku, aku takut kelamaan." ucap Anisa.


"Gak apa-apa kok, Lagian sendiri di rumah kamu pasti sangat bosan bukan?" ucap Putri. Anisa mengangguk.


"Ya udah deh kalau begitu aku mandi dan segera siap-siap." ucap Anisa.


"Baiklah, aku matikan dulu yah telpon nya." ucap Putri.


Telpon pun sudah mati.


"Bagaimana? Apa kata nya?" tanya teman Putri.


"Dia akan segera ke sini." ucap Putri.. "Bagus deh kalau begitu, dia pasti akan membayar semua tagihan ku " ucap teman Putri.


"Kamu sungguh teman yang tidak baik." ucap Arya kepada teman nya.


Tidak beberapa lama Anisa mau berangkat. Dia melihat rumah nya masih sangat gelap. Dia merasa sepi sekali.


"Huff kak Dika kemana sih? Kenapa dia tidak kunjung mengabari aku?" ucap Anisa.


"Kenapa tidak ada kabar dari dia?" ucap Anisa. Di dalam mobil dia mencoba menelpon Dika namun tidak aktif. "Membuat ku semakin khawatir dan kefikiran saja." ucap Dika.


"Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain bersabar, aku tidak tau apa yang terjadi di rumah nya sehingga kak Dika tidak bisa mengabari aku." ucap Anisa.

__ADS_1


Dia berusaha untuk berfikir positif agar tidak menjadi beban fikiran untuk dia.


__ADS_2