
"Pak Dika sibuk, jadi dia tidak akan memiliki waktu untuk makan malam dengan perempuan mana pun." ucap Anisa dalam hati..Dia langsung kembali ke kamar.
Tidak beberapa lama kedua nya sudah rapi. Mereka siap untuk berangkat ke sekolah.
Kali ini Dika naik mobil Anisa.
"Apa Candra sudah mengabari kamu?" tanya Dika. Anisa menoleh ke arah Dika.
"Seperti nya dia sudah melupakan ku." ucap Anisa.
Dika diam, entah mengapa dia merasa sangat senang karena Candra sudah tidak menghubungi Anisa.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sekolah. "Tunggu dulu." ucap Dika menahan tangan Anisa yang hendak turun dari Mobil.
"Ada apa Pak?" tanya Anisa.
"Humm.." Dia seperti mau menyampaikan sesuatu namun ragu-ragu. "Ada apa pak? Sebaiknya bapak turun karena sudah ada Rida yang menunggu bapak di sana." ucap Anisa menunjuk ke arah Rida di parkiran motor.
Dika menoleh ke arah Rida.
"Apakah saya boleh mencium pipi kamu?" tanya Dika.. Anisa terkejut dia langsung menatap mata Dika.
"Maksud bapak apa?" tanya Anisa.
"Lupakan saja, saya hanya berbicara mengada Saja." ucap Dika. Anisa tiba-tiba mencium pipi Dika yang membuat Dika terdiam.
Anisa juga langsung turun ke bawah..
Dika memegang pipi nya sambil melihat Anisa yang pergi..
"Pak Dika...." Ucap Rida mengejang Dika ke mobil Anisa.
"Kok Bapak naik mobil Anisa? Bagaimana bisa Bapak bersama Anisa?" tanya Rida.
"Tidak apa-apa." ucap Dika. "Lupakan saja lah. Ini ada bekal untuk Bapak khusus dari ibu saya." ucap Rida.
Dika mengambil nya.
"Terimakasih banyak yah." ucap Dika. Rida tersenyum.
"Kalau begitu Ku Ke kelas dulu yah Pak." ucap Rida kepada Dika. Dika menganguk.
Rida meninggalkan Dika.
"Rida seperti nya sudah sangat jatuh cinta kepada bapak." ucap guru yang termasuk dekat dengan Dika.
"Ah bapak bisa saja. Mana mungkin." ucap Dika.
Guru itu tersenyum. "Masa bapak tidak sadar kalau Rida menyukai Bapak?" tanya Guru itu lagi.
__ADS_1
Dika hanya tersenyum saja, sampai di kelas Dika membuka bekal yang berikan oleh Rida.
"Selamat makan Pak. semoga Bapak suka." isi surat yang ada di dalam. Dika tersenyum.
Dia melihat ternyata isinya adalah Mie goreng. Karena sangat mengunggah selera akhirnya dia memakan nya.
"Masakan Rida mau pun orang tua nya benar-benar sangat enak sekali." ucap Dika.
Tiba-tiba Dika mengingat kejadian pagi tadi.
"Seperti nya aku sudah mulai berhasil mendapatkan hati Anisa, aku tidak pernah sesulit ini mendapatkan wanita." ucap Dika dalam hati.
Waktu nya masuk ke kelas. Dika melihat Anisa dengan Arya yang berbincang-bincang di kelas.
Melihat itu Dika sudah di bakar api cemburu.
"Duduk di kursi masing-masing semua nya!" ucap Dika dengan nada yang tegas.
Pelajaran pun di mulai. Namun Dika terlihat sangat emosi, Mood nya kurang bagus.
"Ada apa sih dengan pak Dika? Kenapa kelihatan nya dia lebih emosi hari ini, tadi pagi semua nya baik-baik saja." batin Anisa.
Tidak terasa sudah keluar jam istirahat.
"Permisi Pak..." Anisa menyusul Dika ke kantor. Dika melihat Anisa.
"Aku di minta untuk mengantar ini kepada bapak." ucap Anisa menunjuk kan Laptop yang ada di tangan nya.
"Bapak hari ini kenapa? kenapa bapak di kelas marah-marah sampai semua murid kelihatan sangat takut dan juga gugup?" tanya Anisa.
