Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 21


__ADS_3

"Jangan keras kepala." ucap Dika memaksa membawa Anisa keluar.


Melihat Dika memaksa Anisa teman-teman nya semua panik. Kalau Candra tau dia pasti akan sangat marah. Namun kalau tidak seperti itu Anisa tidak akan mau pulang ke rumah.


"Masuk!" ucap Dika membuka pintu mobil Candra. Anisa masuk.


Dika mengantarkan Anisa pulang. Sepanjang perjalanan Anisa menangis.


"Kamu bisa diam tidak?" tanya Dika karena sudah muak mendengar tangisan Anisa. "Aku tidak mau berhenti menangis! bapak ngapain di sini?" ucap Anisa.


"Kalau saya tidak mengantarkan kamu pulang, Candra akan marah kepada saya." ucap Dika.


Tidak Beberapa Lama akhirnya sampai.


"Terimakasih sudah mengantar kan saya pulang! Bapak bisa pulang." ucap Anisa mengambil kunci mobil dan masuk ke dalam.


"Hufff.... Dika menghela nafas panjang.


Dika pulang ke apartemen nya namun dia selalu kefikiran Anisa.


"Seperti nya Anisa sangat mencintai Candra. Dia kelihatan sangat sedih ketika berpisah dengan Candra." ucap Dika. Dia melihat foto-foto Candra yang bergonta-ganti pasangan dibelakang Anisa.


"Kenapa Candra begitu tega menghianati Anisa yang sudah sangat tulus kepada nya." batin Dika.


Keesokan harinya...


"Putri.." Panggil Dika. "Iyah pak ada apa?" tanya Putri.


"Apa Anisa sudah sampai di sekolah?" tanya Dika.


"Saya tidak tau Pak." ucap Putri langsung pergi.


Saat mau ke kantin Putri Kaget melihat Anisa duduk di kantin sendirian termenung dan wajah nya terlihat cemberut selalu memerhatikan handphone nya.


"Putri ada apa dengan Anisa? Kenapa tiba-tiba dia jadi seperti ini?" tanya Bibik Fitri kepada Putri.


"Paling Marahan lagi sama cowok nya Bik." ucap Putri.


"Tidak mungkin kalau karena marahan saja. Karena Anisa Anak yang cukup ceria." ucap Bibik Fitri.


Putri juga sadar kalau itu pasti bukan masalah Marahan. Putri mendekati Anisa.


"Anisa..." Panggil putri. Anisa yang melamun tidak sadar dengan kedatangan Putri.


"Kenapa kamu ?" tanya Putri. Anisa tetap tidak sadar.


"Apa kamu tidak mendengar ku?" tanya Putri.

__ADS_1


"Anisa!" panggil putri lagi langsung membuat nya sadar.


"Putri...." Ucap Anisa langsung menangis dan memegang tangan Putri.


Putri semakin bingung. "Ada apa?" tanya Putri.


"Candra berangkat keluar negeri meninggalkan aku. Aku gak tau dia pulang kapan." ucap Anisa.


"Ngapain dia ke keluar negeri?" tanya Putri.


"Membantu keluarga nya, aku tidak bisa jauh-jauh dari Candra." ucap Anisa.


"Oohh.. Kalau seperti itu kamu harus mendukung nya agar lebih semangat dan secepat nya pulang, bukan malah sedih seperti ini." ucap Putri.


"Aku tidak bisa melupakan dia dari pikiran ku Putri. Sampai sekarang dia tak juga memberikan kabar kepada ku." ucap Anisa.


"Mungkin belum sampai, nanti kalau sudah sampai pasti di kabarin." ucap Putri.


"Aku sudah sangat merindukan dia." ucap Anisa sambil menangis.


"Huff apa kamu tidak malu menangis terus? lihat mata kamu sudah bengkak." ucap Putri.


"Dia hanya pacar kamu, bukan orang tua kamu, tidak semestinya kamu memikirkan dia seperti ini." ucap Putri.


"Kamu tidak tau bagaimana aku mencintai dia, aku sangat mencintai dia, dia adalah rumah untuk ku. Tempat ku berkeluh kesah hanya kepada nya.. Hanya dia yang mau menerima semua kekurangan dan kelebihan ku." ucap Anisa.


"Masih ada aku.. Aku ada di sini menemani kamu." ucap Putri.


