Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 31


__ADS_3

"Hayy Arya..." Sapa Anisa kepada Arya yang sudah di dalam kelas.


Arya tersenyum.


"Nanti pulang bareng aku yah." ucap Arya.


"Iyahh..." ucap Anisa sambil tersenyum.


Dia duduk di kursi nya di samping Putri.


"Kamu sama Dika akhir-akhir ini semakin dekat saja yah." ucap Putri kepada Anisa. Anisa senyum.


"Bagaimana dengan Candra? Kamu tega menghianati dia?" tanya Putri.


"Hufff aku dekat dengan Arya bukan berarti aku suka pada nya. Candra akan tetap nomor satu di hati ku.. Hanya saja sekarang aku butuh teman di real life, yang menemani aku." ucap Anisa.


"Dan sekarang Candra hilang kabar. Dia tidak menghubungi ku lagi." ucap Anisa.


"Jadi kamu membuat Arya sebagai pelarian kamu?" tanya Anisa.


"Gak gitu juga. Kelihatan nya dia baik tidak seperti biasanya. Jadi tidak ada salah nya berteman dengan ketua kelas dan juga juara dua di kelas ini." ucap Anisa.


"Arya Sangat jarang bisa dekat dengan perempuan karena dia mempunyai sifat yang dingin..Tapi dengan kamu dia benar-benar sangat dekat." ucap Putri. Anisa tersenyum.


Tidak beberapa lama Dika datang. Guru masuk semua murid duduk dengan rapi.


Dika masuk memasang wajah dingin seperti biasa, namun kali ini dia tidak langsung duduk di kursi nya melainkan berjalan ke arah Anisa.


"Pak Dika ngapain berjalan ke arah sini?" ucap Rida dalam hati. Dia sudah senyum-senyum dan juga Baper. Namun Dika melewati nya dan berhenti di belakang nya tepat di meja Anisa.


Dika menarik tangan Anisa melihat luka nya. "Apa yang bapak lakukan? Lepaskan!" ucap Anisa.


Dika menahan tangan Anisa membersihkan luka nya.


Rida sudah sangat kesal karena cemburu.


"Ini sangat menjengkelkan sekali!" ucap Rida dalam hati.


"Aaaa!!! sakit pak! Bisa pelan-pelan gak?" ucap Anisa. Dika hanya diam. Dia menutup dengan penutup luka.


Dika menatap wajah Anisa. Kebetulan juga Anisa sama-sama mengangkat kepalanya karena Sudah selesai.


Mata mereka bertemu.


"Deg.. deg.. deg.., jantung Anisa berdetak sangat cepat.


"Sangat cantik sekali." ucap Dika dalam hati.


"Brak!!!" Rida sengaja menjatuhkan buku. membuat Dika Dan Anisa berhenti tatapan.

__ADS_1


"Maaf-maaf." ucap Dika langsung kembali ke meja nya.


"Pelajaran kita di mulai hari ini." ucap Dika. Pelajaran pun di mulai.


Jam istirahat pun tiba. Anisa duduk di taman sendirian.


"Ada apa dengan papah sama mamah? Kenapa aku kefikiran terus tentang mereka.. Bahkan aku tidak pernah melihat mereka berbicara dengan baik." batin Anisa.


Dika melihat Anisa duduk sendirian memasang wajah sedih.


Dika mau menyusul nya namun Anisa langsung di susul oleh Arya.


Arya juga memberikan makanan dan minuman. Dika memilih putar balik. Namun tidak beberapa lama Rida menghampiri nya.


"Bapak sudah minum? Aku membawa minuman untuk bapak." ucap Rida.


Dika tidak enak untuk menolak akhirnya dia mengambil.. Mereka juga duduk Untuk berbincang-bincang.


Anisa tidak sengaja melihat nya.


"Dasar Pria yang sangat ganjen, selama satu bulan ini dia sudah dekat dengan tiga orang perempuan." Ucap Anisa.


"Kamu berbicara dengan siapa?" tanya Arya kepada Anisa.


"Pak Dika! Sesampainya aku dekat dengan pria seperti Pak Dika, aku tidak akan mau karena sangat brengsek." ucap Anisa.


Dika tersenyum.


