Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 87


__ADS_3

Karena sudah sepi akhirnya Dika mengendong Anisa ke dalam mobil. Walaupun sangat berat karena cukup jauh juga.


"Seperti nya kamu sudah kelelahan, saya minta maaf sudah membuat kamu lama menunggu." ucap Dika..


sudah di mobil, Dika memasang sabuk pengaman, Anisa semakin Nyenyak tidur.


"Bapak mau mengantar kan dia pulang ke rumah nya?" tanya sekretaris nya. Dika menganguk.


"Tolong suruh supir membawa mobil ini." ucap Dika memberikan kunci mobil Anisa kepada Sekertaris nya.


Dika membawa Anisa kembali ke rumah nya. Setelah sampai di rumah nya Dika membangun kan Anisa.


"Anisa bangun..." Ucap Dika menepuk-nepuk pipi Anisa.


Anisa membuka mata nya.


"Kak Dika..." Ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Kenapa aku ada di mobil? Aku tidur di kantor kakak." ucap Anisa.


"Sekarang sudah sampai di rumah, saya menggendong kamu ke dalam mobil." ucap Dika. "Kakak menggendong ku ke dalam mobil?" ucap Anisa. Dika menganguk.


Anisa menutup wajahnya. "Aku tidak bisa membayangkan semua orang melihat kakak menggendong ku." ucap Anisa.


Dika tersenyum dia menarik tangan Anisa dari wajah nya. "Tidak perlu malu.." ucap Dika kepada Anisa.


Anisa menatap wajah Dika.


"Kenapa kamu datang menemui saya ke kantor?" tanya Dika. "Karena aku takut kakak marah, kakak seharian tidak Mengabari aku..." ucap Anisa.


Dika terdiam sejenak.


"Aku minta maaf tentang kejadian di sekolah tadi." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Sebaiknya kamu melupakan kejadian itu, kamu istirahat saja, ini sudah malam." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin kakak marah kepada ku, aku mohon jangan marah..." ucap Anisa.


Dik menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak Marah. Tidak mungkin saya marah kepada kamu." ucap Dika.


Anisa menundukkan kepalanya. "Aku tau kalau kakak pasti marah kepada ku karena aku tidak mengakui semua nya." ucap Anisa.


"Kamu sudah tau saya seperti apa, kalau bukan karena kamu saya tidak ingin menutupi hubungan kita seperti ini, tapi karena kamu saya mau mengikuti semua kata-kata kamu agar kita berdua sama-sama nyaman." ucap Dika.

__ADS_1


"Aku rasa hubungan kita ini benar-benar tidak di inginkan oleh siapapun, tidak juga di restui oleh siapapun." ucap Anisa.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Dika.


"Tidak ada yang menyukai kita dekat, termasuk orang tua kakak." ucap Anisa.


"Kamu bisa berhenti perduli kepada orang lain tidak? Kamu harus memikirkan diri kamu sendiri, hati kamu sendiri. Saya juga tidak memaksa agar kita publikasikan hubungan kita." ucap Dika.


Anisa menatap Dika. "Aku takut kalau kakak akan terkena masalah pacaran dengan ku." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Saya akan menanggung semua masalah nya." ucap Dika. Anisa terdiam. "Berhenti berpikir yang tidak-tidak, kamu pergi lah Istirahat, saya akan kembali pulang." ucap Dika.


Anisa memegang tangan Dika.


"Aku sudah memikirkan ini, bagaimana kalau kita untuk sementara ini break dulu." ucap Anisa.


Dika terdiam menatap Anisa. "Aku ingin menormalkan suasana dulu." ucap Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak mau, saya tidak mau udahan." ucap Dika.


"Itu adalah jalan satu-satunya." ucap Anisa.


"Kenapa kamu seperti ini Anisa? apa yang kamu pikirkan? Apa yang sedang terjadi kepada kamu?" tanya Dika.


"Aku tidak nyaman. Aku benci selalu di banding kan, aku juga tidak pantas untuk kakak." ucap Anisa. Dika memegang wajah Anisa.