"Aku bukan marah kepada kamu, aku hanya ingin memberikan pelajaran pada kamu." ucap Putri.


"Pelajaran apa? Kamu tau semenjak kamu tidak mau berteman dengan ku, aku bingung aku gak tau harus bagaimana." ucap Anisa.


"Pelajaran agar kamu bertanggung jawab dengan tugas kamu, bertanggung jawab dengan semua yang kamu lakukan." ucap Putri.


"Maafin aku kalau membuat kamu Sedih." ucap Putri memeluk Anisa.


"Aku yang harus minta maaf sama kamu, tidak seharusnya aku berbicara seperti itu kepada kamu." ucap Anisa.


"Aku hanya ingin kamu berubah menjadi lebih baik lagi." ucap Putri. Anisa menganguk.


"Aku tidak akan mengulangi nya lagi, maafin aku.," ucap Anisa.


"Jangan Sedih lagi. Aku tidak suka melihat teman ku sedih..Kamu adalah wanita yang paling ceria disekolah ini, masa hanya karena laki-laki kamu Malah sedih." ucap Putri.


Dika melihat Anisa tersenyum karena di hibur Putri dia juga ikut tersenyum.


"Bagus deh kalau kamu mau tersenyum." ucap Putri.

__ADS_1


"Makasih yah, kamu harus janji gak boleh menjauhi aku lagi." ucap Anisa. Putri menganguk.


Waktu nya masuk ke kelas.


"Anisa ini untuk kamu." ucap Arya memberikan roti kepada Anisa.


"Terimakasih yah Arya, kamu tau saja aku belum sarapan." ucap Anisa. Dika yang baru aja masuk kelas mendengar percakapan mereka.


Dika melihat ke arah Anisa namun Anisa Menatap kesal kepada nya.


Selama jam pelajaran tidak berhenti Anisa melihat ke layar handphone nya berharap ada notifikasi dari kekasihnya.


Istirahat pertama Anisa sudah bermain dengan Putri. Namun kali ini Anisa tidak ceria, dia kebanyakan di dalam kelas.


Jam pelajaran terakhir akhirnya selesai.


"Semua nya sudah boleh pulang." ucap Dika. Putri melihat Anisa ketiduran.


"Anisa sudah selesai, ayo pulang. Ini pasti akibat tidak tidur." ucap Putri.


"Tidak tidur?" ucap Dika. "Iyah pak, Anisa tidak tidur karena lagi memikirkan seseorang, karena tidak bisa tidur dia akhirnya datang ke sekolah pagi-pagi sekali." ucap Putri.


Dika menghela nafas panjang.


"Sungguh wanita yang benar-benar; keras kepala." ucap Dika dalam hati.


"Sudah biarkan saja dia tidur." ucap Dika. "Tapi pak." Putri ragu-ragu.


"Kamu akan kena marah sama orang tua kamu kalau telat pulang. Kamu percaya pada saya, saya akan menunggu dia bangun." ucap Dika.


Akhirnya putri pergi.


"Anisa apa kamu tidak pulang?" tanya Arya yang kembali ke kelas namun melihat Dika yang berdiri di depan meja Anisa.


"Sssttt... Jangan berisik." ucap Dika.


Arya terdiam. "Saya mau menjemput Anisa pak." ucap Dika.


"Sebaiknya kamu pulang saja Duluan, dia masih tidur." ucap Dika. Arya menganguk. Siapa yang berani melawan Dika akhirnya Arya pergi.


Dika mendekati Anisa. Merapikan rambut nya. "Sangat sayang kamu menangisi pria seperti Candra Anisa..." ucap Dika.


"Pria seperti Candra tidak pantas mendapatkan wanita yang setulus dan setia seperti kamu." ucap Dika.


"Yang pantas mendapatkan kamu adalah saya.." ucap Dika diam-diam dia mau mencium bibir Anisa.


Namun tiba-tiba Anisa bergeliat dan Dika tidak bisa mencium nya. "Aku akan melakukan apapun untuk menjadikan kamu kekasih ku. Karena sekarang Candra sudah pergi. Peluang untuk ku sangat banyak." ucap Dika.

__ADS_1


Dika duduk di samping Anisa sambil membuka laptop nya.


"Punggung nya akan Sakit kalau posisi seperti ini. Dika meletakkan kepala Anisa di pundak nya.


__ADS_2