
Tri tidak perduli dia langsung naik ke kasur. Namun Marsel langsung mengambil Pengering rambut memaksa Tri duduk.
Tri tidak mengatakan apapun dia membiarkan Marsel mengering kan rambut nya karena dia sudah sangat ngantuk.
Akhirnya rambut Tri kering. Dia ketiduran namun Marsel langsung menahan dengan telapak tangan nya kepala Tri.
Perlahan dia membaringkan tubuh Tri di tempat tidur. Menyelimuti nya. Marsel juga ikut tidur di samping Tri.
Tidak beberapa lama Marsel tertidur namun dia sudah gelisah dan mencari tempat yang nyaman, akhirnya dia tidur di pelukan Tri.
Tri membuka mata nya sebentar melihat Marsel dan tidak beberapa lama tidur kembali.
Keesokan harinya Adel bangun lebih awal dia melihat jam terlebih dahulu.
"Sebaiknya aku membangun kan kak Dika dulu." ucap Anisa dia berjalan Keluar dari kamar nya menuju kamar Dika.
"Tok!! tok!! tok!!" dia mengetuk pintu kamar Dika namun tidak ada jawaban akhirnya dia masuk untung saja pintu tidak kunci dari dalam.
"Humm ternyata masih tidur." ucap Anisa.
Dia melihat Dika memeluk Boni tidur.
"Kak.. Kak.." Panggil Anisa.
Dika bergeliat dia membuka mata nya melihat ke arah Anisa.
"Kamu sudah bangun? Ini jam berapa? Kenapa begitu cepat?" tanya Dika.
Anisa melihat jam.
"Aku mau ngajakin kakak buat sarapan sebelum aku berangkat ke sekolah." ucap Anisa. Dika duduk dia melihat ke arah Boni sebentar.
"Apa kakak tidak bekerja hari ini? Lalu bagaimana dengan Boni?" tanya Anisa.
"Kamu tidak perlu khawatir, sebelum saya berangkat bekerja saya akan mengantar dia ke rumah Mamah nya." ucap Dika.
"Kakak pergi sendiri ke sana?" tanya Anisa. Dika mengangguk. Anisa langsung terdiam.
Dika mengelus wajah Anisa.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh." ucap Dika.
"enggak kok." ucap Anisa.
"Lalu kenapa kamu langsung diam seperti itu?" tanya Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya. "Saya ke sana hanya mengantar kan Boni, setelah itu saya akan ke kantor." ucap Dika. Anisa tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah kalau begitu saya ke kamar mandi dulu, kamu tunggu sebentar." ucap Dika.. Dika masuk ke kamar mandi dan Anisa menunggu di kasur.
Dia melihat Boni yang tidur sangat nyenyak sekali.
__ADS_1
"Kamu sangat nyenyak sekali." ucap nya kepada Boni.
"Semoga saja kamu betah sama Tante dan papah kamu terus. Jangan pernah membenci kami." ucap Anisa.
Mereka berdua segera keluar dari kamar dan mulai memasak di dapur.
Anisa mengganggu Dika yang sangat fokus masak. Dika hanya bisa meladeninya terus menerus.
"Sayang." panggil Anisa, Dika menoleh ke samping nya ternyata Anisa sedang membentuk tomat menjadi gambar hati.
Dika tersenyum.
"Cium." ucap Anisa.
"Jangan dulu Anisa, saya lagi Memasak." ucap Dika. Anisa tetap memaksa. Dika menghela nafas panjang.
Dia mencium Anisa.
Setelah itu mereka bercanda-canda.
"Ini sudah waktunya kamu mandi sana, nanti telat lagi." ucap Dika.
"Humm ngomong-ngomong kakak serius mau ke kantor hari ini? Kakak sudah yakin?" tanya Anisa. Dika mengangguk.
"Setelah itu saya akan menemui orang tua saya." ucap Dika. "Oohh ya udah deh, semoga semua nya baik-baik saja yah." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Humm bagaimana kalau saya nganterin kamu sekolah setelah itu saya berangkat dengan Boni ke rumah Lita." ucap Dika.