Dika mengambil laptop dari tangan Anisa meletakkan ke atas Meja. Dika menutup pintu.
"Bapak mau ngapain? Kenapa di tutup?" tanya Anisa takut.
"Kamu tau kan kalau kamu membuat kesalahan saya akan memberikan hukuman kepada kamu." ucap Dika menahan Anisa di dinding.
"Kesalahan apa pak? Aku tidak merasa melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat Bapak marah." ucap Anisa.
"Saya tidak suka kamu dekat dengan Arya." ucap Dika.
"Arya? Aku dengan Arya hanya berteman. Dia juga baik kepada karena teman tidak lebih." ucap Anisa.
"Tapi saya tau Dika memandang kamu bukan seperti teman." ucap Dika.
"Bapak tidak memiliki hak untuk melarang aku dekat dengan siapapun pun karena bapak bukan pacar ku." ucap Anisa.
Dika langsung terdiam.
"Lepaskan aku." ucap Anisa menepis tangan Dika dari samping nya.
__ADS_1
Namun Dika menahan pintu yang hendak di buka oleh Anisa.
"Kamu tidak boleh pergi begitu saja." ucap Dika.
"Bapak mau ngapain? Bapak jangan berani melakukan hal-hal yang aneh, karena kalau ada yang melihat bapak akan terkena masalah." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Anisa dengan tatapan amarah.
"kamu menguji kesabaran saya Anisa...." ucap Dika mau mencium bibir Anisa namun tutup oleh Anisa dengan kedua tangan nya.
"Bapak harus tau batasan bapak, jangan menganggap ku wanita murahan. Aku adalah kekasih teman Bapak sendiri dan bapak juga sudah memiliki pasangan." ucap Anisa sangat kecewa dengan sifat Dika yang tidak bisa menahan amarahnya sama sekali sehingga Anisa di anggap remeh.
Anisa mendorong Dika. "Menjauh dari ku." ucap Anisa.
"Kamu tidak boleh keluar!" ucap Dika mengambil kunci pintu.
"Mau Bapak apa? Apa Bapak mau saya menjadi wanita pelacur bapak? bapak sudah sangat lancang kepada saya." ucap Anisa.
"Bapak mengambil ciuman pertama saya Tampa ijin, Bapak beberapa kali memaksa untuk mencium saya." ucap Anisa.
"Karena saya...."
"Karena apa pak? Karena Bapak menganggap saya wanita murahan?" tanya Anisa.
"Baiklah saya minta maaf. Saya tidak akan melakukan hal itu lagi." ucap Dika. Anisa menghela nafas panjang mengambil kunci dari tangan Dika dan membuka pintu.
"Kok kamu lama sih? Kamu ngapain?" tanya Arya yang menunggu Anisa dari tadi.
Dika melihat Anisa dengan Arya.
"Bagaimana aku menjelaskan kepada dia kalau aku menyukai Anisa, aku mencintai dia." batin Dika.
Waktu nya pulang. Anisa menunggu Dika dari tadi di dekat mobil nya. Tidak beberapa lama akhirnya datang juga.
"Saya akan pulang ke apartemen saya. Nanti malam saya akan datang mengajari kamu." ucap Dika memberikan kunci mobil lalu pergi.
"Bapak pulang naik apa? Motor Bapak rusak." ucap Anisa. Dika menoleh ke arah Anisa.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya." ucap Dika. Anisa mau mengejar namun Putri tiba-tiba memanggil nya.
Dika masuk ke dalam mobil mewah yang menjemput nya.
"Kenapa Pak Dika tidak mengantarkan kamu pulang?" tanya Putri. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku bisa pulang sendiri, kamu sekalian mau ikut?" tanya Anisa.
Putri menggeleng kan kepala nya.
"Enggak.. aku pulang di jemput sama Ayah ku." ucap Putri.
__ADS_1
"Humm boleh gak untuk malam ini kamu tidur di rumah ku? aku kesepian tidak ada teman di rumah." ucap Anisa.
"Loh bukannya biasa nya kamu sendiri? Kok tiba-tiba minta ditemani?" tanya Putri Heran.