"Humm. aku sangat membenci nya." ucap Anisa.


Arya tersenyum.."Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Jangan-jangan kamu juga memiliki banyak simpanan di luar sana. Kelihatan nya saja pendiam." ucap Anisa.


Arya menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin aku seperti itu. Aku memiliki kakak perempuan, adik perempuan.. Orang tua ku juga pasti sangat marah kalau aku seperti itu." ucap Arya.


"Humm Bagus deh kalau begitu." ucap Anisa.


Arya tersenyum.


Sudah Jam pulang sekolah tapi Anisa ada tugas kelompok bersama Arya dan juga Putri.


"Ayo langsung pulang. Jam Delapan nanti akan lanjut belajar pelajaran kemarin."' ucap Dika yang menunggu di pintu mobil.


"Aku ke Sini bukan untuk pulang pak. Aku mau bilang kalau bapak pulang sendiri saja. Karena Aku dengan teman-teman mau mengerjakan tugas kelompok." ucap Anisa.


"Tugas kelompok?" tanya Dika.


"Bapak jangan pura-pura Lupa, karena ini tugas dari bapak! Semua murid mengeluh setiap hari ada tugas, lama-lama kami malas untuk belajar." ucap Anisa.

__ADS_1


"Kalau kalian malas belajar yang rugi adalah kalian, bukan saya." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang lalu pergi.


"Saya akan menunggu kamu di rumah kamu jam Delapan! Jangan sampai telat!" ucap Dika.. Anisa hanya diam buru-buru meninggalkan Dika.


"Loh bapak belum pulang?" tanya Rida.


"Ini mau pulang." jawab Dika.


"Oohh. saya masuk dulu yah Pak, kami masih ada tugas kelompok." ucap Rida.


"Tunggu Dulu Rida, saya mau berbicara hal yang penting." ucap Dika.


"Membicarakan hal yang penting? apa pak Dika akan meminta aku menjadi pacar nya?" ucap Rida dalam hati.


"Iyah pak, ada apa?" tanya Rida.


Rida sudah sangat serius menunggu pertanyaan Dika.


"Apa benar banyak murid-murid kelas kita Mengeluh karena Tiap hari ada tugas?" tanya Dika. Rida seketika memasang wajah kesal.


"Kenapa bapak bertanya seperti itu? Menurut saya tidak Pak, karena dulu memang setiap hari tapi Hampir semua mata pelajaran.. Belajar dengan bapak jauh lebih menyenangkan. Semua nya suka kok cara bapak mengajar termasuk saya." ucap Rida.


"Oohhh.. Bagus deh kalau begitu. Saya hanya ingin tau itu saja." ucap Dika.


"Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Rida sudah sangat kecewa sekali.


"Anisa lihat saja kamu yah." ucap Dika.


"Dia tau saja kelemahan ku." batin Dika..Dia akhirnya pulang dari sekolah.


Namun saat di pertengahan jalan Ponsel nya berdering telpon dari Gisel.


"Halo Gisel.." ucap Dika dengan sangat lembut.


"Kamu sibuk gak?" tanya Gisel.."Enggak kok, nih aku baru saja pulang. Sudah mau sampai di apartemen aku."' ucap Dika.


"Aku lagi di tempat teman ku, kebetulan tidak jauh dari apartemen kamu, aku ingin ketemu kamu, apa kamu bisa datang menjemput ku?" tanya Gisel.


Dika terdiam sejenak. Dia melihat penampilan nya.


"Baiklah aku akan datang, Tapi aku ke apartemen ku sebentar." ucap Dika. Gisel menginyakan.


Setelah sampai di apartemen gak mandi dia langsung menukar pakaian dan berangkat ke alamat Gisel berada.


Setelah sampai dia melihat Gisel sudah menunggu di depan gerbang.


"Kamu menunggumu lama yah?" tanya Dika kepada Gisel yang sudah ada di dalam mobil tepat di samping nya.


"Enggak kok, aku juga baru keluar." ucap Gisel.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita mau kemana sekarang?" tanya Dika.


"Aku tidak ingin kemana-mana, aku hanya ingin melihat wajah kamu saja." ucap Gisel.


__ADS_2