"Itu kejauhan Kak, lawan arah, aku tidak mau membuat kakak kelelahan, aku bisa kok bawa mobil sendiri." ucap Anisa.
"Kamu yakin?" tanya Dika..Anisa mengangguk.
"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Dika.
Anisa selesai sarapan dia langsung pergi mandi.
Setelah selesai mandi, semua nya sudah rapi dia keluar ternyata Boni sudah bangun dan sedang sarapan dengan Dika di meja makan.
"Selamat pagi Boni, kamu sudah bangun?" ucap Anisa. Boni tersenyum. Anisa mencium Boni.
"Tante mau pergi ke sekolah yah?" tanya Boni. Anisa mengangguk.
"Kita gak bisa lama-lama main Boni, Tante harus ke sekolah dan hari ini Boni sudah balik ke rumah mamah kamu." ucap Anisa.
"Nanti kalau mamah sudah sembuh aku akan datang dan bermain di sini bersama Tante dan juga papah." ucap Boni.
Anisa tersenyum dia berpamitan segera pergi.
"Tante Anisa sangat baik yah Pah." ucap Boni. Dika tersenyum.
"Tapi aku tidak ingin papah dengan Tante Anisa menikah. Aku ingin papah kembali bersama mamah dan papah, aku ingin memiliki orang tua yang lengkap seperti angan-angan ku dulu." ucap Boni.
__ADS_1
Dika bingung harus menjelaskan bagaimana lagi.
"Lanjut makan saja yah nak, setelah ini kita mandi siap-siap dan berangkat deh." ucap Dika.
"Papah mau kan kembali sama mamah? Kita berkumpul." ucap Boni.
"Jangan membahas itu yah nak, Boni belum mengerti apa-apa, nanti kalau sudah dewasa baru Boni mengerti." ucap Dika.
"Kenapa papah mengatakan seperti itu? Aku sudah mengerti papah. Aku ingin papah bersama mamah." ucap Boni.
"Huff seperti nya Lita sudah mencuci pikiran Boni agar mau berbicara seperti ini." ucap Dika dalam hati.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka berangkat.
Dika mengantarkan Boni terlebih dahulu ke rumah Lita sebelum dia. ke kantor.
"Ayo turun." ucap Dika setelah turun dan menggendong Boni masuk ke dalam rumah.
"Mamah..." ucap Boni. Lita langsung mendekati mereka.
"Kok cepat banget sih pulang nya nak? emangnya gak rindu lagi sama papah dan Tante?" tanya Lita.
"Sudah kok mah, aku akan bermain ke sana lagi kalau mamah sudah sembuh." ucap Boni.
"Boni kamu masuk terlebih dahulu ke dalam kamar yah nak, papah mau bicara sama Mamah kamu." ucap Dika.
"Iyah papah." ucap Boni.
Dika tersenyum sambil mengelus kepala anaknya itu.
"Boni sudah tumbuh besar, dia sangat pintar aku sangat menyesal pernah meninggalkan nya begitu saja." ucap Lita kepada Dika.
"Menyesal? Itu semua adalah kesalahan mu!" ucap Dika. Lita terdiam.
"Aku mohon sama kamu agar berhenti meminta Boni membujuk aku kembali kepada kamu, karena itu tidak akan mungkin." ucap Dika.
"Aku tidak pernah meminta itu. Dia hanya berbicara apa yang dia mau." ucap Lita.
Dika menghela nafas panjang. "Kalau benar bukan karena kamu, seharusnya kamu memberikan pengertian kepada dia." ucap Dika.
Lita menghela nafas panjang.
"Apakah kamu tidak berfikir apa yang di katakan Boni itu benar?" tanya Lita.
"Maksud kamu apa?" tanya Dika.
"Kamu belum menikah, aku juga belum menikah. sebaiknya kita rujuk saja. Lagian aku masih berhubungan baik dengan orang tua kamu." ucap Lita.
"Berhubungan baik? Itu tidak mungkin." ucap Dika.
"Perempuan yang mau di jodohkan ke pada kamu itu adalah aku, orang tua kamu masih ingin mencoba menjodohkan kita lagi dan berharap kita rujuk." ucap Lita.
__ADS_1