Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 56


__ADS_3

"Ada di dalam." ucap Dika. Bu Lala membawa Pak Zaki masuk ke dalam.


"Loh kemana dia? Tadi ada di sini." ucap Dika.


Tidak beberapa lama Anisa keluar dari dapur. Dia melihat Mamah nya dan pria lain.


"Anisa.." ucap Bu Lala mau memeluk Anisa namun Anisa tidak mau, dia langsung menghindar.


"Kamu kenapa nak?" ucap Bu Lala..Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Ngapain Mamah kembali lagi ke sini? Bukan nya Mamah tidak ingin bertemu dengan ku?" ucap Anisa.


"Mamah minta maaf soal itu, Mamah hanya terbawa emosi dan juga kecewa." ucap Bu Lala.


Anisa diam. "Mamah sudah mendengar kalau akhir-akhir ini kamu sudah berubah, kamu juga mendapatkan nilai yang bagus tidak pernah minum-minum lagi dan keluyuran.. Mamah sangat senang mendengar nya." ucap Bu Lala.


"Aku melakukan itu untuk diri ku sendiri bukan untuk Mamah." ucap Anisa.


"Anisa jangan seperti itu nak, Mamah ke sini ingin bertemu kamu karena merindukan kamu." ucap Bu Lala.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Pasti ada niat lain kan? Mamah tidak pernah tulus dan tidak pernah menganggap ku sebagai anak." ucap Anisa.


"Anisa..." ucap Dika.


"Kenapa kamu berbicara seperti ini?" ucap Bu Lala.. Anisa diam.


"Mamah ke sini hanya sebentar saja. Mamah mau mengenal kan Om Zaki sama kamu." ucap Bu Lala menunjuk Tunangan nya itu.


"Ini siapa mah? Kenapa Mamah membawa Pria lain ke rumah kita." ucap Anisa.


"Om Zaki adalah Tunangan Mamah, dia calon Papah tiri kamu." ucap Bu Lala.


Anisa menatap pria yang di bawa Mamah nya itu dengan tatapan benci.


"Mamah ke sini mau ijin sama kamu lagi.. Setuju atau tidak tapi ini sudah keputusan mamah kalau kami akan menikah Minggu depan" ucap Bu Lala.


Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak setuju mah, aku tidak Mamah menikah lagi!" ucap Anisa.


"Mamah sudah yakin dengan keputusan Mamah, semoga kamu bisa datang yah." ucap Mamah nya.


"Anda sangat jahat! Anda sangat jahat tega mengambil Mamah dari aku." ucap Anisa marah kepada pak Zaki.


"Hentikan Anisa! Jangan seperti anak kecil!" ucap Bu Lala.


"Mamah tidak boleh menikah." ucap Anisa.


"Mamah harus menikah." ucap Bu Lala.


"Kenapa? Kalau Mamah membutuhkan pria kembali lah kepada papah." ucap Anisa.

__ADS_1


"Kamu Masih kecil, kamu tidak akan paham tentang ini." ucap Bu Lala.


Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan Anisa yang terlihat Masih emosi tidak menerima keputusan mamah nya itu.


Anisa menarik nafas dan menghembuskan nya dengan sangat kasar.


Anisa duduk di sofa sambil berusaha untuk menenangkan diri nya.


Dika mengantarkan Orang tua Anisa ke depan.


"Saya mohon untuk menjaga Anisa Pak Dika. Kami mungkin sudah sangat jarang bisa melihat dia ." ucap Bu Lala.


Dika hanya mengangguk setelah itu Dika kembali masuk ke dalam.


"Kamu harus membiarkan orang tua mu bahagia dengan pilihan mereka masing-masing." ucap Dika. Anisa menatap Dika.


"Lalu bagaimana dengan kebahagiaan ku? Aku menginginkan mereka berdua di sisi ku, apa aku hanya perlu memikirkan mereka? Bagaimana dengan Aku?" ucap Anisa marah.


Dika terdiam.


Satu Minggu kemudian.....


"Apa kamu sudah siap?" tanya Dika kepada Anisa yang baru saja keluar dari kamar.