"Saya mencintai kamu. Saya sangat mencintai kamu, apa kamu masih ragu dengan saya? Apa kamu tidak yakin kepada saya?" tanya Dika.


"Anisa... Kalau kamu memiliki masalah yang menganggu pikiran kamu, cerita kan kepada saya. Jangan seperti ini." ucap Dika.


Anisa melepaskan tangan Dika.


"Aku hanya kecapean, kalau begitu aku istirahat dulu." ucap Anisa langsung keluar dari dalam mobil.


Dika melihat Anisa pergi begitu saja.


"Aku yakin Anisa mengatakan hal seperti itu karena ada sesuatu yang sedang terjadi." batin Dika.


Tidak beberapa lama akhirnya dia memilih untuk pulang ke apartemen nya.


Keesokan harinya..


"Anisa.." panggil Putri mengejar Anisa yang baru saja sampai di sekolah.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Anisa.


"Aku mendengar isu Kalau orang-orang tau kamu pacaran dengan pak Dika, apa itu benar?" tanya Putri. Anisa terdiam.


"Kenapa kamu Diam?" tanya Putri. Anisa berjalan sampai ke kelas.


"Aku minta maaf tidak datang kemarin, adik ku sakit orang tua ku tidak di rumah itu sebab nya aku libur." ucap Putri.


Anisa tersenyum. "Tidak apa-apa kok, Masalah nya juga sudah selesai." ucap Anisa.


"Oohhh begitu yah." ucap Putri.


"Aku tau kok kalau kamu sebenarnya dengan pak Dika pacaran." ucap Putri. Anisa langsung menoleh ke arah putri.


"Maksud kamu?" tanya Anisa.


"Sebenarnya aku sudah curiga dari awal kenapa ada mobil Pak Dika ada di rumah kamu pada saat ku ada di sana. Aku juga melihat sendal dan sepatu nya.. Namun aku berpura-pura bodoh." ucap Putri.


"Tapi aku tidak mau penasaran lebih lama, aku bertanya langsung kepada pak Dika karena kalau bertanya kepada kamu, kamu tidak akan mau jujur kepada ku." ucap Putri.


"Apa Pak Dika mengatakan nya kepada kamu?" tanya Anisa. Putri menganguk.


"Pak Dika bilang juga kalau dia sangat ingin di akui oleh kamu, dia ingin kamu lebih terbuka kepada orang-orang karena pak Dika sangat tulus mencintai kamu." ucap Putri.


Anisa terdiam.


"Aku tidak mau ikut campur hubungan kalian, hanya saja hubungan Antara guru dengan murid itu adalah hal yang biasa. Untuk apa kamu perduli dengan perkataan orang lain?" ucap Putri.


Anisa hanya diam.


"Orang yang tidak suka kepada kamu biarkan saja mereka mau mengatakan apapun itu." ucap Putri.


"Kamu dengan pak Dika sangat cocok sekali, pak Dika Tampan kamu cantik..Pak Dika kaya kamu juga kaya." ucap Putri.


Anisa memukul lengan putri.


"Tapi pak Dika pintar, dia bisa melakukan apapun sementara aku hanya bisa menjadi beban orang tua." ucap Anisa.


"Sejak kapan sih teman ku ini insecure? Biasanya selalu percaya diri, tidak pernah perduli dengan apa kata orang lain." ucap Putri. Anisa Menghela nafas panjang.


"Mau bagaimana pun aku masih ingin menyembunyikan hubungan kami, aku rasa hanya kami yang tau itu jauh lebih baik dari pada banyak yang tau." ucap Anisa.


"Aku akan mendukung Apapun keputusan kamu, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan pasangan kamu, Pak Dika selalu menginyakan apa kata kamu, bukan berarti hati nya setuju, hanya saja dia ingin menghargai kamu karena dia sangat mencintai kamu." ucap Putri.

__ADS_1


__ADS_2