Anisa sudah berdandan dengan cantik bagaikan putri untuk menghadiri pernikahan orang tua nya itu.


"Jangan mencoba untuk mengubah keputusan. Sekarang kita sudah siap dan tinggal berangkat." ucap Dika.


"Huff seandainya saja kalau bukan karena takut di hukum, aku tidak akan mau sama sekali." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Eh tunggu dulu deh, bapak mendapatkan jas mahal ini dari mana?" tanya Anisa.


"Humm ini dari bos saya." ucap Dika..


"Bos?" ucap Anisa. "Humm maksud saya bos saya dulu menjadi security sebelum menjadi guru." ucap Dika.


"Oohh begitu, mana mungkin Guru honorer seperti Bapak mampu membeli jas seperti itu.' ucap Anisa.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat." ucap Anisa berjalan keluar terlebih dahulu.


Dika menghela nafas panjang.


Sepanjang perjalanan Anisa terlihat sangat tidak nyaman. Dika memasang musik agar lebih nyaman.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sana.


"Ayo buruan turun " ucap Dika karena Anisa tak kunjung keluar dari dalam mobil.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Bapak saja yang masuk ke dalam, aku menunggu di luar saja." ucap Anisa.

__ADS_1


Dika menghela nafas panjang.


"Jangan membuat saya marah di sini!" ucap Dika.


"aku tidak siap melihat Mamah ku sudah bersanding dengan pria lain! " ucap Anisa.


"Bapak tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini, rasa nya sangat sakit sekali." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Kita sudah jauh ke sini, segera lah turun menghargai orang tua dan tamu." ucap Dika..Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku mohon jangan paksa aku Pak, aku sangat Takut, aku takut kalau aku tidak Kuat melihat nya." ucap Anisa.


Anisa mengeluarkan air mata nya.


Dika menghela nafas panjang dia masuk ke dalam mobil lagi.


"Aku sendirian... Aku tidak memiliki siapapun, orang yang datang kepada ku pasti pergi meninggalkan aku " ucap Anisa menangis.


Dika menghapus air mata Anisa.


"Saya sudah bilang kamu jangan menangis, kamu adalah anak yang kuat, kamu bisa merelakan semua nya dan menghadapi kenyataan." ucap Dika.


Anisa Menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah capek berpura-pura kuat, aku menyerah." ucap Anisa.


Dika mendekati bibir Anisa. perlahan bibir mereka mulai bersentuhan dan saling menghangatkan satu Sama lain. Anisa berusaha untuk membalas ciuman Dika dengan begitu baik.


Dika tiba-tiba melepaskan bibir Anisa.


"Waktu nya kita turun." ucap Dika. Anisa menatap Dika. Tiba-tiba Dika membersihkan wajah Anisa dari air mata.


"Makeup kamu sedikit berantakan." ucap Dika, Anisa langsung melihat cermin mobil. Lipstik nya sudah hilang.


"Mari saya bantu." ucap Dika mengambil lipstik dari tangan Anisa.


Dia memasang kan ke bibir Anisa dengan hati-hati. Anisa juga memperbaiki rambut, dan juga bedak nya.


"Lipstik ku.." ucap Anisa mengambil Tisu Basah membersihkan bibir Dika. "Ya ampun kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak begitu cepat? Aku juga merasa sangat malu." ucap Anisa.


Setelah selesai mereka turun dari dalam mobil. Dika membuat tangan Anisa di lengannya.


"Jangan takut karena saya ada di sini untuk kamu." ucap Dika.. Anisa tersenyum tipis.


"Huff ini sangat bodoh, aku kenapa begitu bodoh mau berciuman dengan pak Dika." batin Anisa. Mereka di sambut oleh penyambut tamu.


Dari jauh Dika melihat ada Papah nya Anisa.


Dika menoleh ke arah Anisa yang ternyata juga sudah melihat nya.


Namun Anisa menarik tangan Dika ke tempat yang jauh dari keramaian.

__ADS_1


__ADS_2